Belajar Saham : Apa Itu Merger, Akusisi, Dan Konsolidasi??

Belajar Saham : Apa Itu Merger, Akusisi, Dan Konsolidasi??

Dalam bisnis saham terdapat beberapa istilah, seperti merger, akusisi dan konsolidasi. Namun taukah kamu arti dari ketiga istilah tersebut?

Merger

Merger adalah pengabungan antara dua atau lebih perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger membeli semua aset dan liabilitas perusahaan yang di merger. Sehingga perusahaan yang me-merger memiliki paling sedikit 50% saham dan perusahaan yang di merger harus berhenti beroperasi karena pemegang sahamnya sudah memiliki uang tunai. Pada umumnya me-merger adalah salah suatu solusi untuk memperkuat struktur perusahaan.

Contoh perusahaan yang melakukan merger adalah bergabungnya Lippo Bank dengan CIMB Niaga pada tahun 2008, dan hal tersebut membuat Lippo berheti beroperasi dan melebur menjadi satu dengan CIMB Niaga.

Akusisi

Akusisi adalah proses pengambilalihan perusahaan dengan cara membeli saham atau aset perusahaan tersebut, berbeda dengan merger, akusisi tetap mempertahankan kedua eksistensi kedua perusahaan, sehingga tidak ada perusahaan yang hilang, hanya pemegang sahamnya saja yang berubah.

Salah satu contoh akusisi adalah Aqua yang diakusisi oleh Dadone, Pizza Hut oleh Coca-Cola.

Konsolidasi

Konsolidasi merupakan peleburan dua perusahaan menjadi satu, berbeda dengan merger yang menyisakan satu perusahaan, proses konsolidasi tidak menyisakan satupun perusahaan, namun proses konsolidasi akan menghasilkan satu perusahaan baru.

Contohnya konsolidasi Bank Mandiri yang merupakan hasil konsolidasi dari Bank Bumi Daya, Bank BDN, Bank Ekspor Impor dan Bank Bapindo.

Merger, Akusisi dan Konsolidasi adalah salah satu strategi dalam dunia korporasi. Tujuannya secara garis besar adalah untuk mencapai pertumbuhan, memperkuat struktur, sinergi antar intensitas, diversivikasi produk serta meningkatkan market share.

Kamu juga bisa belajar cara membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

 

Belajar Saham : Apa Itu Market Capitalization??

Belajar Saham : Apa Itu Market Capitalization??

Kamu mungkin pernah mendengar kapitalisasi pasar atau sering di sebut dengan market capitalization, lalu sebenarnya apa sih itu market capitalization?

Kapitalisasi pasar atau market capitalization adalah nilai sebuah perusahaan berdasarkan perhitungan harga pasar saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar . Jadi , semakin banyak jumlah saham yang di lepas perusahaan dan semakin tinggi harga sahamnya maka alan semakin besar juga market capitalization nya. Adapun rumus untuk menghitung market capitalization adalah sbg :

Market Cap = Jumlah Saham x Harga Pasar Saham Saat Ini

contoh :

Saham ABCD saat ini di perdagangkan di harga Rp.10,000/ Lembar. Dan jumlah total saham ABCD yang beredar di pasar sebanyak 10jt lembar. Jadi nilai capitalization pasar ABCD saat ini sebesar Rp. 100 milyar.

Nilai capitalization atau kapitalitasi pasar masing-masing perusahaan akan berubah-ubah sesuai dengan naik turunnya harga saham yang di paerdagangkan di pasar. Adapun yang mempengaruhi kapitalisasi perusahaan di bursa adalah sbg :

  • Total jumlah saham terbaru yang beredar
  • Harga saham saat ini
  • Aksi korporasi dari perusahaan

Kenapa Market Cap Sangat Penting?

Market cap sangat penting untuk menyusun portifolio kamu. Market cap sendiri di bagi menjadi 3 bagian yaitu.

  • Large Cap

    Biasanya perusahaan yang ber-Large cap adalah perusahaan yang sudah terkenal dan track record nya panjang dan jelas. Biasanya sahamnya disebut dengan saham blue chip, dan biasanya mendominasi IHSG. Dan tentu saja saham ber-Large cap memiliki resiko yang kecil.

  • Middle Cap

    Perusahaan dengan Middle cap adalah perusahaan yang sedang berkembang baik secara market share maupun persaingan. Dan memiliki potensi tumbuh secara cepat menjadi perusahaan besar, resikonya pun tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil.

  • Small Cap

    Perusahaan dengan Small cap adalah perusahaan baru dan bergerak secara fluktuatif. Saham ini biasanya disebut dengan saham gorengan, dan resikonya seperti saham gorengan, jika kamu untung maka akan untung besar dan jika kamu rugi maka akan rugi besar pula, bisa dikatakan juga beresiko tinggi bagi yang belum ahli.

Saham yang ber-Large cap biasanya yang sangat mempengaruhi pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), Jika saham-saham ber-Large cap terkoreksi apalagi dalam volume besar maka IHSG juga akan ikut terkoreksi, dan sebaliknya , jika saham-saham yang ber-Large cap menguat maka IHSG juga akan menguat.

Kamu juga bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp.

Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah

Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar As yang saat ini mencapai 15,175.25, tentu saja membuat beberapa sektor usaha menjadi kuatir, karena jika terus di biarkan  melemah maka perusahaan akan mengalami rugi karena harga-harga yang semakin naik dan berahir gulung tikar yang akan berdampak pada banyaknya pengangguran. 

Namun rupiah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi mengkhawatirkan, mata uang Asia lainya pun ikut melemah, contoh saja mata uang filipina yaitu peso yang mengalami penurunan ke posisi terlemah sejak 2006, mata uang korea won , mata uang india rupee.

Dengan perlemahan rupiah ini tentu saja membuat harga-harga di pasar melambung dan tentus saja akan berimbas pada keuangan kamu sehari-hari. Namun kamu tidak perlu kuatir karena beberapa bisnis ini bisa menjadi pilihanmu ketika rupiah melemah, bisnis apa saja itu?

Saham

Bisnis saham di kategorikan sebagai salah satu bisnis atau investasi yang menguntungkan, dan bisnis yang satu ini juga sangat cocok menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Namun saat rupiah melemah seperti ini sangat disarankan buat kamu untuk memilih saham dari perusahan yang berbasis ekspor, karena saham perusahaan yang berbasis impor juga di pastikan ikut melemah.

Reksadana

Kamu juga bisa memilih reksadana sebagai bisnis kamu saat rupiah melemah, seperti yang kita ketahui , reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor), dan dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan di investasikan oleh manager investasi ke dalam berbagai macam instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Jadi reksadana sangat cocok menjadi salah satu pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. 

Forex

Selain Saham dan Reksadana , Forex juga bisa menjadi pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. Seperti namanya, forex sangat mengandalkan bagaimana nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya. Saat rupiah melemah tentu saja hal ini menjadi saat yang menguntungkan bagi pembisnis forex, karena mereka dapat memperoleh banyak sekali keuntungan dari selisih harga dollar, tentu saja hal ini berlaku bagi mereka yang memiliki simpanan saldo dollar.

Nah itulah bisnis yang bisa menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Kamu juga bisa belajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

 

Ini Pilihan Saham Saat Dollar Melambung

Ini Pilihan Saham Saat Dollar Melambung

Ditengah panasnya perang dagang antara China dan Amerika yang membuat kuatir, karena di kuatirkan akan terjadinya perlemahan ekonomi secara global dan juga yang akan berefek pada melemahnya mata uang regional (termasuk rupiah). China pun memutuskan untuk menurunkan tarif impor barang lebih ramah terhadap negara-negara eksportir terutama ke China. Hal ini pun akan berpotensi menguntungkan bagi emiten indonesia yang melakukan eksportir, emiten tersebut adalah sbg :

MYOR

MYOR adalah kode saham dari PT MAYORA Indah Tbk yang kegiatan usahanya dalam bidang industri pembuatan makanan, permen dan biskuit. Produk MYOR telah mendapat hati di masyarakat China dan hampir 50% lebih penjualannya adalah eksport. 

WOOD

WOOD adalah kode saham dari PT Integra Indocabinet Tbk yang bergerak dalam industri mebel. Meski WOOD banyak menjual produknya ke AS, namun China merupakan salah satu tujuan utamanya (setelah AS dan Uni Eropa).

ANTM

ANTM adalah kode saham dari PT Aneka Tambang Tbk yang bergerak dalam bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian.  ANTM masih tetap bertahan menjadi pilihan, walaupun ternyata harga nikel turun (diluar prrediksi), ANTM masih bisa menjua emas  yang sedang laku keras (termasuk karena  kekhawatiran krisis)

INCO 

INCO adalah kode saham dari perusahaan PT Vale Indonesia Tbk yang merupakan anak perusahaan dari Vale, sebuah perusahaan pertambangan global yang berpusat di Brasil. Mungkin investor kuatir INCO akan tergerus labanya karena harga harga minyak mentah dunia menaik, namun terbukti pada 1H18 INCO dapat menjaga kenaikan biaya operasional tersebut. INCO pun tetap bertahan di atas Rp3.000 sehingga mengindikasikan uptrend masih kuat.

SRIL

SRIL adalah kode saham dari perusahaan PT Sri Rejeki Isman (sritex) yang bergerak dalam bidang industri tekstil terpadu. SRIL tentu dapat semakin banyak menjual tekstil dan produk tekstil ke AS menggantikan China. Namun SRIL dapat lebih banyak menjual produk bahan setengah jadi seperti benang dan kain. 

Nah itulah emiten  rksportir yang berpotensi beruntung dari kebijakan China. Kamu juga bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp.

 

Rekomendasi Software Analisa Teknikal

Rekomendasi Software Analisa Teknikal

Bagi para investor dan trader menganalisa saham sangatlah penting sebelum menentukan untuk buy or sell, dengan Teknikal Analis pula kita dapat menentukan trend dan yang lainya. Nah di kesampatan kali ini SahamPemula akan memberikan bocoran software untuk Analisa Teknikal, apa saja ya? Yuk cek.

Amibroker

 

Yang pertama ada amibroker. Amibroker adalah software Analisis Teknikal yang lengkap dan ampuh untuk para trader atau investor untuk mengetahui saat terbaik untuk menjual atau membeli saham. Amibroker sendiri di lengkapi dengan berbagai macam indikator yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kamu memiliki peluang untuk mengoptimalkan profit. Dan kamu juga dapat mencoba Amibroker Trial Verson gratis, semua fitur dalam trial ini gratis selama 30 hari, hanya tidak dapat menyimpan data saja.

Chartnexus

Selanjutnya ada Chartnexus. Chartnexus merupakan software analisa teknikal untuk saham yang cukup handal, salah satu keunggulan dari software ini yang menonjol adalah “gratis” dengan fitur standar yang sudah mempuni dalam analisa teknikal, seperti misalnya indikator, mulai dari chart pettern , draw line , fibonaci retracment dll. kamu juga bisa meng upgrade ke versi pro untuk mendapatkan fitur tambahan yang lebih baik seperti untuk menentukan support resisten secara otomatis dll.

Meta Traders

Meta Traders akan membantu kamu dalam memantau pergerakan kurs setiap detiknya, dan menariknya applikasi ini akan menampilkan grafik pergerakan kurs secara realtime.

IDX Mobile

IDX Mobile akan menyediakan informasi secara real time mengenai running trade, order book, stock watch hingga stock quotes. Setelah mendaftar, kamu akan mendapat email verifikasi berupa kode untuk masuk applikasi ini.

Nah itulah software yang bisa kamu gunaka untuk analisis teknikal pada saham. Namun dalam menganalisa kamu harus bisa membaca candlestick dalam chart , nah untuk membaca candlestick kamu bisa belajar melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby  yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

Rekomendasi Buku Saham Terbaik Untuk Pemula

Rekomendasi Buku Saham Terbaik Untuk Pemula

Bagi para pemula dalam bisnis saham tentu saja masih membutuhkan banyak pembelajarn tentang saham, mulai dari analisa, istilah-istilah, waktu yang tepat buat buy or sell, saham yang aman untuk investasi dll.

Selain membaca berita, artikel atau bertanya pada ahlinya, kalian juga bisa belajar melaui buku. Nah di atrikel kali ini SahamPemula akan memberikan rekomendasi buku saham terbaik untuk para pemula, yuk cek buku apa saja.

Jual Saham Anda Lebih Mahal

Buku Saham Jual Saham Anda Lebih Mahal

Buku dari Santo Vibby ini merupakan buku yang sangat rekomendet bagi para pemula dalam bisnis saham. Dalam buku ini kamu bisa belajar banyak tentang saham, mulai dari jenis-jenis saham, analisa yang digunakan dalam pemilihan saham, trend dalam saham dan strategi trading, serta masih banyak lagi.

Dan kamu juga tidak perlu kuatir lagi saat market mengalami penurunan, karena dalam buku ini dilengkapi dengan pengetahuan serta ketrampilan untuk membatu kamu tetap tenang dan mengerti apa yang akan terjadi pada market, bahkan yang akan terjadi pada marketpun kamu juga akan tau, sehingga kamu dapat mengabil langkah selanjutnya dengan percaya diri.

Buku ini hanya tersedia di tokopedia dan kamu juga dapat order langsung via whatsapp ini.

The Stock Market Secret Profit

Inilah Rekomendasi Buku Saham Untuk Pemula Terbaik Di Indonesia

Buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby ini cocok banget bagi pemula yang ingin belajar menganalisa saham. Kamu bisa belajar cara membaca candlestick, macam candlestick dan analisa teknikal. Dengan kamu bisa membaca chart candlestick kamu akan tau bagaimana menentukan When to Sell dan When to Buy. 

Buku ini juga menduduki Best Seller selama 9 tahun berturut-turut dan satu-satunya buku yang di rekomendasikan trader internasional juga analis saham secara nasional. Buku ini juga hanya tersedia di tokopedia dan order langsung via whatsapp.

Btw buku itu berbahasa Indonesia ya,, dan bahasa yang di gunakan sangat ringan jadi mudah buat kamu pahami.

Yuk Ketahui Sejarah Pasar Saham Indonesia

Yuk Ketahui Sejarah Pasar Saham Indonesia

Bisnis saham menjadi salah satu bisnis yang paling banyak di minati saat ini, karena selain menguntungkan bisnis saham juga tidak memakan banyak waktu. Namun tidak lengkap rasanya jika kamu tertarik berbisnis saham, tapi tidak mengetahui sejarah saham itu sendiri, nah di artikel kali ini kita akan bahas sejarah pasar saham di Indonesia.

Pasar saham sendiri sudah ada sejak jaman Belanda, tepatnya pada tahun 1912 di kota Batavia atau yang saat ini lebih kita kenal dengan nama Jakarta. Pada masa itu pasar saham di gunakan oleh Belanda untuk memperdagangkan saham perusahaan Belanda di Indonesia terutama yang bergerak pada bidang perkebunan, pertambangan dan jasa. 

Akibat dari perang dunia pertama dan kedua yang berefek pada kondisi politik dunia ,sehingga membuat pasar saham pada saat itu sering sekali mengalami penutupan sementara, dan pada masa itu juga pasar saham sangat memiliki peluang pertumbuhan yang sangat kecil. Lalu pasar saham di buka kembali di Indonesia pada tahun 1952, namun terbengalai sampai tahun 1977. 

Dan pada tahun 1977 itulah pasar saham baru di buka resmi oleh Presiden Suharto dan di kenal sebagai Bursa Efek Jakarta. Lalu selanjutnya pada tanggal 1 April 1983 Bursa Efek Jakarta memperkenalkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sebagai indikator pergerakan harga saham pada pasar saham Indonesia. Namun sayangnya pasar saham tetap masih belum menjadi pilihan para investor untuk berinvestasi, hal tersebut di sebabkan maih sedikitnya perusahaan yang terdaftar di pasar saham indonesia.

Lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang di sebut “Paket Desember 1987” dan “Paket Desember 1988” , kedua paket tersebut berisikan tentang pemberian wewenang lebih besar bagi lembaga penunjang pasar modal dan yang paling utama adalah  diijinkanya investor asing untuk berinvestasi di indonesia. Dan hal tersebut terbukti ampuh untuk membangkitkan pasar saham indonesia, kebangkitan pasar saham tersebut di tandai dengan di dirikanya (BES) Bursa Efek Surabaya, lalu mulai banyak perusahaan yang terdaftar

Pasar sahampun tumbuh dengan luar biasa pada saat itu, dan puncak keemasanya terjadi pada tahun 1997 ketika IHSG berhasil mencapai level 750 lalu kemudian jatuh hingga level 300 akibat dari krisis ekonomi pada tahun 1998. Dan membutuhkan kurun waktu 5 tahun untuk pemulihanya dimana pada saat itu IHSG mampu menembus level 800 pada tahun 2004. Hingga kini pasar saham masih terus tumbuh seiring dengan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nah itulah sejarah singkat tentang pasar saham di indonesia, semoga menambah pengetahuan kamu tentang saham ya..

