Buku Saham Pemula – GRATIS !

Buku Saham Pemula – GRATIS !

Buku Saham Pemula & Investasi Terbaik Untuk Investor Pemula – Sangat penting banget lho, untuk kamu buat belajar saham pemula agar dapat paham segala sesuatu tentang investasi saham. 

Dengan cara investasi jangka panjang, maka akan membuat pemain saham mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang.

Tetapi, meskipun berinvestasi lebih cepat lebih baik memang sangatlah penting, namun kamu harus berinvestasi dengan bijak juga.

Baca Juga: Pentingnya Mengajarkan Uang Pada Anak Sejak Dini

Maka dari itu untuk mampu berinvestasi saham dengan pintar, konon kita harus memiliki sebuah pengalaman ?. Tapi kita pemula, jadi bagaimana dong ?

Oklah. Pengalaman memang guru tehebat, bagi para investor saham.  Tetapi buat saham pemula mencari pengalaman bisa menjadi cara belajar yang sangat mahal lho, apalagi asal tabrak sana sini.

Makanya, daripada kita musti belajar dgm trial dan error melulu. Salah satu cara mendasar adalah dengan membaca buku saham mengenai trading dan investasi.

Kita mendapatkan menjadi cara yang lebih efektif untuk belajar, paling tidak dasar-dasarnya kita mengerti.

Dengan membaca buku saham yang tepat, memungkinkan kita ntuk memperoleh keuntungan dari pengalaman orang lain.

Baca Juga: Tertarik Berinvestasi Reksadana? Yuk Kenali Keuntungan Dan Resikonya

Makanya sebagai pemula, Kamu jangan sampai salah melangkah.

Banyak dari kita yg sedang mencari pilihan akan potensi dari sebuah konsep kebebasan finansial, salah satunya dari dunia saham.

Dunia saham tidaklah mutlak harus dimulai dengan menggunakan modal yang besar.

Buku Saham PemulaNah, dari team Belajar Saham Pemula sudah minta ijn dari traders ikonik Indonesia Bpk. Santo Vibby yg buku2nya National Best Sellers, dimana kita berikan Buku Saham Pemula dalam bentuk ebook secara gratis.

Dalam ebook yang disediakan oleh SahamPemula.com, Anda akan kaget menemukan bahwa dengan 100rb saja, Anda bisa merintis jalan untuk menjadi kaya.

Nah silahkan langsung download aja disini –> Buku Saham Pemula, yang bahkan tidak tahu bagaimana utk memulainya

Buat teman-teman yang hendak belajar saham lebih dalam, kamu jg bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia <– klik disini atau juga bisa order langsung via whatsapp kami.

Indikator Saham : Memanfaatkan MACD sebagai Signal Jual & Beli Saham

Indikator Saham : Memanfaatkan MACD sebagai Signal Jual & Beli Saham

SahamPemula.com – MACD atau kepanjangan dari Moving Averages
Convergence-Divergence adalah salah satu indikator saham yang umum digunakan investor saat menganalisa pergerakan harga saham.

MACD merupakan indikator trend following dan juga momentum indikator  karena MACD merubah dua trend-following indikator (MA) menjadi momentum oscillator dengan mengurangi MA yang lebih panjang dengan MA yang lebih pendek.

MACD kurang cocok digunakan untuk mengidentifikasi level overbought and oversold karena tidak ada batas atas dan batas bawah.

Indokator MACD sebagai Signal Jual & Beli

Ada 4 cara penggunaan MACD sebagai signal jual & beli :

  1. Signal line crossovers
    • Bullish crossover terjadi ketika MACD berbelok ke atas dan memotong ke atas signal line.
    • Bearish crossover terjadi MACD berbelok ke bawah dan memotong ke bawah signal line.
    • Signal line crossover bisa berlangsung hanya beberapa hari atau bisa berbulan-bulan tergantung pada kekuatan trend
  2. Centerline crossovers
    • Bullish centerline crossover terjadi ketika MACD bergerak di atas garis nol (centerline) dan berubah menjadi positif. Ini terjadi ketika EMA 12 hari pada harga bergerak di atas EMA 26 hari. MACD akan tetap positif selama uptrend bertahan.
    • Bearish centerline crossover terjadi ketika MACD bergerak di bawah garis nol (centerline) dan berubah menjadi negatif. Ini terjadi ketika EMA 12 hari pada harga bergerak di bawah EMA 26 hari. MACD akan tetap negatif selama downtrend bertahan.
    • Centerline crossover bisa berlangsung hanya beberapa hari atau bisa berbulan-bulan tergantung pada kekuatan trend.
  3. MACD histogram
    • Signal jual terjadi ketika MACD histogram berada di atas garis nol (centerline) dan makin mengecil (berkurang tingginya) ke bawah mendekati garis nol
    • Signal beli terjadi ketika MACD histogram berada di bawah garis nol (centerline) dan makin mengecil (berkurang tingginya) ke atas mendekati garis nol.
  4. MACD divergences
    • Bullish divergence terjadi ketika harga saham membentuk lower low tetapi MACD membentuk higher lowLower low pada harga saham menunjukkan downtrend, tetapi higher low pada MACD menunjukkan downside momentum semakin melemah. Pelemahan ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya trend reversal.
    • Bearish divergence terjadi ketika harga saham membentuk higher high tetapi MACD membentuk lower highHigher high pada harga saham menunjukkan uptrend, tetapi lower high pada MACD menunjukkan upside momentum semakin melemah. Pelemahan ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya trend reversal.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Indikator Saham MACD Sebagai Signal Jual & Beli, semoga bermanfaat.

Salam Trading & Investing,

SahamPemula.com (2017, Sept 13)

Belajar Saham : Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Belajar Saham : Cara Menggunakan Indikator Moving Average

SahamPemula.com – Moving Average atau pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dapat digunakan sebagai acuan arah market yang akan terjadi selanjutnya.

Bagaimanakah cara menggunakan Indikator Moving Average? Mari kita bahas…

Indikator saham ini tidak memprediksi harga, melainkan mengindentifikasi trend yang sedang terjadi sekarang. Indikator saham Moving Average juga dapat berfungsi sebagai suport & resisten sebagai signal beli dan jual. Namun karena MA adalah trend following indicators maka akan selalu terlambat, jadi jangan berharap untuk menjual di top dan membeli di bottom. MA juga tidak efektif dipakai pada market yg sideways atau bergerak dalam trading ranges.

  • Simple Moving Averages (SMA)
  • dihitung berdasarkan harga rata-rata selama periode tertentu . Pada umumnya  yang dipakai adalah closing prices.  Mencerminkan harga rata-rata yang sesungguhnya dari seluruh periode, sehingga lebih cocok untuk mengidentifikasi level suport dan resisten.Contoh perhitungan SMA 5 hari:Closing prices : 200, 210, 220, 230, 240, 250, 260

    SMA pertama = (200+210+220+230+240) / 5 = 220
    SMA kedua = (210+220+230+240+250) / 5 = 230
    SMA ketiga = (220+230+240+250+260) / 5 = 240

  • Exponential Moving Averages (EMA)
    dihitung dengan memberikan porsi yang lebih besar pada harga terakhir sehingga memberikan respon lebih cepat pada harga terakhir dan mengurangi lag yang terjadi. EMA berbelok lebih cepat dari SMA.Cara Hitung  EMA :

    {Closing price – EMA(hari sebelumnya)} x multiplier + EMA(hari sebelumnya)

    Hitung SMA
    Hitung weighting multiplier : 2 / (periode + 1)

 

Periode Moving Averages

Pilihan periode Moving Averages yang dipakai tergantung dari  gaya trading masing-masing orang.

  • Moving Averages 5-20 hari lebih cocok dipakai untuk trading jangka pendek.
  • Moving Averages 20-60 hari lebih cocok dipakai untuk trading jangka menengah.
  • Investor jangka panjang lebih cocok memakai Moving Averages 100 hari atau lebih.

 

Moving Averages  sebagai Support dan Resistance

Indikator saham Moving Averages juga bisa digunakan sebagai suport & resisten dimana apabila garis moving average berada dibawah harga sekarang maka level moving average tsb akan menjadi level suport demikian pula apabila garis moving average berada diatas harga sekarang maka garis tsb cenderung menjadi resisten.

Moving Average sebagai Signal Beli

Dengan menggunakan MA Crossover kita dapat menjadikannya sebagai signal beli apabila

Price Crossover : Harga memotong ke atas MA (bullish crossover) –> signal beli
Double Crossover : MA pendek memotong ke atas MA panjang (bullish crossover) -> signal beli

 

Moving Average sebagai Signal Jual

Dengan menggunakan MA Crossover kita dapat menjadikannya sebagai signal jual apabila

Price Crossover : Harga memotong ke bawah MA (bearish crossover) –> signal jual
Double Crossover : MA pendek memotong ke bawah MA panjang (bearish crossover) -> signal jual

Signal jual & beli menggunakan Moving Average Price Crossover

Signal jual & beli menggunakan Moving Average Double Crossover

Demikian ulasan kali ini mengenai cara menggunakan indikator moving average. Semoga bermanfaat 🙂

Salam Trading & Investing,

SahamPemula.com (2017, Sept 12)

Suport & Resisten, Cara Pintar Trading Saham!

Suport & Resisten, Cara Pintar Trading Saham!

Sahampemula.com – Pernahkah kamu mendengar mengenai suport & resisten? Dengan hanya menggunakan metode ini sebenarnya kamu sudah bisa menentukan cara pintar trading saham.

Dengan menggunakan Analisa Teknikal, tentu saja mempelajari suport & resisten dinilai sangat penting demi menunjang keputusan kita dalam bertransaksi saham.

Suatu harga saham akan bergerak pada range suport & resisten, dimana suport menjadi batas bawah dan resisten menjadi batas atasnya.

Pengertian Suport

Apa itu suport? Suport adalah dukungan. Dengan demikian, apabila harga saham menyentuh atau mendekati harga suport maka diperkirakan pada level tersebut akan ada dukungan harga sehingga harga cenderung akan memantul kembali keatas. Pada saat harga saham mendekati suport, maka saat itulah waktu yang tepat bagi para investor saham untuk membeli saham tersebut dan mendapatkan harga terbaik.

Level suport biasanya akan menjadi batas bawah harga saham, jarang sekali harga saham bergerak turun dibawah melewati level suport kecuali ada sesuatu yang kurang bagus terjadi. Dan apabila harga turun melewati level suport biasanya akan disebut dengan istilah break down.

Breakdown merupakan suatu indikasi bahwa kita sebagai investor harus berhati2 karena harga cenderung akan melanjutkan penurunannya sampai ke level suport selanjutnya.

Cara menarik garis Suport

Kamu bisa dengan mudah mengetahui level suport suatu saham hanya dengan menarik garis pada chart. Cara membuat garis suport adalah dengan menggabungkan titik terendah ke titik terendah selanjutnya. Setelah itu, kepanjangan dari garis tersebut akan menjadi level suport yang akan menopang pergerakan harga saham.


cara menarik garis suport

Sebagai investor maupun trader sangat bijak untuk menunggu membeli saham saat harga mendekati suport.

Pengertian Resisten

Apa itu resisten? Resisten merupakan lawan dari suport, yang artinya adalah tahanan. Pada saat harga naik dan menyentuh level resisten biasanya akan terjadi tahanan sehingga kenaikan hargapun cenderung terhenti dan akan mulai kembali memantul kebawah. Level resisten sangat cocok untuk dijadikan target jualan saham yang sudah kita miliki.

Kenaikan harga akan mengalami kesulitan untuk bisa menembus Level resisten, namun apabila terjadi sesuatu yang bagus maka mungkin saja harga merangkak naik melewati level resisten. Kejadian ini biasanya disebut break out  

Break out merupakan suatu indikasi market bahwa terjadi sesuatu yang bagus terhadap saham tersebut, dan harga cenderung akan melanjutkan kenaikannya menuju level resisten selanjutnya.

Cara Menarik Garis Resisten

Sama seperti menarik garis suport, menarik garis resistenpun cukup mudah. Kamu hanya perlu menggabungkan garis dari titik tertinggi ke titik tertinggi selanjutnya. Kepanjangan dari garis ini akan menjadi level resisten yang akan menahan pergerakan harga saham didalamnya.

Cara Pintar Trading Saham

Dengan mengetahui level suport & resisten kita sebagai investor saham akan dimudahkan untuk melakukan transaksi saham karena dapat memprediksi kemana harga akan turun dan kemana pula harga akan naik.

Jika harga turun, maka harga cenderung akan menuju ke level suport. Lalu, pada saat harga mendekati atau menyentuh level suport maka saat itulah waktu yang pas untuk buy saham.

Sedangkan pada saat harga naik, maka harga cenderung akan menuju ke level resisten, dan apabila harga mendekati atau menyentuh level resisten maka disaat itulah sebaiknya kita melakukan sell saham.

Tidaklah sulit untuk bisa menganalisa saham menggunakan suport & resisten namun diperlukan banyak praktek agar terbiasa dalam menarik garis suport & resisten, jika kamu ingin belajar lebih lengkap mengenai suport resisten dan analisa teknikal terutama candlestick. SahamPemula.com sangat merekomendasikan kamu membaca buku ini :

Menghasilkan Keuntungan dari Main Saham

Menghasilkan Keuntungan dari Main Saham

www.SahamPemula.com – Menghasilkan Keuntungan dari Main Saham adalah tujuan bisnis trading kita. Berbisnis yang berarti utk Menghasilkan Profit dan Meminimalisir Resiko, ada beberapa saran untuk kamu meminimalisir resiko ya sekaligus bisa ngasilin profit juga 🙂

  • Yang pertama adalah pemilihan saham untuk di tradingkan atau diinvestasikan. Kita harus pintar memilah-milah saham mana yang akan kita beli, walaupun terlihat akan sedikit sulit untuk memilih 1 diantara 500an saham yang beredar di IHSG tapi percayalah kalo kamu memilih saham yang tepat, kamu sudah meminimalisir resiko sekaligus memberikan peluang mendapatkan profit yang lebih besar dibanding dg saham yg “kurang tepat”.

