Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Stock Split?

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Stock Split?

Pada Kesempatan kali ini yang akan kita bahas yaitu mengenai yang akan kita bahas yaitu mengenai Stock Split. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut ini:

Berdasarkan pengertiannya Stock Split merupakan sebuah aksi korperasi yang dilakukan oleh emiten atau perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu yang berdampak pada jumlah saham yang beredar yang lebih banyak. 

Namun yang perlu diketahui dari Stock Split ini yaitu tidak mempengaruhi modal saham yang dipegang oleh investor atau pemegang saham. Demikian juga pada valuasi saham tersebut sekalipun nilai rupiahnya tampak lebih rendah, tidak berarti sahamnya menjadi lebih murah dari sebelumnya. Hanya saja, yang sering kali terjadi, saham yang baru mengalami Stock Split biasanya mudah untuk naik. Hal ini dikarenakan harganya yang lebih terjangkau oleh trader ritel kebanyakan atau pun karena banyak yang mengira bahwa harganya menjadi lebih murah.

Sebagai contoh misalkan saham WXYZ berada pada level harga 50.000 per lembarnya. Dengan harga per lembar saham  yang tinggi maka tidak dapat terjangkau oleh investor yang dananya terbatas, hal ini dikarenakan untuk membeli 1 lot nya seorang investor membutuhkan dana Rp. 5 juta.

Setelah saham WXYZ tersebut melakukan Stock Split 1:10, maka harganya akan lebih murah dan terjangkau, dimana untuk 1 lot nya dapat dibeli dengan harga Rp. 5 ribu saham saja, Dengan begitu maka likuiditas untuk saham tersebut akan meningkat.

Tujuan Stock Split

Berikut ini beberapa tujuan suatu perusahaan melakukan Stock Split, antara  lain :

  1.  Menanbah jumlah saham yang beredar agar ada lebih banyak investor yang dapat memiliki saham tersebut.
  2.  Mempertahankan tingkat likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  3. Menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga memberatkan publik untuk membeli/memiliki saham tersebut.
  4.  Agar investor kecil dapat membelinya setelah harganya dipecah menjadi lebih kecil. Jika harga saham terlalu mahal maka dana dari investor kecil tidak akan mampu menjangkaunya.
  5. Mengubah jumlah saham odd lot menjadi round lot. Odd lot merupakan kondisi dimana investor mempunyai saham dibawah 100 lembar (1 lot), sedangkan round lot merupakan suatu kondisi dimana investor membeli saham sejumlah kelipatan 100 lembar (1 lot).
  6.  Memperkecil resiko yang akan terjadi, terutama bagi investor yang ingin memiliki saham tersebut artinya telah terjadi diversifikasi investasi.

Pengaruh Stock Split Terhadap Pergerakan Harga Saham

Secara umum, harga saham yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan investor dalam membeli saham tersebut. Dengan adanya Stock Split, diharapkan akan meningkatkan daya beli investor terhadap saham tersebut. Apabila daya beli investor meningkat, maka harga saham pun bisa makin terkerek naik. 

Namun tidak semua saham perusahaan yang melakukan Stock Split akan mengalami dampak yang positif, memang ada beberapa saham setelah Stock Split mengalami penguatan akan tetapi beberapa lainnya mengalami pelemahan secara signifikan.

Murahnya saham yang dapat dinikmati oleh investor retail memang menambah likuiditas, namun aktivitas pemodal kecil yang sangat aktif bertransaksi justru malah menahan lajunya kenaikan harga.

Selain itu, naik turunnya harga saham setelah Stock Split tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain diluar Stock Split itu sendiri, baik itu dari fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Stock Split merupakan suatu aksi korperasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu dengan tujuan untuk membuat transaksi perdagangan saham  menjadi lebih likuid. Suatu perusahaan yang melakukan Stock Split tidak selalu harga sahamnya akan naik, karena naik turunnya suatu harga saham juga dipengaruhi oleh faktor lain baik itu dari fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya, oleh karena itu sebaiknya telitilah terlebih dahulu sebelum Anda bertransaksi pada saham yang Stock Split.

