Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Seperti yang kita ketahui bahwa Pemerintah telah mengumumkan pemindahan ibukota yaitu dari Jakarta ke wilayah antara kabupaten Kutai Kertanegara di Provinsi Kalimantan Timur pada 26 Agustus 2019. Lalu bagaiman dampak pemindahan ibukota terhadap investasi saham? Jika dalam jangka pendek hal ini tentu belum ada pengaruhnya, dikarenakan hal tersebut berbeda dengan kebijakan-kebijakaa besar sebelumnya, misalnya pada tahun 2016 terdapat amnesti pajak yang disambut positif oleh para pelaku pasar. Pemindahan ibukota akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional dalam jangka panjang, namun menurut para pengamat analisis prosesnya memakan waktu paling lama sekitar 5-10 tahun.

Dengan adanya pemindahan ibukota ini maka akan ada banyak pembangunan di ibukota baru, dan karena status sebagai ibukota maka harga tanan dan properti akan naik, dalam hal ini emiten yang paling banyak diuntungkan ialah kontruksi dan infrastruktur serta sektor pendukungnya seperti semen. Ada beberapa faktor yang membuat emiten kontruksi dan infrastruktur diperkirakan akan diuntungkan dari adanya pemindahan ibukota ini contohnya seperti Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan  PP Properti (PPRO) memiliki landbank di Kalimantan. Waskita Beton Precast (WSBP), Wijaya Karya (WIKA), Wijaya Karya Beton (WTON) memiliki pabrik disana. Jasa Marga (JSMR) mengelola tol Samarinda-Balikpapan. Astra Internasional (ASII) juga memiliki pabrik didaerah Kalimantan.

Rencana pemindahan pusat pemerintahan ini akan mengakibatkan mulai menggeliatnya sektor properti di Kalimantan Timur seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk pindahan dari Jakarta.

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat

Comments

comments

%d bloggers like this: