Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Waran merupakan efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk 6 (enam) bulan atau lebih. Biasanya waran melekat pada penawaran umum saham dan berfungsi sebagai daya tarik dan untuk harga biasanya harga pelaksanaan waran lebih rendah dibandingkan harga pasar modal. Waran dapat diperdagangkan secara terpisah setelah saham tersebut tercatat di bursa. Waran memiliki karakteristik sama dengan saham biasa, yaitu right issue (diperdagangkan melalui penawaran umum terbatas kepada pemegang saham lama dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu) dan stock split (dapat diperdagangkan dipasar sekunder).  

Kelemahan Waran

Kelemahan yang dimiliki waran yaitu tidak dapat memperoleh dividen dan tidak memiliki hak suara pada perusahaan publik dikarenakan pemiliknya bukan pemegang saham perseroan. Dilihat dari periode perdagangannya, waran  memiliki periode yang lebih lama dibandingkan bukti right, yaitu 3 tahun sampai 5 tahun. Waran merupakan suatu pilihan, dimana pemilik waran mempunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dia miliki yaitu saat 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Serta untuk harga waran itu sendiri befluktuasi selama periode perdagangan.

Resiko Memiliki Waran

Segala sesuatu tentu akan ada resikonya, begitu pula waran juga memiliki resiko didalamnya antara lain : 

1.) Jika harga saham pada periode pelaksanaan (exercise period) jatuh dan menjadi lebih rendah daripada harga pelaksanaannya, investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya dengan saham perusahaan, sehingga ia akan mengalami kerugian atas harga beli waran tersebut.

Contohya, seorang investor membeli waran di Pasar Sekunder dengan harga Rp.200,00 serta harga pelaksanaan Rp.1.500,00. Pada tanggal pelaksanaan, harga saham perusahaan yang bersangkutan turun menjadi Rp.1.200,00. Pada saat itu investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya karena ia harus mengeluarkan Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 harga pelaksanaan + Rp.200,00 harga waran). Jika ia tidak menukarkan waran yang dimilikinya maka kerugian yang ditanggung hanya Rp.200,00 yang merupakan harga beli waran tersebut.

 2.) Karena waran memiliki sifat yang hampir sama dengan saham dan juga bisa diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran juga bisa mengalami kerugian (capital loss) jika harga beli waran lebih tinggi daripada harga jualnya.

Manfaat Memiliki Waran

1.) Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan yang lebih rendah daripada harga saham tersebut di Pasar Sekunder, yaitu dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham tersebut melebihi harga pelaksanaan.

Contohnya, Jika seorang investor membeli waran pada harga Rp.200,00 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp.1.500,00 dan pada tanggal pelaksanaan harga saham perusahaan meningkat  menjadi Rp.1.800,00 per saham, maka ia akan membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 + Rp.200,00). Jika ia langsung membeli saham perusahaan tersebut di Pasar Sekunder, ia harus mengeluarkan Rp.1.800,00 per saham.

2.) Apabila waran diperdagangkan di bursa maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain), yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar daripada harga beli.

Demikian artikel mengenai waran kali ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua

Belajar Saham : Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

Belajar Saham : Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang ETF, Apa itu ETF ?. Berikut ini ulasannya. ETF ( Exchange Traded Fund) merupakan reksadana yang terbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun  pada dasarnya ETF adalah reksadana, namun produk ini diperdagangkan sama seperti saham-saham yang ada di Bursa Efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksadana dalam hal transaksi jual maupun beli.c

Tujuan Berinvestasi ETF

Segala sesuatu dibuat dengan suatu tujuan yang pasti begitupula dengan ETF, berikut ini tujuan mengapa berinvestasi ETF antara lain:
  • Diversifikasi: Diversifikasi secara otomatis atas beberapa saham unggulan dalam sekali order.
  • Fleksibilitas: Memanfaatkan fleksibilitas jual/beli yang tinggi, karena dapat langsung melakukan pembelian maupun penjualan ETF selama jam bursa berlangsung selayaknya saham.

Keuntungan ETF

  1. Mudah dan Fleksibel, sehingga dapat dibeli dan dijual kapanpun selama jam perdagangan seperti layaknya saham.
  2. Rendah Biaya dan Risiko, dimana management fee ETF relatif lebih rendah dibanding Reksadana dan untuk biaya transaksi ETF di pasar sekunder sesuai dengan komisi broker serta untuk risiko relatif rendah hal ini dikarenakan likuiditas dari ETF terjamin.
  3. Cakupan Luas, yaitu apabila memiliki 1ETF = memiliki puluhan saham-saham unggulan dan ETF yang ditawarkan juga variatif.
  4.  Transparan, yaitu dimana informasi mengenai ETF dan saham-sahamnya dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

Kelemahan

  1. ETF tetap rawan terhadap fluktuasi harga saham, hal ini dikarenakan adanya faktor ekonomi makro seperti suku bunga dan nilai tukar.
  2. ETF juga dapat dipengaruhi oleh stabilitas politik.
  3. Investor tidak dapat memilih saham lain yang tidak berada dalam indeks ETF untuk dikoleksi dalam ETF.
  4. Investor juga tidak dapat menentukan pada harga yang diinginkan
Apa Yang Dimaksud Unusual Market Activity (UMA) ?

Apa Yang Dimaksud Unusual Market Activity (UMA) ?

Hampir setiap hari akan ada pengumuman tentang UMA dari BEI dan untuk mengetahuinya bisa melalui situs resmi bursa yaitu dengan melalui link www.idx.co.id kemudian klik dikanal “Berita”. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI) pengertian Unusual Market Activity (UMA) adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu Efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa, dimana menurut penilaian Bursa dapat berpotensi menggangu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Jika dilihat dari segi aturan UMA berbeda dengan aturan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Hal in dikarenakan Bursa Efek tidak mengungkapkan berapa besrnya pesentase pergerakan harga suatu saham hingga dapat dinyatakan UMA. Dengan kata lain, sham mana saja bisa dinyatakan UMA apabila pihak Bursa mengendus adanya indikasi abnormalitas dalam perdagangan sahamnya. Namun demikian Bursa Efek menegaskan berulang kali dalam berbagai kesempatan bahwa “Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal”.

Baca juga ->>Apa Itu ARA dan ARB?..

Dampak UMA Bagi Investor Saham

Jika dilihat sepintas, status UMA tidak secara otomatis mengakibatkan suatu saham disuspensi perdagangannya oleh Bursa Efek, jika pada sesi perdagangan berikutnya, pergerakan harga sudah kembali normal. Namun, dalam pengumuman-pengumumannya terkait saham yang UMA, bursa biasanya meminta agar investor melakukan empat hal:

  • Memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa.

  • Mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

  • Mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, bila rencana itu belum mendapat persetujuan RUPS.

  • Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Satu hal yang perlu Anda ketahui: Meskipun saham yang dinyatakan UMA belum tentu disuspensi, tetapi biasanya Bursa Efek mengenakan UMA terlebih dahulu pada saham-saham yang akan disuspensi. Jadi, begitu Anda mendengar adanya kabar emiten favorit Anda dinyatakan UMA, maka langsung periksa kembali kabar-kabar mengenai perusahaannya. Boleh jadi kinerja masih baik dan UMA akan dicabut dalam waktu dekat akan tetapi ada pula kemungkinan yang cukup besar kalau kinerjanya bermasalah baru-baru ini.

Pada intinya, UMA diumumkan oleh bursa untuk meningkatkan awareness (kesadaran) investor agar selalu menganalisis semua informasi yang tersedia. Itu penting supaya tidak salah dalam bertransaksi atau memilih saham.

Infrastruktur dan pengawasan di BEI semakin hari memang semakin canggih. Dengan begitu kepentingan investor bisa terus terakomodir. Tapi namanya juga market yang dinamis, waspada tetap harus dilakukan karena potensi pelanggaran, secanggih apapun petugas keamanannya, tetap saja ada.