Sekian untuk penjelasan tentang Stock Split kali ini dan bagi teman-teman yang tertarik untuk belajar tentang saham melalui buku bisa melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau dapat juga dengan order langsung via whatsapp kami.

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Swing Trading?

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Swing Trading?

Pasti diantara kalian ada yang sudah tau atau mengenal strategi-strategi yang ada atau sering digunakan dalam berinvestasi dari mulai Scalping / Intraday Trade, Swing Trading dan Super Trade. Namun yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu Swing Trading, apa itu Swing Traiding berikut ini penjelasannya.

Swing Trading merupakan suatu strategi traiding dalam jangka pendek dengan tujuan memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan gejolak (volatilitas) harga saham di bursa perdagangan. Sebagaimana layaknya bursa perdagangan saham, harga saham senantiasa bergejolak bisa setiap detik, jam maupun hari, hal ini terjadi seiring dengan perubahan yang diakibatkan oleh adanya permintaan (bid) dan penawaran (offer) dari para pelaku pasar.

Dalam strategi ini, para Swing Trader melakukan pemantauan terhadap saham-saham yang memiliki aktifitas perdagangan tinggi (active stocks) serta kepada saham-saham “Top Gainer” yaitu dengan mengandalkan formasi candle jangka pendek. Namun agar strategi ini dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan sistem trading yang efektif. Sistem trading yang efektif ini paling tidak memuat dua komponen dasar dan penting yaitu indentifikasi tren serta cut / stop loss. Jika seorang Swing Trader gagal mengenali sebuah trend maka dapat menjadi malapetaka yang berujung pada kerugian.

Jadi Swing Trading merupakan strategi yang menuntut para trader untuk lebih sabar dalam traiding saham, karena tren saham tidak selalu bergerak naik ada saatnya harga  saham akan pullback (koreksi sehat) sebelum melanjutkan untuk kembali merangkak naik. Seorang Swing Trader yang cerdik biasanya akan menunggu mereka akan menunggu momen pullback ini untuk melakukan aksi beli atau tambah posisi beli. 

Sekian pembahasan tentang Swing Trading kali ini dan untuk yang mau belajar mengenai saham bisa melalui The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau oder langsung via whatsapp kami.

Belajar Saham : Pola Cup and Handle

Belajar Saham : Pola Cup and Handle

Dalam mempelajari analisa teknikal kita harus mengetahui pola-pola yang ada pada grafik salah satunya yaitu pola cup and handle. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan dibawah ini. 

Pola cup and handle atau pola cangkir dan pegangannya, merupakan sebuah pola bullish berkelanjutan. Pada pola ini terbentuk dengan diawali oleh kejatuhan nilai harga suatu saham yang seolah-olah melengkung dari atas kedasar lengkungan kemudian, kemudian nilai harga mulai berbalik secara melengkung keatas kembali dan terlihat membentuk sebuah cangkir. Setelah itu pergerakan nilai harga akan melanjutkan polanya untuk bergerak kembali seolah-olah membentuk sebuah pegangan cangkir.

Pola cup and handle mempunyai nilai harga tahanan / resistance pada nilai harga dimana pola awal ini mulai terbentuk yang di tarik garis tahanan / resistance menuju titik akhir dari pola cangkirnya yang terbentuk. Setelah mengalami konsolidasi dalam periode waktu tertentu dan membentuk pegangan cangkirnya , pada saatnya pola tersebut akan breakout ke atas garis resistance-nya dengan suatu volume yang signifikan.

Target harga minimal dari pola cup and Handle dapat diperoleh dari mengukur dasar dari cup / cangkirnya ke atas hingga garis resistance-nya dan memproyeksikannya diatas dari garis resistance-nya yang ditembus ke atas dengan suatu volume yang signifikan.

Dalam membentuk pola cup and handle, lama pembentukan pola biasanya berkisar pada periode waktu rata-rata tiga bulanan, namun tidak tertutup kemungkinan untuk terbentuk dalam sebuah periode waktu yang lebih bervariasi.

Sekian pembahasan tentang pola cup and handle kali ini semoga dapat bermanfaat dan untuk yang mau belajar mengenai saham bisa melalui Bundling 3 Buku Saham Terbaik by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau oder langsung via whatsapp kami.

Jenis-Jenis Pasar Modal

Jenis-Jenis Pasar Modal

Pasar modal merupakan pasar untuk memperjual belikan  instrumen keuangan jangka panjang seperti surat-surat berharga berupa obligasi, saham, reksa dana,  yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun perusahaan swasta dan kegiatannya dilaksanakan dibursa dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor.

Berdasarkan fungsinya pasar modal terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa pararel. Untuk pembahasan lebih jelasnya mari kita simak penjelasan dibawah ini :

Pasar Perdana

Pasar perdana merupakan tempat dimana saham pertama kali diperdagangkan, sebelum dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pasar perdana efek biasanya saham pertama kali ditawarkan oleh emiten melalui underwriter kepada investor dengan mekanisme Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering – IPO).

Pasar Sekunder

Pasar sekunder merupakan jenis pasar modal yang melakukan penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.

Bursa pararel

Bursa pararel merupakan jenis pasar modal yaitu sebagai pelengkap dari bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa  pararel.  Bursa pararel diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan EFek-efek (PPUE)

Sekian pembahasan tentang jenis-jenis pasar modal semoga dapat bermanfaat

Belajar Saham : Apa yang Dimaksud Dengan Window Dressing ?

Belajar Saham : Apa yang Dimaksud Dengan Window Dressing ?

Setiap dipenghujung tahun kita pasti selalu mendengar istilah Window Dressing, Apa yang dimaksud dengan Window Dressing ?

Window Dressing merupakan suatau strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham. Dalam  Window Dressing yang biasa dilakukan oleh Manajer Investasi yaitu menjual saham-saham mereka yang mengalami kerugian dan akan membeli saham-saham memiliki kecendrungan untuk menguat . Window Dressing kerap kali dilakukan pada saat mendekati akhir periode kerja ataupun pada akhir tutup buku kuartalan dan tahunan. 

Namun tidak hanya manajer iknvestasi saja yang melakukan Window Dressing, namun perusahaan terbuka juga melakukan hal yang sama supaya dapat meningkatkan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan terbuka atau tercatat di BEI akan mempercantik laporan keuangan mereka supaya banyak investor yang tertarik untuk membeli saham dari perusahaan mereka, hal ini akan menyebabkan kenaikan pada saham yang bersangkutan. Tentu ini akan sangat diminati oleh para trader maupun investor, karena  dengan adanya kenaikan saham tersebut maka akan memberikan capital gain bagi kepada para pemegang sahamnya

Apakah Window Dressing hanya terjadi di akhir tahun ?

Terrnyata untuk Window Dressing ini juga bisa terjadi pada setiap kuartal, atau pada saat laporan keuangan per kuartal keluar. Namun efek paling besar dari Window Dressing ini terjadi pada saat menjelang tutup buku yaitu pada akhir tahun. Bahkan efeknya juga bisa terasa pada saat awal tahun atau dikenal juga dengan January effect. 

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat, teman-teman juga bisa melihat video penjelasan seputar saham dari Pak Santo Vibby  melalui channel youtube kami, namun setelah menonton jangan lupa like, comment dan subscribe serta aktifkan juga loncengnya supaya kalian jadi orang pertama yang bisa melihat video terbaru dari kami.

 

Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Seperti yang kita ketahui bahwa Pemerintah telah mengumumkan pemindahan ibukota yaitu dari Jakarta ke wilayah antara kabupaten Kutai Kertanegara di Provinsi Kalimantan Timur pada 26 Agustus 2019. Lalu bagaiman dampak pemindahan ibukota terhadap investasi saham? Jika dalam jangka pendek hal ini tentu belum ada pengaruhnya, dikarenakan hal tersebut berbeda dengan kebijakan-kebijakaa besar sebelumnya, misalnya pada tahun 2016 terdapat amnesti pajak yang disambut positif oleh para pelaku pasar. Pemindahan ibukota akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional dalam jangka panjang, namun menurut para pengamat analisis prosesnya memakan waktu paling lama sekitar 5-10 tahun.

Dengan adanya pemindahan ibukota ini maka akan ada banyak pembangunan di ibukota baru, dan karena status sebagai ibukota maka harga tanan dan properti akan naik, dalam hal ini emiten yang paling banyak diuntungkan ialah kontruksi dan infrastruktur serta sektor pendukungnya seperti semen. Ada beberapa faktor yang membuat emiten kontruksi dan infrastruktur diperkirakan akan diuntungkan dari adanya pemindahan ibukota ini contohnya seperti Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan  PP Properti (PPRO) memiliki landbank di Kalimantan. Waskita Beton Precast (WSBP), Wijaya Karya (WIKA), Wijaya Karya Beton (WTON) memiliki pabrik disana. Jasa Marga (JSMR) mengelola tol Samarinda-Balikpapan. Astra Internasional (ASII) juga memiliki pabrik didaerah Kalimantan.

Rencana pemindahan pusat pemerintahan ini akan mengakibatkan mulai menggeliatnya sektor properti di Kalimantan Timur seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk pindahan dari Jakarta.

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat

Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Waran merupakan efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk 6 (enam) bulan atau lebih. Biasanya waran melekat pada penawaran umum saham dan berfungsi sebagai daya tarik dan untuk harga biasanya harga pelaksanaan waran lebih rendah dibandingkan harga pasar modal. Waran dapat diperdagangkan secara terpisah setelah saham tersebut tercatat di bursa. Waran memiliki karakteristik sama dengan saham biasa, yaitu right issue (diperdagangkan melalui penawaran umum terbatas kepada pemegang saham lama dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu) dan stock split (dapat diperdagangkan dipasar sekunder).  

Kelemahan Waran

Kelemahan yang dimiliki waran yaitu tidak dapat memperoleh dividen dan tidak memiliki hak suara pada perusahaan publik dikarenakan pemiliknya bukan pemegang saham perseroan. Dilihat dari periode perdagangannya, waran  memiliki periode yang lebih lama dibandingkan bukti right, yaitu 3 tahun sampai 5 tahun. Waran merupakan suatu pilihan, dimana pemilik waran mempunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dia miliki yaitu saat 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Serta untuk harga waran itu sendiri befluktuasi selama periode perdagangan.

Resiko Memiliki Waran

Segala sesuatu tentu akan ada resikonya, begitu pula waran juga memiliki resiko didalamnya antara lain : 

1.) Jika harga saham pada periode pelaksanaan (exercise period) jatuh dan menjadi lebih rendah daripada harga pelaksanaannya, investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya dengan saham perusahaan, sehingga ia akan mengalami kerugian atas harga beli waran tersebut.

Contohya, seorang investor membeli waran di Pasar Sekunder dengan harga Rp.200,00 serta harga pelaksanaan Rp.1.500,00. Pada tanggal pelaksanaan, harga saham perusahaan yang bersangkutan turun menjadi Rp.1.200,00. Pada saat itu investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya karena ia harus mengeluarkan Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 harga pelaksanaan + Rp.200,00 harga waran). Jika ia tidak menukarkan waran yang dimilikinya maka kerugian yang ditanggung hanya Rp.200,00 yang merupakan harga beli waran tersebut.

 2.) Karena waran memiliki sifat yang hampir sama dengan saham dan juga bisa diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran juga bisa mengalami kerugian (capital loss) jika harga beli waran lebih tinggi daripada harga jualnya.

Manfaat Memiliki Waran

1.) Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan yang lebih rendah daripada harga saham tersebut di Pasar Sekunder, yaitu dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham tersebut melebihi harga pelaksanaan.

Contohnya, Jika seorang investor membeli waran pada harga Rp.200,00 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp.1.500,00 dan pada tanggal pelaksanaan harga saham perusahaan meningkat  menjadi Rp.1.800,00 per saham, maka ia akan membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 + Rp.200,00). Jika ia langsung membeli saham perusahaan tersebut di Pasar Sekunder, ia harus mengeluarkan Rp.1.800,00 per saham.

2.) Apabila waran diperdagangkan di bursa maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain), yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar daripada harga beli.

Demikian artikel mengenai waran kali ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Belajar Saham : Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

Belajar Saham : Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang ETF, Apa itu ETF ?. Berikut ini ulasannya. ETF ( Exchange Traded Fund) merupakan reksadana yang terbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun  pada dasarnya ETF adalah reksadana, namun produk ini diperdagangkan sama seperti saham-saham yang ada di Bursa Efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksadana dalam hal transaksi jual maupun beli.c

Tujuan Berinvestasi ETF

Segala sesuatu dibuat dengan suatu tujuan yang pasti begitupula dengan ETF, berikut ini tujuan mengapa berinvestasi ETF antara lain:
  • Diversifikasi: Diversifikasi secara otomatis atas beberapa saham unggulan dalam sekali order.
  • Fleksibilitas: Memanfaatkan fleksibilitas jual/beli yang tinggi, karena dapat langsung melakukan pembelian maupun penjualan ETF selama jam bursa berlangsung selayaknya saham.

Keuntungan ETF

  1. Mudah dan Fleksibel, sehingga dapat dibeli dan dijual kapanpun selama jam perdagangan seperti layaknya saham.
  2. Rendah Biaya dan Risiko, dimana management fee ETF relatif lebih rendah dibanding Reksadana dan untuk biaya transaksi ETF di pasar sekunder sesuai dengan komisi broker serta untuk risiko relatif rendah hal ini dikarenakan likuiditas dari ETF terjamin.
  3. Cakupan Luas, yaitu apabila memiliki 1ETF = memiliki puluhan saham-saham unggulan dan ETF yang ditawarkan juga variatif.
  4.  Transparan, yaitu dimana informasi mengenai ETF dan saham-sahamnya dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Kelemahan

  1. ETF tetap rawan terhadap fluktuasi harga saham, hal ini dikarenakan adanya faktor ekonomi makro seperti suku bunga dan nilai tukar.
  2. ETF juga dapat dipengaruhi oleh stabilitas politik.
  3. Investor tidak dapat memilih saham lain yang tidak berada dalam indeks ETF untuk dikoleksi dalam ETF.
  4. Investor juga tidak dapat menentukan pada harga yang diinginkan
Apa Yang Dimaksud Unusual Market Activity (UMA) ?

Apa Yang Dimaksud Unusual Market Activity (UMA) ?

Hampir setiap hari akan ada pengumuman tentang UMA dari BEI dan untuk mengetahuinya bisa melalui situs resmi bursa yaitu dengan melalui link www.idx.co.id kemudian klik dikanal “Berita”. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) pengertian Unusual Market Activity (UMA) adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu Efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa, dimana menurut penilaian Bursa dapat berpotensi menggangu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Jika dilihat dari segi aturan UMA berbeda dengan aturan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Hal in dikarenakan Bursa Efek tidak mengungkapkan berapa besrnya pesentase pergerakan harga suatu saham hingga dapat dinyatakan UMA. Dengan kata lain, sham mana saja bisa dinyatakan UMA apabila pihak Bursa mengendus adanya indikasi abnormalitas dalam perdagangan sahamnya. Namun demikian Bursa Efek menegaskan berulang kali dalam berbagai kesempatan bahwa “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal”.

Baca juga ->>Apa Itu ARA dan ARB?..

Dampak UMA Bagi Investor Saham

Jika dilihat sepintas, status UMA tidak secara otomatis mengakibatkan suatu saham disuspensi perdagangannya oleh Bursa Efek, jika pada sesi perdagangan berikutnya, pergerakan harga sudah kembali normal. Namun, dalam pengumuman-pengumumannya terkait saham yang UMA, bursa biasanya meminta agar investor melakukan empat hal:

  • Memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa.

  • Mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

  • Mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, bila rencana itu belum mendapat persetujuan RUPS.

  • Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Satu hal yang perlu Anda ketahui: Meskipun saham yang dinyatakan UMA belum tentu disuspensi, tetapi biasanya Bursa Efek mengenakan UMA terlebih dahulu pada saham-saham yang akan disuspensi. Jadi, begitu Anda mendengar adanya kabar emiten favorit Anda dinyatakan UMA, maka langsung periksa kembali kabar-kabar mengenai perusahaannya. Boleh jadi kinerja masih baik dan UMA akan dicabut dalam waktu dekat akan tetapi ada pula kemungkinan yang cukup besar kalau kinerjanya bermasalah baru-baru ini.

Pada intinya, UMA diumumkan oleh Bursa yaitu dengan tujuan untuk meningkatkan awareness (kesadaran) investor agar selalu menganalisis semua informasi yang tersedia. Hal itu penting untuk dilakukan agar tidak salah dalam bertransaksi atau memilih saham.

Di BEI semakin hari infrastruktur dan pengawasan memang semakin canggih. Dengan begitu kepentingan investor bisa terus menerus terakomodir. Tapi namanya juga market yang dianamis, waspada tetap harus dilakukan karena potensi pelanggaran, secanggih apapun petugas kemanannya, tetap saja ada pelanggarannya.

Belajar Saham : Apa Itu MSOP dan ESOP ??

Belajar Saham : Apa Itu MSOP dan ESOP ??

Pernahkah terfikirkan dibenak anda untuk membeli saham ditempat anda bekerja?, sekarang hal itu dapat diwujudkan dengan adanya program MSOP dan ESOP. Namun seperti apakah program tersebut ?

Dalam mengembangkan bisnisnya, setiap perusahaan tentu memiliki cara unik masing-masing. Salah satunya yaitu dengan MSOP dan ESOP. Mungkin diantara kalian masih ada yang masih asing dengan MSOP maupun ESOP. apa itu MSOP dan ESOP?

Berdasarkan pengertiannya MSOP (Management Stock Option Program) adalah program kepemilikan saham yang diberikan perusahaan kepada Direksi dan Dewan Komisaris dalam rangka kompensasi kepada mereka.

 Sedangkan ESOP (Employee Stock Option Program) adalah program kepemilikan saham yang diberikan perusahaan karyawan-karyawannya sebagai bentuk kompensasi perusahaan kepada pegawainya.

Maksud dari pemberian hak pada pegawai ini yaitu sebagai konpensasi tambahan atas jasa-jasa yang sudah dan akan diberikan.

Tujuan Diberikannya MSOP dan ESOP

Dalam setiap kebijakan, tentu ada tujuan yang baik, begitu pula dengan program MSOP dan ESOP yang memberikan banyak keuntungan ini, umumnya program ini dirancang sebagai tunjangan atau modal pensiun untuk manajemen dan karyawan dihari tua kelak. Adapun tujuan-tujuan lainnya yaitu:

Rewards

MSOP/ESOP ditunjukkan untuk memberikan penghargaan kepada seluruh manajemen dan karyawan atas kontribusinya yang membantu meningkatkan peforma perusahaan 

Peningkatan Motivasi dan Komitmen

Dengan adanya MSOP/ESOP, maka hal ini bisa meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan terhadap perusahaan dimana akan berdampak pula pada peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan 

Meningkatkan Loyalitas Perusahaan

Pemberian saham melalui program MSOP/ESOP diyakini mampu meningkatkan loyalitas manajemen dan karyawan. Dengan begitu ada keterikatan batin yang membuat karyawan seolah mendapat bagian tersendiri dalam kepemilikan perusahaan tersebut.

Meski saham yang diberikan pada setiap karyawan tidak dalam jumlah yang besar, namun kebijakan ini dinilai efektif untuk mempertahankan setiap karyawannya. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya turn over yang beresiko menurunkan citra perusahaan.