Tips utama untuk memilih saham yang tepat adalah dengan memilih saham Blue Chip dan Second Liner, dan saya sangat merekomendasikan untuk Menghindari Saham Gorengan. Bolehhh kamu maen saham gorengan, tapi harus tau diri, tau waktu, tau uang, tau rugi juga yaa… please jangan full power walo sebenernya tetap aja rekomenasiin Tidak. Nih beberapa saham BlueChip & Second Liner, sisanya kamu cari sendiri ya :p

√ AALI                          √ BBCA                 √ BSDE                  √ ICBP                   √ LSIP                  √ SSMS

√ ADHI                         √ BBNI                 √ BWPT                 √ INCO                  √ MAPI                 √ TINS

√ ADRO                        √ BBRI                 √ CMNP                 √ INDF                  √ PGAS                 √ TLKM

√ AISA                          √ BBTN                √ CTRA                  √ INTP                   √ PTBA                 √ UNTR

√ AKRA                        √ BDMN               √ CTRS                  √ ITMG                  √ PTPP                 √ UNVR

√ ANTM                       √ BJBR                 √ GGRM                √ JSMR                  √ SMCB                √ WIKA

√ ASII                           √ BMRI                √ GJTL                   √ KLBF                   √ SMGR               √ WSKT

√ ASRI                          √ BNGA               √ HMSP                  √ LPKR                  √ SMRA                √ WTON

  • Yang kedua adalah menentukan harga yang tepat untuk melakukan entry buy maupun exit sell. Cara ini selain pake feeling analisis, kamu juga harus pake analisa teknikal loh… so jangan males belajar teknikal analisis yaa… ini penting banget buat bantu kamu menentukan harga buy dan sell jangan asal nebak. Teknikal analisis itu mencakup ttg : Dow Theory, Suport & Resisten, Breakout, Breakdown dsb… Kamu bisa googling-googlig tentang belajar teknikal analisis atau baca dari buku, kalau mau lebih lagi mungkin kamu bisa ikut seminar biar langsung latihan dan belajar langsung dr senior yang mmg sudah mengerti TA.
  • Yang ketiga adalah Money Management, kamu harus pintarrrr sekali mengatur keuangan kamu. Sama kek dikehidupan sehari-hari, saat trading juga perlu banget mengatur keuangan dan Cash Flow di account saham kamu.
  • Dan yang keempat, sebenernya ini menentukan diatas 50% apakah kamu profit or not. Ini adalah Mindset, Psikologi Trading dan Pola Pikir kita terhadap bisnis saham ini. Jadiii kamu harus selalu berpikiran positif juga tidak terbawa emosi. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, daann kalo pas rugi, jangan mengutuk diri… terima bahwa semua yang kita lakukan mengandung resiko… Nyetir mobil aja beresiko kecelakaan koq, bahkan nafas aja beresiko hayo coba sapa tau udara yang kamu hirup itu mengandung racun? Jadiii, Trading juga ada resikonya, yang penting kita tetap hai-hati dan sebijak mungkin meminimalisir resiko tsb. Pokoknya stay positif J

Sebenarnya masih ada lagi poin-poin lainnya seperti Trading Plan, Pengenalan Karakter Saham, Sentimen Market dsb dsb… Tapi kita belajar 1-1 dulu saja, yang penting diterapkan 🙂

Oh yaa… saya suka sekali dengan kalimat ini :

“Investasi itu seperti butiran pasir, ia tidak perlu bersikukuh ngotot untuk menjadi mutiara. Cukup tinggal didalam kerang dan menikmati setiap proses pertumbuhan, maka seiring waktu dengan sendirinya ia akan menjadi MUTIARA”

Kita juga sama, ga usah ngotot tiba-tiba menjadi trader profesional yang kaya raya… cukup dengan belajar satu per satu kemudian menjalankannya dengan sungguh-sungguh dengan seiring berjalannya waktu menjalani setiap proses pertumbuhan…

Salam,
Dian SW – Trader at Indonesian Stock Exchange & Foreign Exchange
Contact me via Facebook
Telegram : @diansw

Artikel ini ditulis oleh : Dian SW
Design by Saham Pemula

Hemat waktu anda dengan mengikuti Seminar Saham Basic to Advance
Trading & Investing Mastery Course by SVTA