Buku Saham Pemula – GRATIS !

Buku Saham Pemula – GRATIS !

Buku Saham Pemula & Investasi Terbaik Untuk Investor Pemula – Sangat penting banget lho, untuk kamu buat belajar saham pemula agar dapat paham segala sesuatu tentang investasi saham. 

Dengan cara investasi jangka panjang, maka akan membuat pemain saham mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang.

Tetapi, meskipun berinvestasi lebih cepat lebih baik memang sangatlah penting, namun kamu harus berinvestasi dengan bijak juga.

Baca Juga: Pentingnya Mengajarkan Uang Pada Anak Sejak Dini

Maka dari itu untuk mampu berinvestasi saham dengan pintar, konon kita harus memiliki sebuah pengalaman ?. Tapi kita pemula, jadi bagaimana dong ?

Oklah. Pengalaman memang guru tehebat, bagi para investor saham.  Tetapi buat saham pemula mencari pengalaman bisa menjadi cara belajar yang sangat mahal lho, apalagi asal tabrak sana sini.

Makanya, daripada kita musti belajar dgm trial dan error melulu. Salah satu cara mendasar adalah dengan membaca buku saham mengenai trading dan investasi.

Kita mendapatkan menjadi cara yang lebih efektif untuk belajar, paling tidak dasar-dasarnya kita mengerti.

Dengan membaca buku saham yang tepat, memungkinkan kita ntuk memperoleh keuntungan dari pengalaman orang lain.

Baca Juga: Tertarik Berinvestasi Reksadana? Yuk Kenali Keuntungan Dan Resikonya

Makanya sebagai pemula, Kamu jangan sampai salah melangkah.

Banyak dari kita yg sedang mencari pilihan akan potensi dari sebuah konsep kebebasan finansial, salah satunya dari dunia saham.

Dunia saham tidaklah mutlak harus dimulai dengan menggunakan modal yang besar.

Buku Saham PemulaNah, dari team Belajar Saham Pemula sudah minta ijn dari traders ikonik Indonesia Bpk. Santo Vibby yg buku2nya National Best Sellers, dimana kita berikan Buku Saham Pemula dalam bentuk ebook secara gratis.

Dalam ebook yang disediakan oleh SahamPemula.com, Anda akan kaget menemukan bahwa dengan 100rb saja, Anda bisa merintis jalan untuk menjadi kaya.

Nah silahkan langsung download aja disini –> Buku Saham Pemula, yang bahkan tidak tahu bagaimana utk memulainya

Buat teman-teman yang hendak belajar saham lebih dalam, kamu jg bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia <– klik disini atau juga bisa order langsung via whatsapp kami.

Kenapa Anda mau Belajar Saham / Trading Forex ? Apa tujuan utamanya ?

Kenapa Anda mau Belajar Saham / Trading Forex ? Apa tujuan utamanya ?

Kenapa Anda mau Belajar Saham / Trading Forex ? Apa tujuan utamanya ? Apa alasan Anda mau melakukan aktivitas trading tersebuty ? Apa tujuan akhir yang ingin Anda capai dengan trading ? Mari coba kita kupas dan pikirkan dengan serius.

Apakah jawaban Anda merupakan salah satu dari jawaban berikut ini ?

“Saya belajar saham / trading untuk mencari uang”,

“Saya kepingin cepat kaya dengan gampang dan cepat”,

“Saya ingin seperti Si Bambang yang kaya mendadak karena main saham”,

“Saya ingin mengembangkan kekayaan dengan mencapai keuntungan demi keuntungan dalam trading.”

Mari kita akui, semua kepengen mendapatkan Uang, Uang dan Uang-lah yang sering menjadi tujuan seseorang untuk begitu ngebet belajar saham ataupun forex maupun aktivitas trading lainnya.

“Lha iya, tentu saja uang ! Lalu apa tujuan saya trading dong kalau bukan buat dapat uang ?”

Ya ! Memang kita melakukan aktivitas bertransaksi di pasar modal dan mungkin juga trading forex adalah untuk meraih keuntungan, dan keuntungan itu hasil akhirnya berbentuk uang.  Masalahnya dengan menjadikan UANG sebagai tujuan utama bertransaksi / trading, maka kita telah menciptakan sebuah pola pikir yang mungkin saja tidak terlalu tepat.

Ketika tujuan kita adalah memperoleh UANG, trader akan terobsesi mencari cara yang paling cepat untuk memperoleh banyak uang dan menjadi kaya. Impian untuk cepat kaya melalui pasar modal ataupun media saham maupun forex akan dapat melumpuhkan akal sehat Anda, dan membuat kita semuanya terjebak dalam sebuah situasi yang emosional disebut dengan keserakahan atau tamak. Hal ini ibaratnya akan berfungsi sebagai bom waktu bagi akun saham / forex Anda.

Idealnya adalah bahwa memperoleh uang bukanlah tujuan utama seorang trader. Hendaknya kita menjadikan uang sebagai alat atau kendaraan untuk mencapai suatu tujuan akhir lainnya.

Tujuan akhir itu dapat kita ubah dan tetapkan berupa suatu hal untuk mendapatkan kualitas hidup Anda yang lebih baik. Misalnya, menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan pendapatan tambahan (ataupun utama) melalui media transaksi saham ataupun trading forex, dan jika memungkinkan dapat membagikan pengalaman tersebut orang lain sehingga mereka dapat melakukan hal yang sama atau lebih baik.

Dengan demikian maka kita akan berfokus pada tujuan akhir yang lebih tepat, MAKA kita dapat mejalankan aktivitas bertransaksi dan belajar saham dengan lebih bijaksana, dan akan sangat mungkin dapat menghindari situasi yang emosional. 🙂

Mungkin juga Anda dapat menentukan terlebih dahulu Anda itu siapa ? coba cari tau di sini -> Belajar Saham antara Trader vs Investor.. galakan siapa ?

Yuk, Belajar Saham via Investasi Reksadana dengan Modal Rp100 ribu

Yuk, Belajar Saham via Investasi Reksadana dengan Modal Rp100 ribu

SahamPemula.com – Ketika seseorang ingin masuk ke dalam dunia bisnis, penting bagi orang tersebut untuk memahami seluk-beluk bisnis yang akan digeluti. Terlebih bila bisnis nantinya berkaitan dengan investasi. Harus ekstra hati-hati dalam memprediksi pasar jika ingin memanen keuntungan yang signifikan.Saran yang sama juga ditujukan pada siapa saja yang ingin berinvestasi di reksadana saham. Seperti investasi saham lainnya, reksadana saham termasuk jenis investasi dengan risiko paling tinggi. Berbeda dengan produk investasi deposito yang merupakan instrumen investasi dengan risiko yang terbilang kecil, investasi reksadana saham merupakan yang paling tinggi risikonya dibandingkan investasi reksadana lainnya. Karena itu, investasi ini lebih dianjurkan untuk orang-orang yang berencana menanamkan modalnya dalam jangka panjang, minimal 5 tahun.Tingkat risiko ini juga membuat seseorang tidak disarankan berinvestasi secara asal-asalan. Sangat penting mengetahui cara belajar investasi reksadana saham. Bagi yang belum mengenal reksadana saham, menurut Otoritas Jasa Keuangan, investasi ini merupakan penanaman modal melalui reksadana menjadi saham-saham yang terdapat di Bursa Efek.Tingkat risiko sebanding dengan returnnya. Imbal hasil dari reksadana saham paling tinggi dibandingkan jenis investasi reksadana lainnya. Ini yang membuat reksadana saham tampak demikian menggiurkan.Tingkat risiko itu juga yang membuat banyak orang berpikir bahwa “bermain saham itu wilayahnya para investor profesional”. Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar. Para profesional dulunya juga merupakan investor awam. Melalui pengalaman, akhirnya mereka jadi profesional yang mampu meraih keuntungan besar melalui investasinya.Reksadana saham sepertinya menangkap kecenderungan tersebut. Di satu sisi, banyak orang yang ingin mencoba masuk ke bisnis saham. Di sisi lain mereka khawatir dengan risiko kerugian. Reksadana menawarkan investasi tanpa risiko bagi yang ingin tahu cara belajar investasi reksadana saham. Bagaimana bisa? Agar lebih jelas, berikut ulasannya.

Belajar Saham Dengan Modal Awal Rp100 ribu

Modal Saham Rp100 Ribu

Mereka yang masih pemula di dunia investasi saham tidak perlu khawatir dengan risiko kehilangan dana karena salah prediksi. Reksadana saham menawarkan kemudahan bagi para calon investor yang ingin tahu cara belajar investasi reksadana saham. Tidak perlu modal besar untuk memulainya. Hanya dengan modal Rp100 ribu, kita sudah bisa memulai investasi saham di reksadana.

Kalau mau serius, modal Rp100 ribu memang tidak akan cukup. Perlu waktu lama mendapatkan keuntungan yang berarti. Perhitungan keuntungan dengan modal tersebut tidak akan terlalu besar. Paling tidak, dengan uang itu kita bisa mempelajari mekanisme berbisnis melalui reksadana saham. Begitu gambaran pastinya sudah didapatkan, kita berani merogoh kocek lebih banyak untuk investasi.

Menggunakan Manajer atau Mengelola Sendiri

Anda bisa Menggunakan Jasa Manajer Investasi

Alasan mengapa tidak perlu pintar di dunia investasi saham, karena kita bisa memilih manajer investasi. Manajer investasi akan membantu sepenuhnya pengelolaan saham para investor. Investor yang sangat awam sekali pun tetap bisa berinvestasi aman dengan bantuan para manajer investasi ini. Manajer investasi dipekerjakan oleh investor. Bila kinerjanya tidak memuaskan, investor dapat menggantinya dengan manajer investasi lain.

Kalau menggunakan manajer investasi dirasa membuat kita kesulitan mempelajari investasi reksadana saham dengan cepat, atau sudah merasa cukup yakin terjun sendiri, tidak masalah bila tidak menggunakan manajer. Kita tidak perlu membeli saham melalui manajer investasi, namun langsung melalui bank.

Pelajari Cara Kerja Reksadana Saham

Pertama, dengan modal Rp100 ribu kita sudah bisa menanam saham. Kedua, ada manajer investasi yang akan mengelola saham. Dua kelebihan ini jadi alasan kuat bagi siapa saja untuk mulai berinvestasi di reksadana saham. Dengan investasi ratusan ribu rupiah, kita bisa belajar seluk beluk bisnis saham.

Walau begitu, ada baiknya jika para investor juga tahu cara kerja investasi reksadana saham. Jadinya, kita bisa mempelajari strategi investasi saham reksadana secara lebih efektif. Butuh waktu cukup lama untuk menguasai jenis investasi ini. Bahkan bisa dikatakan, investasi saham membutuhkan pembelajaran terus menerus.

Sebabnya, harga saham bergerak naik turun dengan cepat. Diperlukan pembacaan situasi dan prediksi yang cermat di sini. Prinsip jual beli saham itu sangat sederhana. Harga saham turun, beli. Harga saham naik, jual. Namun, karena naik turunnya cepat, investasi saham menjadi riskan. Salah-salah prediksi, uang malah melayang.

Faktor “intuisi” menjadi sangat penting. Nah, intuisi untuk membaca pergerakan saham tersebut membutuhkan pembelajaran dan pengalaman cukup lama. Secara perlahan, para investor pemula semakin awas dengan naik turunnya harga saham dan paham kapan harus membeli maupun menjual sahamnya.

Cepatnya fluktuasi harga saham membuat investasi semacam reksadana saham dianjurkan untuk mereka yang berniat melakukan investasi dalam jangka panjang. Paling tidak, investasinya sekitar 5-10 tahun.

Untuk awal, memahami mekanisme dasar investasi reksadana saham akan membantu para investor pemula. Kalau sudah mendapat gambaran mengenai perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik, mereka bisa lebih yakin akan menanamkan uangnya di perusahaan apa. Ini juga akan menjadi awal bagus untuk bermain saham sendiri tanpa bantuan manajer investasi.

Paling tidak, 3 hal di bawah ini perlu dipahami dulu saat hendak berinvestasi reksadana saham:

  1. Perbandingan – Bila tertarik dengan beberapa prospektus, bandingkan dengan cermat terlebih dahulu. Prospektus merupakan dokumen yang memuat informasi mengenai rencana pengembangan sebuah perusahaan. Juga termasuk ke dalam prospektus ini, penawaran perusahaan tentang penjualan saham.
  2. Performa – Perhatikan performa reksadana di periode lalu. Cermati apakah kinerjanya selalu konsisten berada di atas performa indeks pasar. Yang dimaksud indeks pasar, yaitu daftar berisi harga saham. Daftar ini memuat indikator pergerakan harian harga saham setiap perusahaan di Bursa Efek.
  3. Pergerakan – Perkirakan pergerakan ekonomi di masa mendatang. Ini bagian paling sulit. Kita perlu mempertimbangkan banyak faktor untuk memprediksi pergerakan ekonomi. Yang itu berarti, diperlukan kejelian dalam menganalisa informasi.

Simulasi Investasi Reksadana saham

Kalkulasi Potensi Keuntungan atau Kerugian

Sebelumnya sudah disampaikan, prinsip investasi reksadana saham sangat sederhana: saham turun, beli; saham naik, jual. Agar lebih jelas, berikut diberikan sebuah ilustrasi.

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, kita akhirnya membeli saham di PT. Selalu Untung sebanyak 3000 lembar. Harga per lembarnya sebesar Rp1.500. Dengan harga saham tersebut kita menanamkan modal sebesar Rp4,5 juta.

