Indikator Saham : Memanfaatkan MACD sebagai Signal Jual & Beli Saham

Indikator Saham : Memanfaatkan MACD sebagai Signal Jual & Beli Saham

SahamPemula.com – MACD atau kepanjangan dari Moving Averages
Convergence-Divergence adalah salah satu indikator saham yang umum digunakan investor saat menganalisa pergerakan harga saham.

MACD merupakan indikator trend following dan juga momentum indikator  karena MACD merubah dua trend-following indikator (MA) menjadi momentum oscillator dengan mengurangi MA yang lebih panjang dengan MA yang lebih pendek.

MACD kurang cocok digunakan untuk mengidentifikasi level overbought and oversold karena tidak ada batas atas dan batas bawah.

Indokator MACD sebagai Signal Jual & Beli

Ada 4 cara penggunaan MACD sebagai signal jual & beli :

  1. Signal line crossovers
    • Bullish crossover terjadi ketika MACD berbelok ke atas dan memotong ke atas signal line.
    • Bearish crossover terjadi MACD berbelok ke bawah dan memotong ke bawah signal line.
    • Signal line crossover bisa berlangsung hanya beberapa hari atau bisa berbulan-bulan tergantung pada kekuatan trend
  2. Centerline crossovers
    • Bullish centerline crossover terjadi ketika MACD bergerak di atas garis nol (centerline) dan berubah menjadi positif. Ini terjadi ketika EMA 12 hari pada harga bergerak di atas EMA 26 hari. MACD akan tetap positif selama uptrend bertahan.
    • Bearish centerline crossover terjadi ketika MACD bergerak di bawah garis nol (centerline) dan berubah menjadi negatif. Ini terjadi ketika EMA 12 hari pada harga bergerak di bawah EMA 26 hari. MACD akan tetap negatif selama downtrend bertahan.
    • Centerline crossover bisa berlangsung hanya beberapa hari atau bisa berbulan-bulan tergantung pada kekuatan trend.
  3. MACD histogram
    • Signal jual terjadi ketika MACD histogram berada di atas garis nol (centerline) dan makin mengecil (berkurang tingginya) ke bawah mendekati garis nol
    • Signal beli terjadi ketika MACD histogram berada di bawah garis nol (centerline) dan makin mengecil (berkurang tingginya) ke atas mendekati garis nol.
  4. MACD divergences
    • Bullish divergence terjadi ketika harga saham membentuk lower low tetapi MACD membentuk higher lowLower low pada harga saham menunjukkan downtrend, tetapi higher low pada MACD menunjukkan downside momentum semakin melemah. Pelemahan ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya trend reversal.
    • Bearish divergence terjadi ketika harga saham membentuk higher high tetapi MACD membentuk lower highHigher high pada harga saham menunjukkan uptrend, tetapi lower high pada MACD menunjukkan upside momentum semakin melemah. Pelemahan ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya trend reversal.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Indikator Saham MACD Sebagai Signal Jual & Beli, semoga bermanfaat.

Salam Trading & Investing,

SahamPemula.com (2017, Sept 13)

Comments

comments

%d bloggers like this: