Beberapa Alasan Yang Membuat Anda Memilih Untuk Berinvestasi Saham

Beberapa Alasan Yang Membuat Anda Memilih Untuk Berinvestasi Saham

Menabung hingga menempatkan dana di instrumen investasi, menjadi pilihan yang tepat dalam merancang finansial lebih baik di masa yang akan datang. Salah satu intrumen investasi yang bisa dipilih adalah investasi saham. Investasi ini dilakukan dengan cara membeli saham di pasar modal dan mendapatkan keuntungan dari saham yang dibeli tersebut. Bermain saham di pasar modal merupakan hal yang praktis dan dapat dilakukan semua orang, bahkan bagi investor pemula sekalipun. 

Nah berikut ini penjelasan dari beberapa alasan-alasan yang menjadikan instrumen saham sebagai pilihan untuk menempatkan dana atau berinvestasi.

Modal Investasi Saham Relatif Kecil

Ketika ingin melakukan investasi tentu yang yang menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah dana yang kita miliki?. Hal ini jangan sampai membuat kita mengurungkan niat untuk beinvestasi hanya karena masalah nilai dan yang ada dikantong. sebab, sejatinya ada banyak instrumen investasi yang bisa dijadikan wadah menempatkan sejumlah dana yang ada. Buang jauh-jauh anggapan bahwa berinvestasi itu membutuhkan modal yang besar, terutama investasi saham.

Anda bisa tetap berinvestasi saham kendati hanya punya modal kecil sekalipun. Saat ini, dengan modal hanya Rp100 ribu saja, Anda sudah bisa membeli beberapa slot saham. Bahkan, bagi Anda yang tidak memiliki modal cukup, sekarang ini juga sudah ada penawaran pembelian saham dengan cara dicicil.

Transaksi Saham Juga Cukup Mudah

Tidak seperti yang dibayangkan, investasi saham sebenarnya relatif sangat mudah dan praktis dalam proses transaksinya. Bila dibandingkan dengan instrumen-instrumen investasi lainnya, dengan investasi saham, maka Anda tidak perlu membawa-bawa selebar sertifikat atau lainnya dalam proses jual-beli.

Bahkan, beberapa investasi lain, selain saham, selalu membutuhkan perjanjian dan perlunya menyewa notaris guna memperlancar proses jual-beli instrumen investasi tersebut. Ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan investasi saham, dimana Anda hanya menghubungi broker atau melakukannya secara online untuk melanjutkan proses jual-beli saham.

Investasi Saham Bisa Dilakukan Kapan Saja dan Dimana Saja

Selain tidak butuh modal besar dan transaksinya yang mudah, investasi saham juga bisa dibilang sangat fleksibel, yakni bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bagi Anda yang tidak memiliki cukup banyak waktu melakukan kegiatan yang satu ini, investasi di saham bisa menjadi pilihan yang tepat karena praktis dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Dapat dikatakan, Anda masih bisa berinvestasi namun tidak akan mengganggu kegiatan utama Anda. Sebab, membeli saham tidak mengharuskan anda untuk datang langsung ke bursa saham. Bahkan, dari rumah sekalipun, Anda bisa melakukan transaksi saham, baik itu secara offline ataupun online.

Investasi Saham Bersifat Transparan dan Likuid

Saham memiliki sifat yang transparan karena Anda sebagai investor dapat melihat dengan jelas harga permintaan dan penawaran serta jumlah slot yang diminta maupun ditawarkan oleh masing-masing perusahaan. Ini karena adanya ketentuan dari Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan atas perusahaan yang sudah go public atau menawarkan sahamnya ke masyarakat umum harus bersifat terbuka alias transparan.

Artinya, setiap laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang sudah listing di bursa saham ini bisa diakses oleh publik. Sehingga investor bisa menganalisis kondisi serta prospek perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, investasi saham juga bersifat likuid. Artinya instrumen saham ini mudah dicairkan dan dijual. Sehingga ketika Anda membutuhkan dana secara mendadak, Anda bisa mengandalkan investasi saham ini untuk dicairkan.

Pergerakan Saham juga Mengikuti Laju Inflasi

Berapa nilai saham yang Anda miliki nantinya, pergerakannya akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Misal, jika awalnya Anda hanya memiliki saham yang nilainya sebesar Rp10 juta, nilainya berpotensi bertambah ketika inflasi meningkat. Sehingga Anda bisa mempertimbangkan dengan baik jenis saham yang memang cukup terpengaruh oleh inflasi sebagai pilihan.

Saham Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, nilai saham cukup terpengaruh oleh pergerakan inflasi. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan dari awal dana yang diivestasikan pada sebuah saham tersebut.

Dengan memilih saham yang cukup banyak terpengaruh dengan inflasi, maka Anda bisa memprediksikan kemungkinan perkembangan nilai saham yang Anda miliki. Jadi, bisa Anda bayangkan sendiri keuntungan yang akan diperoleh ketika menempatkan dana Anda dalam instrumen saham bertenor jangka panjang.

Ingat, Investasi Saham itu Juga Aman

Keuntungan lain dari investasi di saham adalah Anda bisa menjalankan transaksi instrumen ini secara aman dan nyaman. Bagaimana tidak? Karena investasi di sektor pasar modal juga dibawah pengawasan pihak otoritas keuangan, dalam hal ini OJK.

Artinya, investasi saham juga bersifat legal atau sah secara hukum. Meski demikian, Anda tetap harus waspada dengan penawaran investasi-investasi sejenis lainnya yang memberikan iming-iming alias menggoda untuk memberikan return (keuntungan) yang tinggi. Jelasnya, Anda juga perlu waspadai investasi bodong.

Urusan Pajak di Investasi Saham juga Sederhana

 Dari kesemua itu, yang terpenting juga adalah pajak dari investasi saham ini relatif sederhana dan tidak berbelit-belit, baik secara administrasinya maupun lainnya. Nah, jenis pajak di investasi saham ini ada 2 jenis yang dikenakan kepada investor, yakni pajak dividen sebesar 10% dari nilainya, dan pajak penghasilan atas penjualan saham yang besarnya hanya sebesar 0,1% dari nilai penjualan saham.

Dan yang lebih menariknya lagi, dikatakan sederhana alias tidak berbelit-belit sistem administrasi pajak dividen ini karena kedua jenis pajak saham tersebut bersifat final. Artinya, pajak tersebut sudah dipotong oleh pihak sekuritas, sehingga Anda terima bersih dari penjualan saham atau pembagian dividen karena sudah otomatis dipotong pajak.

Belajar Saham : 4 Tips Sederhana Cara Memilih Portofolio Saham Yang Bagus

Belajar Saham : 4 Tips Sederhana Cara Memilih Portofolio Saham Yang Bagus

Belajar Saham – Sebagai seorang investor saham memilih portofilio suatu saham adalah hal yang sangat penting, karna  dengan portofolio saham yang bagus akan memberikan kita sebuah keuntungan. Nah berikut tips sederhana untuk memilih portofolio saham yang bagus, apa saja itu? yuk simak selengkapnya.

1. Return on Equity (ROE): Diatas bunga kredit bank

 Sebaiknya memilih saham yang memiliki tingkat pengembalian ekuitas (ROE) diatas biaya untuk meminjam dari bank untuk melakukan  usaha. Contohnya bila bunga kredit dari bank 11%, maka ROE saham yang dipilih harusnya lebih tinggi dari itu.

Fund Manager mengambil langkah yang lebih kompleks, yaitu mencari ROE saham yang lebih tinggi dari ROE emiten yang ada di pasar modal dan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG).

2. Debt to Equity Ratio (DER): Dibawah 2 kali

Meniru cara investasi saham ala Syariah Islam yang tidak memiliki emiten dengan utang tinggi atau rasio utang terhadap ekuitas datas 2x, juga bisa mengurangi risiko investasi.

 Akan tetapi, seiring dengan keadaan dunia saham yang berubah, bila emiten terlihat akan melakukan aksi korporasi yang jelas untuk mengurangi utang, bisa dilakukan pengecualian.

3. Positive Earnings (carilah perusahaan untung)

Sebaiknya memilih emiten dengan pertumbuhan laba positif dan menjauhi perusahaan yang rugi atau perusahaan yang memiliki earnings negatif.

4. Kapitalisasi besar & liquid (sering diperdagangkan)

 Saham-saham yang bisa dipilih misalnya emiten yang tergolong LQ45, atau saham-saham aktif dan bukan merupakan saham tidur. Saham-saham emiten berkapitalisasi pasar besar atau blue chip biasanya direkomendasikan. (sumber:www.nhsec.co.id)

Kamu juga bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau via whatsapp kami.

Belajar Saham : Apa Itu Support Dan Resist Dalam Trading Saham?

Belajar Saham : Apa Itu Support Dan Resist Dalam Trading Saham?

support dan resistance adalah dua atribut yang paling banyak dibahas dalam analisis. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada tingkat harga tertentu yang mencegah atau menjaga agar harga tidak terdorong ke arah tertentu. Perumpamaan mudahnya Support adalah lantainya dan resisten adalah atapnya. Utuk penjelasan lengkapnya bisa simak di bawah ini.

Support merupakan suatu level harga, dimana pada level tersebut harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan akan naik lagi. bisa di bilang support itu merupakan level yang di perkirakan akan menehan pergerakan bearish (turun).

Pengertian mudahnya, Saat menyentuh support, harga seperti memantul kembali ke atas. Jika support ini tertembus (breakdown), maka harga akan turun ke bawah hingga menemukan titik support baru.

Resisten merupakan suatu area level harga dimana  pada level tersebut supplay cukup besar untuk menghentikan naiknya harga. Pada level ini biasanya harga cenderung berhenti bergerak naik dan kemungkinan akan turun lagi.

Pengertian mudahnya, setelah menyentuh harga resisten biasanya harga akan mengalami penurunan.  Jika resistancetembus (breakout), harga akan naik hingga resistance berikutnya.

Nah itulah pengertiann sederhana tentang suport dan resiten.

Kamu juga bisa belajar cara menentukan suport dan resisten melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby, yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau via whatsapp kami.

Belajar Saham : Apa Itu Saham Undervalue? Dan Bagaimana Cara Mengetahui Saham Undervalue

Belajar Saham : Apa Itu Saham Undervalue? Dan Bagaimana Cara Mengetahui Saham Undervalue

Belajar Saham – Salah satu investor yang terkenal dengan strategi membeli saham undervalue adalah Warren Buffet, tujuannya adalah memnimimalkan resiko dan mengoptimalkan potensi keuntungan.

Undervalue sendiri adalah adalah sebuah istilah  finansial dimana suatu investasi dijual dibawah nilai seharusnya. Penggunaan istilah ini sering ditemukan pada investasi saham dimana harga saham tersebut lebih rendah dari harga seharusnya. 

Tidak ada aturan baku yang menentukan apakah suatu saham overvalue  atau undervalue. Aturan ini kembali lagi kepada masing-masing investor dalam melihat suatu saham. Kategori undervalued biasanya dapat dianalisa dari laporan keuangan perusahaan seperti return on equity, asset, cash flow, sales dan beberapa komponen lainnya.

Walaupun tidak ada aturan baku, ada beberapa rasio yang digunakan sebagai pedoman sebagai berikut : 

  • Price to Earning Ratio (PER)
    Adalah rasio finansial yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan dengan cara membandingkan harga saham sekarang dengan EPS (earning per share / pendapatan per lembar saham). Rasio ini paling populer digunakan dalam melihat apakah suatu saham undervalued atau tidak.

    Saham dengan rasio PER = 15 dipercaya sebagai saham yang divaluasi secara normal. Saham dengan rasio PER di bawah 10 masuk ke dalam kategori undervalued, dan saham dengan rasio PER di atas 20 masuk ke dalam kategori overpriced. Rasio PER sangat cepat berubah dikarenakan rasio ini menggunakan komponen pendapatan perusahaan dalam periode per 3 bulan.