Setelah menunggu beberapa bulan, harga saham perusahaan PT. Selalu Untung rupanya naik menjadi Rp2.000 per lembar. Dengan selisih Rp500 per lembar, kita berpikir ini merupakan kesempatan untuk menjual saham. Bila 3.000 lembar saham milik kita dijual, perhitungan keuntungannya sebagai berikut:

Harga jual saham – Dana investasi = (3.000 x Rp2.000) – Rp4.500.000

= Rp6.000.000 – Rp4.500.000 = Rp1.500.000

Perhitungan keuntungan di atas masih belum bersih. Ada beberapa jenis biaya yang perlu dibayarkan oleh investor bila berinvestasi di reksadana, yaitu:

  • Subscriptionfee, yaitu biaya pembelian atas unit penyertaan
  • Redemptionfee, yaitu biaya penjualan kembali atas unit penyertaan
  • Switchingfee, yaitu biaya pengalihan atas unit penyertaan

Ilustrasi di atas tentunya hanya contoh. Harga yang diprediksikan naik malah turun. Perubahan harga ini bisa berlangsung sangat cepat. Bukan hanya performa perusahaan yang mempengaruhi naik turunnya saham. Masalah-masalah eksternal seperti masalah politik dalam maupun luar negeri sangat mungkin membuat harga saham anjlok tiba-tiba. Bisa juga harga saham tidak beranjak sama sekali selama beberapa waktu. Hal-hal seperti ini bisa membuat kita gregetan dan tidak sabar ingin menjual saham.

Karena itu, banyak yang menganjurkan agar penanaman modal dimaksudkan untuk jangka waktu yang lama. Dengan begitu, tren naik turunnya harga bisa diawasi. Akhirnya, investor tidak akan menderita kerugian besar karenanya.

Tetapkan Target

Naik turunnya harga saham yang sangat cepat inilah yang membuat kita perlu konsisten. Tetapkan target investasi sejak awal. Jika harga saham sudah naik sesuai dengan target kita, segera jual. Tidak masalah jika masih ingin menunggu, asalkan memang kita sudah benar-benar telah memperhitungkan dengan cermat.

Terutama bagi pemula yang ingin tahu lebih banyak mengenai cara belajar investasi reksadana saham. Tidak harus menunggu sampai bertahun-tahun baru menjual saham. Tidak masalah mendapatkan selisih keuntungan kecil di awal. Seiring waktu kita akan lebih jeli, kapan saham perlu dibeli dan kapan harus menjualnya kembali.

Src : cermati.com

Apa itu Saham? Apa Keuntungan & Kerugiannya?

Apa itu Saham? Apa Keuntungan & Kerugiannya?

Apa itu Saham? Apa Keuntungan & Kerugiannya?

Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham:

1. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham – atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

 

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:

1. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

 

2. Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

 

Artikel ini dicopy dr idx.co.id
design by : SahamPemula.com

Buka Rekening Saham Anda Bersama kami dan nikmati beragam kelebihannya…banner_KK_Palem

Belajar Saham : Margin Trading Saham

Belajar Saham : Margin Trading Saham

Belajar Saham : Margin Trading

Bagi orang-orang yang telah cukup lama menjadi Investor di pasar modal, baik investor jangka panjang ataupun jangka pendek, pasti sudah pernah mendengar tentang fasilitas Margin Trading. Namun belum banyak yang tahu, sebenarnya apa fungsi fasilitas margin trading ini.

 

Apa itu Fasilitas Margin Trading?

Margin trading adalah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan sekuritas bagi nasabahnya, yang memungkinkan para nasabah / investor untuk membeli saham beberapa kali lipat, dari jumlah yang seharusnya didapat dengan dana yang tersedia. Kenapa bisa begitu? Ya, istilah mudahnya kita dapat membeli saham lebih banyak karena perusahaan sekuritas memberikan kita pinjaman dana untuk kita bertransaksi saham.

Masih bingung? Liat contoh ilustrasi berikut:

saham_pemula_a02Boy memiliki dana sebesar 100 juta rupiah di dalam rekening dana investor yang dapat dia gunakan untuk membeli saham. Di saat yang tepat pula ia ingin membeli saham yang menurutnya bagus dan dalam tren naik (bullish). Dan dia ingin membeli saham dalam jumlah besar, namun dana yang dia punya hanya seratus juta. Nah, dalam kasus ini boy dapat meminta fasilitas Margin Trading kepada perusahaan sekuritas, dengan fasilitas ini Boy bisa membeli saham yang dia mau hingga mencapai batas / Limit 300 Juta. Besaran limit tiap perusahan sekuritas berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

Dalam  margin para investor dikenakan beban bunga, seperti pada umumnya ketika kita berhutang (tiap perusahaan sekuritas berbeda). Jika biasanya dalam berhutang kita memberikan jaminan barang ataupun surat – surat penting, maka dalam  margin trading ini yang dijaminkan adalah saham yang kita beli tersebut.

Namun, ada hal lain yang perlu diketahui dari fasilitas margin trading ini, yaitu tidak semua saham bisa ditransaksikan secara margin. Hanya saham pilihan saja yang memenuhi syarat, salah satu syaratnya adalah perusahaan yang mempunyai fundamental yang bagus, dan yang mengeluarkan data saham perusahaan apa saja yang dapat dibeli menggunakan fasilitas margin trading adalah Bursa Efek Indonesia.
Fasilitas ini cukup membantu bagi para Trader saham, namun sebelum menggunakan fasilitas ini, sebaiknya pelajari dulu bagaimana memanfaatkan fasilitas margin trading, jangan malu untuk bertanya secara detail tentang aturan margin kepada perusahaan sekuritas.

Lalu bagaimanakah dengan fasilitas margin trading di Phillip Securities Indonesia?

saham_pemula_a03Tentu saja tersedia, sebagai salah satu perusahaan sekuritas terbaik di Indonesia, Phillip Securities Indonesia menyediakan fasilitas Margin Trading juga untuk para nasabahnya.

Batas limit margin trading di Phillip Securities Indonesia hingga Rp, 500 Juta, dan biaya yang dikenakan untuk pemakaian fasilitas margin ini, hanya sebesar 0,045% perhari yang akan diakumulasikan dalam perhitungan bulanan.

Lalu bagaimanakah untuk menikmati fasilitas margin trading ini? Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menikmati fasilitas Margin ini, namun yang paling terpenting adalah Anda harus menjadi nasabah Phillip Securities Indonesia terlebih dahulu. Kemudian Anda juga harus memiliki asset/portofolio minimal Rp. 200 juta. Tertarik menggunakan fasilitas ini?

Untuk informasi lebih jauh seputar margin trading Phillip Securities Indonesia, Anda dapat menghubungi Customer Care kami di 021 – 57 900 900.

“Be A Smart Investor With Phillip Securities Indonesia”

Buka Rekening Saham Anda Bersama kami dan nikmati beragam kelebihannya…banner_KK_Palem

TUTORIAL CARA MEMBELI SAHAM

TUTORIAL CARA MEMBELI SAHAM

TUTORIAL CARA MEMBELI SAHAM

Berikut ini tutorial cara membeli saham buat pemula di Bursa Efek Indonesia :

1. Pastikan kamu udah install aplikasi ProTrader dr Phillip Securities Indonesia. Jika belum punya bisa download disini.

2. Buka Aplikasi PROTRADER dengan mengakses START – PROTRADER, atau START – ALL PROGRAM – PT.PHILLIP SECUTIRIES INDONESIA – PROTRADER

klik-protrader

3. Akan muncul windows pop up seperti dibawah ini lalu Login menggunakan USER ID dan klik SIGNIN

login-protrader

4. Setelah itu kamu akan dibawa ke halaman awal protrader seperti dibawah ini :

halaman-awal-protrader

5. Klik BUY dimenu kanan atas, lalu akan muncul kolom ORDER BUY berwarna MERAH seperti ini yang mencantumkan berapa uang CASH kamu dan nilai EQUITY (Nilai aset yg bisa dijadikan jaminan untuk meminjam margin) 

klik-buy

6. Isi Kode Saham yang ingin kita beli, harga berapa dan berapa lot kemudian klik BUY, akan adakonfirmasi sekali lagi lalu tekan OK

isi-buy

7. Pantau Status Orderan kita melalui menu ORDER STATUS, jika statusnya ORDER DONE maka kita sudah berhasil membeli sahamnya 🙂

8. Have Fun!

Demikian tutorial cara membeli saham menggunakan aplikasi ProTrader dari Sekuritas Phillip Securities Indonesia, jika ada pertanyaan silakan tinggalkan komentar dibawah artikel ini. Jika kamu belum punya rekening saham dan ingin mencoba aplikasi ini, km bisa request account demo atau bahkan langsung buka account dengan cara menghubungi : 021-225221 47/48 or Whatsapp : 0811-9195-998.

Salam,
Dian SW – Trader at Indonesian Stock Exchange & Foreign Exchange
Contact me via Facebook
Telegram : @diansw

Artikel ini ditulis oleh : Dian SW
Design Oleh : SahamPemula.com

Buka Rekening Saham Anda Bersma kami dan nikmati beragam kelebihannya…banner_KK_Palem

Cara Membeli Saham

Cara Membeli Saham

www.SahamPemula.com Yeayy… setelah tau cara membuat account saham dan jadi salah satu investor saham di Indonesia skg yuk kita mulai ke langkah gimana sih cara membeli saham? Ah ya untuk para pembaca yang baru, untuk dapat membeli saham, pastikan kamu udah punya rekening saham / account saham dulu yaa… Baca di : Cara Membuat Account Saham


saham_bid_ask2Untuk bisa membeli saham nih kamu perlu ketahui dl beberapa istilah yang berkaitan erat dengan jual beli saham :

  1. Minimal transaksi saham itu adalah 1 lot dan 1 lot adalah 100 Lembar Saham.
  2. Harga yang beredar di market IHSG adalah harga per-lembar saham
  3. Ada Fee yang harus kita bayar untuk setiap transaksi pembelian dan penjualan, Fee standard adalah Buy 0.2% & Sell 0.3% (Fee ini merupakan Fee yang dianjurkan oleh bursa kepada sekuritas untuk diterapkan kepada nasabahnya)
  4. ASK adalah harga Anti Jual sedangkan BID adalah harga Antri Beli.
    • Klo kamu mau beli kamu harus ambil harga ASK karna disana ada org yg mau jual, so match deh transaksi kamu. Tapi klo km merasa harga ASK terlalu mahal, kamu bisa antri beli di harga BID (karena antri jadi ga pasti posisi kita nanti beneran kebeli ya, tunggu harga bergerak ke harga antrian kamu baru bisa kebeli)
    • Klo jual kamu pasang di harga BID supaya saham kamu langsung laku ke pembeli, tapi klo kamu rasa harga BID kemurahan buat jual kamu bisa pasang antri jual di deretan harga ASK (sama ya, saham kamu belum tentu laku tergantung harga marketnya sampe ke harga yg kamu mau jual atau engga)

Okayy… sekarang ada 3 hal yang harus Kamu tentukan untuk bisa membeli saham :

  1. Saham apa yang mau kamu beli, dan kamu harus tau Kode Saham dari perusahaan tersebut, biasanya terdiri dari 4 digit.
  2. Dan mau beli di Harga Berapa?
  3. Berapa banyak Jumlah Lot yang mau kamu beli?

Contoh :

  • Mau beli Saham ASII (Astra International Tbk)
  • Mau beli di Harga 6300 /Lembar
  • Misal kamu punya uang 2jt, gini cara nentuin jml lot nya = 2jt : 100 (Inget 1 lot itu 100 lembar) : Harga beli 6300. Jadi 3.174 tapi kamu ga bisa masukin koma-komaan, hehee tapi harus bulett… so kamu bisa beli 3 lot

Begini nih cara kamu bayar pembelian saham kamu :

saham_pemula_a01Kamu harus bayar pembelian saham dengan menghitung sbb : 3 x 100 x 6300 = 1.890.000 terus ditambah fee pembelian 0.2% (3.780). Jadi total yang harus kamu bayar adalah 1.893.780. So, Sisa Uang kamu yg ada di Account Saham adalah = 106.220

Oh ya dear, itu sebelum beli saham kamu harus setor dl ke rekening RDI yang pas buka account di sekuritas ya, karna nanti uangnya akan dipotong darisana. Trus klo kamu ada jual, nanti uangnya juga akan masuk kesana, jd klo mau tarikdana harus ajuin dl ke sekuritasnya mo tarikdana dari RDI ke bank Pribadi.

Nah untuk masukin ordernya sendiri, coba kamu tanya ama sales dari broker saham kamu… ga susah koq..  tinggal ketik-ketik & klik, tapi hati-hatiiiii jangan sampe salah input. Soalnya kadang suka denger curhatan temen yg niat jual eh salah masukin jd beli, hahaa… barang bukannya abis kejual malah jd nambah, jangan jangan yaaa… hati-hati ini duit beneran dan bisnis ini pun harus dg sepenuh hati 🙂 Baca Juga : Tutorial Cara Membeli Saham

Tips buat kamu yg merasa agak KAKU, awal-awal coba aja ordernya titip ke broker minta mereka yang pasangin. Ini Cuma buat kamu belajar pahamin aja, ga dianjurin sih utk terus-terusan order ke broker, selain fee lebih mahal juga kekna enakan masukin sendiri…. Titip ke broker mah buat kadang-kadang aja klo mmg pas km ga bisa order sendiri 🙂

Demikian ya, cara untuk membeli saham… setelah ini saya akan berusaha menjelaskan istilah-istilah yang umum digunakan oleh trader.

Salam,
Dian
Telegram : @diansw

Perlu bantuan untuk pembukaan rekening saham? Kontak saya disini

Cara Bermain Saham

Cara Bermain Saham

saham_pemula_01www.SahamPemula.com Hai traders… kamu mau belajar cara bermain saham? Berikut langkah-langkah apa saja yang perlu kamu persiapkan dan kamu ketahui sebelum memulai bermain saham.

  1. Membuka Rekening Efek di Sekuritas Saham

Sekuritas atau nama lainnya Anggota Bursa atau biasa juga disebut dengan Broker Saham adalah perusahaan dimana kita sebagai seorang trader / investor membuka rekening  efek supaya dapat bertransaksi di pasar saham.

Jadi traders, langkah pertama agar km bisa disebut trader saham / investor saham adalah mempunyai rekening efek. Rekening efek berfungsi sebagai penyedia fasilitas untuk bertransaksi saham. Seperti kamu membeli suatu saham maka saham yg kamu beli akan tersimpan di rekening efek, juga dana untuk membayar pembelian yang km lakukan jg harus tersedia di rekening efek ini. Baca Juga :  Tips Memilih Broker Saham dan Cara Membuka Rekening Saham

  1. Mempersiapkan Dana untuk Bermain Saham

Uang_saham_pemula_01Modal awal untuk bisa bermain saham memang beragam tergantung dr kapasitas masing-masing trader / investor itu sendiri. Biasanya saat membuka rekening efek akan ditentukan deposit awal minimal untuk pembukaan account senilai 1jt rupiah. Deposit awal 1jt ini dapat langsung kita gunakan untuk membeli saham.

Rata-rata trader / investor menyetorkan dana sekitar 100-200jt rupiah, kadang ada yg dibawah itu dan ada juga yg menyetorkan dana jauh lebih besar hingga 5M dst…

  1. Memulai Bermain Saham

Setelah memiliki rekening efek dan menempatkan dana, langkah selanjutnya adalah kamu mulai bermain saham. Mulailah memilah-milah saham apa yang akan kamu beli, karna jumlah saham yang beredar di market sangat buanyak sekali diatas 400 jenis saham.

Baca juga  : Tips Memilih Saham Yang Tepat

  1. Mulai Membeli Saham

Mulailah dengan login account efek kamu, kemudian memasukan username, password & pin code. Setelah login, masuk menu “BUY” kemudian masukan KODE SAHAM yang ingin kamu beli, berapa jumlah saham yang ingin kamu beli & juga di harga berapa kamu ingin membeli saham tersebut.

saham_pemula_03Berikut beberapa contoh Kode Saham untuk beberapa perusahaan yang familiar dikehidupan sehari-hari :

  1. ASII – Astra International Tbk
  2. UNVR – Unilever Indonesia Tbk
  3. INDF – Indofood Sukses Makmur Tbk
  4. TLKM – Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  5. IHSG – Index Harga Saham Gabungan <— ini nama index Indonesia kita, atau familiar di dunia International dengan sebutan IDX (Indonesian Index).

Oh ya traders, harga saham yang kamu lihat dimarket itu adalah harga satuan per-lembar saham. Sedangkan satuan untuk dapat bertransaksi saham itu minimal 1 lot. 1 lot merupakan gabungan dari 100 lembar saham.

Nah jadi kalau kamu mau membeli saham ASII minimal kan 1 lot alias 100 lembar (sekarang saat artikel ini ditulis harga ASII adalah 6175/ Lembar Saham). So klo kamu mau beli saham ASII, kamu harus bayar 6175 x 100 Lembar = 617.500 belum termasuk Fee. Untuk detail mengenai hitungan pembelian saham dan lebih lengkap Baca juga : Cara Membeli Saham

Baiklah sekian dulu artikel mengenai cara bermain saham, selamat bergabung dengan jutaan warga Indonesia lainnya yang mengerti dunia Pasar Modal, welcomeee 🙂

Salam,
Dian SW – Trader at Indonesian Stock Exchange & Foreign Exchange
Contact me via Facebook
Telegram : @diansw

Design oleh : SahamPemula.com

Buka Rekening Saham Anda Bersama kami dan nikmati beragam kelebihannya…banner_KK_Palem

Tips Memilih Broker Saham

Tips Memilih Broker Saham

saham_pemula_05www.SahamPemula.com Yapp mari kita pelajari tips memilih Broker Saham yang sesuai dengan kamu. Di Indonesia banyak sekali perusahaan-perusahaan sekuritas yang menawarkan jasa mereka menjadi broker saham atau biasa juga disebut dengan perantara perdagangan efek.

Berikut beberapa tips untuk memilih broker saham :

  1. Broker dg Sales Help-Full

Ini sih udah pasti berguna banget buat kamu, apalagi kamu yang masih pemula penting banget dapt sales yang ok bin kece. Karena selain bantu km buat buka rekening, sales juga harus bisa bantu kamu dg masalah2 para newbie, seperti bagaimana pasang orderan atau bantu km pilihin saham juga harga yang bagus sebelum km bisa menentukannya sendiri.

  1. Broker dengan Fee Standar

Pilihlah broker dengan fee yang standar, tidak mahal yapi juga tidak terlalu murah. Banyak broker yang menawarkan fee murah, bahkan dapat dibilang terlalu murah. Hati-hati dengan broker seperti ini, karena dr segi bisnis mereka para broker menghasilkan uang dari fee sehingga apabila terlalu jor-jor-an banting fee maka mungkin saja si broker mencari uang dg cara yg lain yang berbau udang dibalik bakwan ? (who knows, hanya berjaga2)

  1. Broker Dengan Bunga Margin Rendah

Memang bagi pemula di pasar saham sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan dana margin (hutang). Karena hutang dapat menjadi pisau mata 2, dimana saat profit maka profit kamu akan double menjadi 2x lipat persentase-nya atau bahkan lebih karena jumlah modal yang kamu gunakan menjadi lebih besar.

program-sahamNamun perlu diingat pula pada saat km rugi, km juga bisa mengalami kerugian lebih besar dari yang sewajarnya karena kerugian kamu berkali lipat sesuai dg jml modal yang km gunakan sehingga penting untuk memilih broker dengan bunga margin yang rendah. Untuk berjaga-jaga sekalinya kamu bandel dan kegatelan menggunakan hutang margin, maka km ga bakal ditotok terlalu banyak untuk membayar bunga. Ga lucu kan udah rugi, disuruh bayar bunga mahal lagi kan jd kek udah jatuh ketimpa tangga digigit anjing pula, sakiiit atuhh :p

  1. Broker dg Aplikasi Canggih

Aplikasi yang canggih ini memang relatif ya. Tapi kalau bisa cari broker yang menyediakan beberapa pilihan penggunaan aplikasi buat kamu bermain saham. Contohnya kamu bisa akses via aplikasi di PC, bisa juga via Website doangan, atau pas lagi mobile bisa buka pake aplikasi di Android atau Ios aja, bahkan lebih bagus lagi km bisa buka pake HP jadul doangan asalkan terkoneksi ke Internet.

Lebih bagus lagi klo broker kamu bisa terima orderan via chating atau via telp. Kenapa ini penting? Karena sapa tau ya kamu pas lagi di antah berantah trus mau transaksi saham kan jd mudah, dibanding cuma ngotot transaksi pake laptop doangan :p

  1. Fasilitas Tambahan

Banyak broker saat ini yang menyediakan fasilitas tambahan, seperti Phillip Sekuritas misalnya. Mereka memberikan data Realtime untuk aplikasi amibroker secara gratis. Ya lumayan kan klo kita pengguna amibroker, daripada bayar biaya langganan sampe berjuta-juta setiap tahun, ya mending pake broker ini bisa dapet data gratis.

  1. Fitur Auto Order

Kadang-kadang fitur auto order sangat berguna untuk kita yang sedang tidak sempat memantau pergerakan harga market. Ga lucu kan lagi asik-asik dinas luar kota pas ngecek harga saham eh tiba2 dah nyusruk ke dasar neraka yang mengakibatkan modal kita nyangkut dan menampilkan kerugian yang menganga? Nah untuk itu penting memilih broker yang menyediakan fitur auto order, supaya kita bisa mempersiapkan the worst case kalo-kalo saham ancur lebur jd kita bisa tetap aman jaya sentosa karna udah pasang Stop Loss.

Sementara paling itu dulu aja yang perlu kita perhatikan saat pemilihan broker, tar lama-lama semakin kita mengerti maka semakin kita akan pintar memilah milah broker. Atau bahkan mungkin nantinya km bisa punya 3-6 account di sekuritas berbeda hanya untuk merasakan sensasi keuntungan dari tiap2 broker, hehe :p

Salam,
Dian SW – Trader at Indonesian Stock Exchange & Foreign Exchange
Contact me via Facebook
Telegram : @diansw

Design oleh : Sahampemula.com

Buka Rekening Saham Anda Bersama kami dan nikmati beragam kelebihannya…banner_KK_Palem