Kamu juga bisa loh belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

Siklus Ekonomi : Apa Itu Resesi?

Siklus Ekonomi : Apa Itu Resesi?

Mungkin bagi beberapa orang sudah tidak asing lagi dengan kata “resesi”, yup resesi merupakan sebuah tahapan dalam siklus ekonomi dimana berbagai kegiatan ekonomi mengalami penurunan.

Saat terjadi resesi atau penurunan ekonomi, biasanya akan tejadi tidak setabilnya kurs dolar, meningkatnya jumlah pengangguran, melemahnya sektor properti, dan menyusutnya produksi ekonomi. Siklus ekonomi sendiri terbagi menjadi 4 fase, diantaranya sbg:

  • Puncak

    Puncak ini bukan merupakan awal dari sebuah siklus ekonomi, namun disinilah kita akan mulai membahasnya. Puncak ini merupakan titik tertinggi pemulihan ekonomi. Pada titik ini, pengangguran sangatlah sedikit, pendapatan juga mengalami peningkatan, dan pada fase ini harga cenderung bergerak naik karena inflasi, namun bagi para investor fase ini dapat dinikmati dengan senang dan sejahtera.

  • Resesi

    Seperti halnya roda yang berputar, ekonomi pun juga mengalami perputaran. Setelah mengalami pertumbuhan yang baik, pendapatan dan jumlah pekerja mengalami penurunan. Saat siklus itu turun disitulah terjadi resesi, jika semakin buruk maka akan terjadi resesi berkepanjangan (depresi).

  • Depresi

    Depresi merupakan fase dimana ekonomi mengalami penurunan yang di gambarkan dengan total produksi dan jumlah pekerja sedang berada di dasar penurunan  dan tetap berada di fase tersebut menunggu siklus bisnis selanjutnya untuk mulai bergulir.

  • Ekspansi/Pulih

    Fase ini merupakan fase dimana ekonomi sedang berusaha untuk pulih, ekonomi akan mulai tumbuh dan bergerak menjauh dari fase depresi. Jumlah pekerja dan pendapatan berangsur-angsur membaik dan mengalami peningkatan.

Namun tidak semua siklus bisnis melewati ke 4 fase tersebut. Siklus ekonomi sendiri sangat penting untuk bisnis saham, karena dengan memahami siklus ekonomi kita jadi bisa memilih saham yang tepat pada sektor yang tepat pula.

Adapun manfaat resesi bagi investor saham adalah dapat membeli saham dalam harga murah, seperti halnya membeli barang-barang diskon di pusat perbelanjaan. biasanya teknik ini di sebut dengan value investing.

Kamu juga bisa belajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

Tertarik Berinvestasi Reksadana? Yuk Kenali Keuntungan Dan Resikonya

Tertarik Berinvestasi Reksadana? Yuk Kenali Keuntungan Dan Resikonya

Seperti yang telah kamu ketahui, reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana para pemodal untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, dll.

Orang bilang jangan letakkan telur-telur anda dalam satu keranjang. Maksudnya untuk mengoptimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan resiko perlu dilakukan diversifikasi, agar jika terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa di cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Nah dan inilah keuntungan dan resiko yang terdapat investasi reksadana.

Keuntungan Berinvesatasi  Reksadana

  • Investor memiliki akses untuk menyusun portofolio dari beragam instrumen investasi yang sulit (dan mahal) untuk dilakukan sendiri.
  • Difersifikasi secara otomatis. Portofolio investor dengan sendirinya akan tersebar ke beragam aset sesuai dengan profil resiko masing-masing.
  • Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja.
  • Investasi dikelola oleh MI profesional dengan administrasi oleh kustodian dan diawasi secara ketat oleh Bapepam LK.
  • Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.
  • Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.
  • Investor institusional seperti dana pensiun, bank, perusahaan swasta, juga dapat memetik keuntungan dari reksadana.
  • Bagi pemerintah dan perusahaan emiten, reksadana merupakan salah satu sumber dana investasi yang dapat menjangkau investor secara luas sehingga dana terkumpul bisa jauh lebih besar.

Dalam setiap hal pasti terdapat resiko, begitu pula reksadana, walaupun kita mendapatkan banyak keuntungan dari investasi reksadana tetap saja reksadana memiliki resiko. Apa saja resiko berinvestasi reksadana? Yuk cek.

  • Turunnya NAB/NAV ketika pasar sedang kurang bergairah. 
  • Wanprestasi (default), yaitu kegagalan emiten, penerbit surat berharga, atau pihak lain yang terkait dengan transaksi gagal memenuhi kewajibannya.
  • Resiko likuiditas dalam hal cepat-lambatnya investor dapat mencairkan unit penyertaannya.

Di Indonesia sendiri reksadana memang masih memiliki potensi risiko seperti kendala peraturan, perlindungan investor, pembenahan internal pengelola reksadana, sampai soal pembelajaran publik agar masyarakat tidak terjebak semata-mata pada iming-iming returnyang menggiurkan. Bapebam LK sendiri terus menerus meningkatkan pengawasan reksadana.

Nah itulah keuntungan dan resiko yang terdapat dalam investasi reksadana.

Kamu juga bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

 

Growth Investing Vs Value Investing, Unggulan Mana?

Growth Investing Vs Value Investing, Unggulan Mana?

Dalam bisnis saham terdapat beberapa macam strategi untuk mendapatkan keuntungan, dianataranya terdapat Growth Investing dan Value Investing, nah di antara kedua strategi tersebut kira-kira lebih unggul mana untuk mendapatkan keuntungan dalam berbisnis saham? yuk kita cek.

Growth Investing

Sebelum kita membahas tentang keunggulan menggunakan strategi Growth investing ada baiknya kita ketahui dulu apa itu Growth investing.

Growth investing adalah strategi investasi jangka panjang dengan mencari growth stock atau saham yang pertumbuhanya baik. Perusahaan yang masuk kategori growth stock adalah perusahaan yang memiliki pertumbuhan dan laba yang cukup besar. Ciri-ciri umum growth stock adalah sbg:

  1. Perusahaan besar dalam sektor industrinya.
  2. Memiliki management yang baik dan prefesional.
  3. Memiliki market yang besar.
  4. Peforma sahamnya hampir selalu konsisten mengalahkan IHSG setiap tahun.
  5. Memiliki nama baik di market (Sumber:Indoalpha)

Biasanya perusahaan dengan kreteria growth stock adalah perusahaan yang sedang tumbuh dan umumnya belum teruji dalam jangka panjang, dan dalam growth investor mencari keuntungan dari capital gain bukan dari deviden.

Keunggulan growth investing adalah dapat mendapatkan profit lebih besar dalam relatif waktu yang cukup singkat, dikarenakan kondisi portofolionya lebih sesuai dengan pasar. Namun karena growth berisi perusahaan dengan valuasi tinggi, maka potensi resikonya juga lebih besar.

Value Investing

Value investing sendiri merupakan pradigma investasi saham yang di kenalkan oleh Benjamin Graham untuk memilih suatu saham yang di perdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Value Investing adalah strategi investasi dengan membeli saham yang harganya murah dan di bawah nilai intrisiknya serta berfundamental bagus. Di indonesia sendiri sudah ada banyak yang menerapkan metode ini.

Adapun kelebihan dari Value Investing adalah tidak memerlukan modal banyak dalam berbisnis saham, selama orang itu mau belajar dan mengerti kondisi fundamental sebuah perusahaan, value investing juga memiliki resiko yang rendah. Namun harus kita sadari bahwa value investing bukalah cara cepat meraih keuntungan dalam pasar modal.

Nah itulah pengertian sekilas tentang growth investing dan value investing, sejatinya tidak ada yang menjamin lebih unggulan mana, karena dua-duanya memiliki kekurangan dan kelibihan masing-masing.

Kamu juga bisa beajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau kamu juga bisa order langsung via whatsapp kami.