  • Price/Earning to Growth (PEG)
    Adalah rasio finansial yang merupakan modifikasi dari rasio PER dimana nilai PER dibagi dengan persentase pertumbuhan earning dalam suatu periode waktu. Biasanya saham yang masuk dalam kategori undervalued adalah saham dengan rasio PEG di bawah 1.

  • Price to Book Value (PBV)
    Adalah rasio finansial yang digunakan untuk mengukur nilai perusahaan dengan cara membandingkan harga saham sekarang dengan nilai buku. Biasanya saham yang masuk dalam kategori undervalued adalah saham dengan rasio PBV di bawah 1.

  • Price to Sales Ratio (PSR)
    Adalah sebuah rasio penilaian yang diciptakan oleh Kenneth L. Fisher untuk memvaluasi nilai perusahaan berdasarkan dari total pendapatan dalam 1 tahun. Biasanya saham yang masuk dalam kategori undervalued adalah saham dengan rasio PSR di bawah 1.
Di antara rasio ini, tidak ada rasio yang dapat berdiri sendiri dalam memvaluasi nilai suatu saham. Yang terbaik adalah mengabungkan beberapa rasio ini disesuaikan dengan cara investasi kita sendiri. Satu hal yang perlu diingat adalah : “Bukan berarti saham tersebut undervalued, maka harga saham akan naik. Dan sebaliknya bukan berarti saham tersebut overvalued, maka harga saham akan turun.” (sumber:darmawaninvest.blogspot.com)
 
Kamu juga bisa belajar tentang saham melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokedia atau pesan langsung via whatsapp kami.

 

 

 

 

Belajar Saham : Cara Mendapatkan Dividen

Belajar Saham : Cara Mendapatkan Dividen

Belajar Saham – Salah satu hal yang di tunggu-tunggu seorang investor dalam berinvestasi saham adalah pembagian dividen. Dividen sendiri biasanya di bagikan setiap setahun sekali , entah itu di awal tahun atau di ahir tahun, nah pasti kamu penasaran bagaimana cara mendapatkan dividen.

  • Untuk bisa mendapatkan dividen, baik dividen tunai maupun saham, kamu hanya perlu memiliki saham perusahaan tersebut sampai hari cum date. Contohnya , perusahaan A cum date dividen pada tgl 27 febuari 2019, maka kamu harus memiliki saham perusahaan tersebut sampai penutupan bursa pada hari tersebut.
  • Pengumuman dividen biasanya bisa kamu lihat di situs BEI dan KSEI.
  • Pembayaran dividen akan langsung di transfer ke rekening investor masing-masing. Namun jika saham kamu berbentuk sertifikat, kamu harus mengurus dividen ke perusahaan masing-masing. Dan untuk investor asing ada tata cara nya tersendiri.
  • Setiap dividen tunai akan di di kenakan pajak, 30% bagi yang tidak memiliki NPWP atau tidak melampirkan NPWP di sekuritas, dan 10% bagi yang memiliki NPWP.

Nah itulah sedikit artikel tetang tata cara mendapatkan dividen, semoga bermanfaat 🙂 

Buku Saham – Kamu juga bisa belajar metode-metode sederhana untuk trading atau berinvestasi saham melalui buku The traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau kamu bisa order langsung ke whatsapp kami.

Belajar Saham – Mengenal Saham Blue Chip Dan Perusahan Yang Masuk Kedalam Kategori Blue Chip

Belajar Saham – Mengenal Saham Blue Chip Dan Perusahan Yang Masuk Kedalam Kategori Blue Chip

Belajar Saham – Banyak dari investor pemula atau calon investor yang belum tahu tentang saham blue chip ini. Saham blue chip atau big cap bisa diartikan sebagai saham papan atas atau saham unggulan.

Saham-saham yang masuk dalam kategori ini adalah saham dengan angka kapitalisasi pasar yang besar yakni di atas Rp 40 triliun. Tentu, dengan nilai pasar saham sebesar itu, bukanlah perusahaan main-main atau abal-abal yang tergolong memiliki saham blue chip.

Perusahaan yang masuk kategori saham blue chip ini merupakan perusahaan-perusahaan besar, memiliki etos dan kinerja yang baik, fundamental yang baik serta dikelola oleh orang-orang professional. Selain itu, perusahaan ini juga bergerak di bidang industri dimana hasilnya dibutuhkan banyak orang. Sudah bisa dipastikan pula jika perusahaan kategori saham blue chip ini memiliki keuntungan yang besar dan secara rutin dibagikan kepada investor.

Saham jenis blue chip ini sangat layak untuk dijadikan investasi jangka panjang serta penghasilan yang terus menerus lantaran perusahaan yang diberi suntikkan ini tidak main-main dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, perusahaan dengan saham blue chip juga tidak mudah digoreng oleh para bandar lantaran pangsa pasar yang sangat besar.

Dan tentunya kamu ingin tau perusahaan apa saja yang masuk kedalam kategori saham blue chip ini.

Sektor Bank

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor bank adalah sebagai berikut;

  • BBRI PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • BMRI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • BBNI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • BBCA PT Bank Central Asia Tbk

Manufaktur

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor manufaktur meliputi;

  • UNVR PT Unilever Indonesia Tbk
  • SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk
  • KLBF PT Kalbe Farma Tbk
  • MYOR PT Mayora Indah Tbk
  • JPFA JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
  • INTP PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk
  • INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  • CPIN Charoen Pokphand Tbk
  • ASII PT Astra International Tbk

Perkebunan

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor perkebunan terdiri dari;

  • LSIP PT London Sumatera Plantation Tbk
  • AALI PT Astra Agro Lestari Tbk

Energi

Ada satu perusahaan sektor energi yang memiliki saham blue chip yakni;

  • PGAS PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

Pertambangan

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor pertambangan, yakni;

  • ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk
  • INCO PT Vale Indonesia Tbk
  • ANTM PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
  • PTBA PT Bukit Asam (Persero) Tbk

Infrastruktur

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor infrastuktur seperi;

  • TLKM PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  • JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk

Perdagangan

Perusahaan dengan saham Blue Chip sektor perdagangan terdiri;

  • UNTR PT United Tractor Tbk
  • AKRA PT AKR Corporindo Tbk

Properti

Ada satu perusahaan sektor properti yang terkategori memiliki saham blue chip yakni;

  • LPKR Lippo Karawaci Tbk  Baru

Media

Ada satu perusahaan sektor media yang memiliki kategori saham blue chip yaitu;

  • MNCN Media Nusantara Citra Tbk

Nah itulah pengertian tentang saham blue chip dan perusahaan yang masuk kedalam kategori blue chip. (sumber:koinworks.com)

Kamu juga bisa belajar menganalisa saham dengan metode-metode sederhana melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau oder langsung via whatsapp kami.

 

Tips Perpajakan Untuk Investor Forex

Tips Perpajakan Untuk Investor Forex

Pertanyaan Bapak Henry:
Saya sedang tertarik dengan trading forex, mohon bantuannya bagaimana mengenai pelaporan dan pembayaran pajak dari penghasilan trading forex tersebut.

Jawaban:
Untuk menjawab pertanyaan dari Bapak Henry, perlu kami informasikan bahwa perlakuan perpajakan atas transaksi forex trading berkaitan dengan penghasilan karena selisih kurs mata uang asing.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf l Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Nomor 36 Tahun 2008, yang menjadi objek pajak penghasilan adalah setiap penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun termasuk salah satunya adalah keuntungan selisih kurs mata uang asing.

Lebih lanjut dalam penjelasan pasal yang sama ditegaskan bahwa keuntungan yang diperoleh karena fluktuasi kurs mata uang asing diakui berdasarkan sistem pembukuan yang dianut dan dilakukan secara taat asas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Hal ini berarti pengenaan pajak atas penghasilan (PPh) karena selisih kurs mata uang asing akan mengikuti tarif PPh Umum Pasal 17 UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 yang mana bagi Bapak Henry selaku Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WP OP) adalah sebagai berikut:

Sampai dengan Rp 50.000.000 pajaknya 5%
Di atas Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000 pajaknya 15%
Di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000 pajaknya 25%
Di atas Rp 500.000.000 pajaknya 30%

Demikian pula halnya dengan pelaporan pajak atas penghasilan selisih kurs mata uang asing akan mengikuti kewajiban WP OP pada umumnya, yaitu dilakukan pada saat penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi pada tahun pajak yang bersangkutan sebagai bagian dari penghasilan lainnya sesuai dengan yang telah diatur dalam Petunjuk Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Sebagai informasi tambahan, sehubungan dengan transaksi forex trading maka atas penghasilan selisih kurs mata uang asing yang Bapak Henry peroleh akan dipergunakan sebagai dasar penghitungan angsuran PPh Pasal 25 tahun berikutnya karena termasuk dalam pengertian penghasilan teratur (penghasilan yang lazimnya diterima atau diperoleh secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setiap tahun pajak, yang bersumber dari kegiatan usaha, pekerjaan bebas, pekerjaan, harta dan atau modal, kecuali penghasilan yang telah dikenakan PPh yang bersifat final) sesuai dengan KEP-537/PJ./2000. (sumber : detik.com)

 

Kamu juga bisa belajar tentang metode-metode sederhana dalam bisnis saham melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

 

 

Belajar Saham : 4 Investasi Yang Menguntungkan Di Tahun 2019

Belajar Saham : 4 Investasi Yang Menguntungkan Di Tahun 2019

Belajar Saham Pemula – Saat ini semakin banyak orang yang meyadari betapa pentingnya berinvestasi, karena dengan berinvestasi kita dapat melindungi aset kita dari penurunan nilai akibat inflasi. Dan dengan investasi pula kita dapat mulai mempersiapkan kebutuhan di masa depan dengan memanfaatkan dana yg kita miliki saat ini.

Saat ini ada banyak macam investasi yang dapat kamu pilih. Dan pastikan investasi yang kamu pilih itu cocok untuk kamu.  Nah ini ada 4 list investasi yang menguntungkan di tahun 2019 yang mungkin bisa menjadi pilihanmu.

  1. Tanah dan Properti

    Investasi yang satu ini masih menjadi pilihan banyak orang, dan selalu mengalami kenaikan di setiap tahunnya dan bisa dikatakan akan selalu mengalami kenaikan selama demand masih tinggi.


    Properti merupakan sektor riil di negara berkembang seperti indonesia tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi karena lebih pada ekspestasi. dan dalam hal ini aset riil akan melindungi keuangan kamu dari inflasi.

  2. Investasi Saham

    investasi menguntungkan selanjutnya adalah saham, yup kamu bisa memilih saham sebagai investasi kamu di tahun 2019. investasi ini bisa di katakan investasi jangka panjang.

    Selain menguntungkan dan bisa melindungi keuangan kamu dari inflasi, kamu juga bisa di katakan sebagai pemilik dari perusahan tersebut, sesuai investasi yang kamu lakukan di perusahaan tsb. Dan jika perusahaan tsb berjalan baik maka maka saham tersebut akan memiliki nilai yang tinggi.

  3. Investasi Reksadana

    Reksadana bisa dikatakan satu-satunya produk keuangan yang langsung terdiversifikasi, karena pengelola keuangan kamu adalah sang manager. Dengan berinvestasi reksadana artinya kamu sudah berinvestasi di saham, obligasi dan deposito.

    Bagi kamu yang belum terlalu paham atau tidak memiliki pengalaman dalam dunia investasi reksadana bisa menjadi pilihan, karena dengan adanya manager investasi jadi kamu hanya perlu menyerahkan semuanya kepada menager investasimu.

  4. Investasi Emas

    Yang terahir adalah emas. Sebenarnya emas lebih cocok di gunakan sebagai alat penjaga kekayaan, ketimbang investai dengan tujuan mencapai profit.

    Beberapa kajian sudah menceritakan bagaimana emas zaman dahulu 

    dahulu kala bernilai sama dengan saat ini. Jadi misalnya satu gram emas dua puluh tahun lalu bisa membeli kambing, ternyata saat ini juga masih bernilai satu kambing.

    Saking stabilnya, makanya emas sempat digunakan sebagai basis untuk mencetak mata uang sebelum berubah seperti sekarang. Bagaimana dengan potensi di tahun 2019?

    Saya sarankan kepada Anda, jika pilihannya antara menabung di Bank atau emas, pilihlah emas. Tabungan paling tepat untuk menjaga harta.(sumber:Diskartes.com)


Buku Belajar Saham – kamu juga bisa belajar metode-metode investasi saham melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

 

Belajar Saham : Jenis-Jenis Moving Average

Belajar Saham : Jenis-Jenis Moving Average

Belajar Saham Pemula – Moving Average adalah indikator yang menampilkan nilai rata-rata data harga dalam periode waktu tertentu. Moving Average sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya sebagai berikut.

  • Simple Moving Average (SMA)
    Simple Moving Average merupakan jenis paling dasar dalam moving Average. Dan simple moving average ini sering sekali di gunakan untuk menentukan nilai pergerakan harga nilai suatu saham.

    Moving Average ini juga sangat ampuh untuk menganalisis trend dalam suatu sekuritas. Mereka memberikan titik-titik suport dan resistance yang berguna dan sangat mudah di gunakan.

    Kelebihan Moving Average ini adalah lebih mudah terhindar dari fake signal, karena pada SMA pembobotan harga setiap hari di hitung sama, maka pergerakan harga menjadi smoth.

  • Weighted Moving Average (WMA)
    Weighted Moving Average adalah indikator paling jarang di gunakan oleh trader maupun analis. Berbeda dengan SMA yang menggunakan rata-rata dari data terahir sebagai data perkiraan masa berikutnya , WMA seringkali di gunakan untuk mengatasi masalah pembobotan sama.

    Weighted moving average atau WMA akan berusaha memforecast beberapa data terahir dengan memberikan bobot yang berbeda-beda, mengapa seperti itu? hal ini di dasari karena data yang baru akan lebih besar dibandingkan data yang lebih lama. Oleh karna itu beberapa trader lebih memilih Simple Moving Average (SMA).

  • Exponetial Moving Average (EMA)
    Exponetial Moving Average adalah jenis moving averange yang merupakan penyempurna dari metode SMA, dan hampir sama dengan WMA , bedanya jika pada WMA semakin panjang periode yang kita gunakan maka semakin besar bobot nilai terahirnya. Maka pada EMA terjadi sebaliknya yaitu semakin anjang periode yang kita pakai maka semakin kecil pembobotan nilai terahirnya.

Nah itulah jenis-jenis Moving Average, kamu juga bisa belajar berbagai macam metode analisa melalui buku The Traders Bibble by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via Whatsapp kami  

Belajar Saham : Buku Saham Warren Buffet

Belajar Saham : Buku Saham Warren Buffet

Belajar Saham Pemula – Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Warren Buffet , ya dia adalah seorang investor tersukses sekaligus milliader terkenal asal Amerika Serikat. Kekayaan bersihnya mencapai $ 84,7 Milliar.

Selain menjadi seorang investor Warren adalah seorang komisaris, Direktur utama, dan sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.

Kesuksesan Buffet tidak di ragukan lagi, sejak umur 11 tahun Buffet sudah mulai berinvestasi, dan telah mengumpulkan $ 53.000 pada saat usia 16 tahun.

 

Buffet sangat identik dengan Coca Cola nya. Dia memiliki 7% saham dari Coca Cola pada tahun 1988 dan ahirnya menjadi salah satu investasi terbaiknya. Pada saat itu Dia berinvestasi sebesar $1 milliar di Coca Cola dan tumbuh hampir 16 kali lipat  selama 27 tahun berikutnya ketika menghitung dividen yang di terima . Dan dia memperoleh keuntungan kurang lebih sebesar 11% per tahunya dari saham Coca Cola ini.

Nah jika kamu ingin sukses dalam berinvestasi saham seperti Warren Buffet kamu bisa membaca Ebook – Buku Saham Warren Buffet ini secara GRATIS!! 

Nah langsung Download aja disini Ebook Buku Saham waren Bufet

 

Buat teman-teman yang hendak belajar saham lebih dalam, kamu jg bisa belajar tentang saham melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia <– klik disini atau juga bisa order langsung via whatsapp kami.