Menimbulkan Rasa Memiliki

Dengan adanya program MSOP/ESOP dapat menimbulkan rasa memiliki bagi karyawan terhadap perusahaan karena adanya bagian dari karyawan di dalam perusahaan, yang bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus semangat kerja karyawan untuk turut serta dalam merealisasikan kemajuan perusahaan.

Namun, banyak hal tentunya yang perlu diwaspadai dengan MSOP/ESOP ini. Butuh transparansi perusahaan kepada karyawan dan manajemennya mengapa perlu ada MSOP/ESOP ini. Jika nyatanya nilai perusahaan terus meningkat tentu menjadi keuntungan bagi karyawan dan manajemen.

Dengan demikian, penambahan modal melalui cara ini menguntungkan tidak hanya perusahaan tetapi juga karyawan dan manajemen. Tetapi apabila ini terkait dengan macetnya likuiditas perusahaan dalam jangka panjang. Hal ini perlu juga disampaikan kepada karyawan dan manajemen.

Jangan sampai, bukannya menikmati keuntungan, tetapi justru karyawan dan manajemen terjerumus untuk memikul tanggung jawab dan beban perusahaan. Belum lagi persoalan ketenagakerjaan yang timbul kemudian.

Ketika karyawan memiliki status ganda. Pekerja sekaligus pemilik dari perusahaan. Hal ini perlu diatur secara rinci agar tidak terjadi benturan kepentingan, dengan memastikan bahwa hak dan kewajiban pada status satu tidak berbenturan dengan status yang lainnya. Contoh kecilnya: apakah karyawan sekaligus pemegang saham perusahaan boleh menjadi anggota serikat pekerja?

Untuk itu, perlu adanya pengaturan syarat dan ketentuan dalam MSOP/ESOP yang matang untuk mengimplementasikan program ini bagi perusahaan Anda.

MSOP dan ESOP Sudah Berada Dalam Pengawasan OJK

Seperti yang kita sudah ketahui bahwa tugas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana keberadaanya tak lain juga berfungsi untuk mengawasi pasar modal di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, OJK sendiri telah mengatur kepemilikan saham bagi karyawan yang disebut Management Stock Option Program (MSOP) dan Employee Stock Option Program (ESOP).

Ketentuan MSOP dan ESOP ini merupakan salah satu dari 3 aturan yang OJK buat sejak tahun 2014 silam. Sebelumnya, ketentuan emiten atau perusahaan publik yang ingin menerapkan MSOP dan ESOP terangkum dalam peraturan IX.D.4, tentang penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD).

Khusus dalam aturan barunya, OJK mewajibkan kepada setiap emiten secara detail menjelaskan MSOP dan ESOP usungannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadilah aturan itu dibuat agar emiten lebih perhitungan dalam menerbitkan saham untuk keperluan tersebut. Mempunyai saham perusahaan tanpa biaya pribadi adalah salah satu dari sekian banyak tunjangan yang pastinya menguntungkan. Namun hampir sama dengan jenis investasi lain program MSOP dan ESOP tetap memiliki risiko dimana penjualannya akan selalu bergantung pada nilai saham. Dengan kata lain, kondisi ini agak sulit untuk diprediksi. Ada kalanya sewaktu-waktu harga saham naik namun bisa saja sebaliknya dimana justru mengalami penurunan drastis.

Sesungguhnya program MSOP dan ESOP bukan merupakan suatu kewajiban, dikarenakan MSOP dan ESOP memiliki sifat yang flesibel dan tidak dapat dipaksakan apabila karyawan tak ingin melakukan pembelian. Sehingga karyawan boleh mengambil tawaran tersebut atau tidak. Pun, tidak semua orang tertarik dengan konsep seperti itu. Namun lagi-lagi jika dilihat dari keuntungannya dalam menjamin masa pensiun seseorang kelak, kesempatan ini tentu amat sayang untuk dilewatkan, apalagi kalau dari awal program tersebut diberikan secara gratis.