Pada intinya, UMA diumumkan oleh Bursa yaitu dengan tujuan untuk meningkatkan awareness (kesadaran) investor agar selalu menganalisis semua informasi yang tersedia. Hal itu penting untuk dilakukan agar tidak salah dalam bertransaksi atau memilih saham.

Di BEI semakin hari infrastruktur dan pengawasan memang semakin canggih. Dengan begitu kepentingan investor bisa terus menerus terakomodir. Tapi namanya juga market yang dianamis, waspada tetap harus dilakukan karena potensi pelanggaran, secanggih apapun petugas kemanannya, tetap saja ada pelanggarannya.

Belajar Saham : Apa Itu MSOP dan ESOP ??

Belajar Saham : Apa Itu MSOP dan ESOP ??

Pernahkah terfikirkan dibenak anda untuk membeli saham ditempat anda bekerja?, sekarang hal itu dapat diwujudkan dengan adanya program MSOP dan ESOP. Namun seperti apakah program tersebut ?

Dalam mengembangkan bisnisnya, setiap perusahaan tentu memiliki cara unik masing-masing. Salah satunya yaitu dengan MSOP dan ESOP. Mungkin diantara kalian masih ada yang masih asing dengan MSOP maupun ESOP. apa itu MSOP dan ESOP?

Berdasarkan pengertiannya MSOP (Management Stock Option Program) adalah program kepemilikan saham yang diberikan perusahaan kepada Direksi dan Dewan Komisaris dalam rangka kompensasi kepada mereka.

 Sedangkan ESOP (Employee Stock Option Program) adalah program kepemilikan saham yang diberikan perusahaan karyawan-karyawannya sebagai bentuk kompensasi perusahaan kepada pegawainya.

Maksud dari pemberian hak pada pegawai ini yaitu sebagai konpensasi tambahan atas jasa-jasa yang sudah dan akan diberikan.

Tujuan Diberikannya MSOP dan ESOP

Dalam setiap kebijakan, tentu ada tujuan yang baik, begitu pula dengan program MSOP dan ESOP yang memberikan banyak keuntungan ini, umumnya program ini dirancang sebagai tunjangan atau modal pensiun untuk manajemen dan karyawan dihari tua kelak. Adapun tujuan-tujuan lainnya yaitu:

Rewards

MSOP/ESOP ditunjukkan untuk memberikan penghargaan kepada seluruh manajemen dan karyawan atas kontribusinya yang membantu meningkatkan peforma perusahaan 

Peningkatan Motivasi dan Komitmen

Dengan adanya MSOP/ESOP, maka hal ini bisa meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan terhadap perusahaan dimana akan berdampak pula pada peningkatan produktivitas dan kinerja perusahaan 

Meningkatkan Loyalitas Perusahaan

Pemberian saham melalui program MSOP/ESOP diyakini mampu meningkatkan loyalitas manajemen dan karyawan. Dengan begitu ada keterikatan batin yang membuat karyawan seolah mendapat bagian tersendiri dalam kepemilikan perusahaan tersebut.

Meski saham yang diberikan pada setiap karyawan tidak dalam jumlah yang besar, namun kebijakan ini dinilai efektif untuk mempertahankan setiap karyawannya. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya turn over yang beresiko menurunkan citra perusahaan.

Menimbulkan Rasa Memiliki

Dengan adanya program MSOP/ESOP dapat menimbulkan rasa memiliki bagi karyawan terhadap perusahaan karena adanya bagian dari karyawan di dalam perusahaan, yang bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus semangat kerja karyawan untuk turut serta dalam merealisasikan kemajuan perusahaan.

Namun, banyak hal tentunya yang perlu diwaspadai dengan MSOP/ESOP ini. Butuh transparansi perusahaan kepada karyawan dan manajemennya mengapa perlu ada MSOP/ESOP ini. Jika nyatanya nilai perusahaan terus meningkat tentu menjadi keuntungan bagi karyawan dan manajemen.

Dengan demikian, penambahan modal melalui cara ini menguntungkan tidak hanya perusahaan tetapi juga karyawan dan manajemen. Tetapi apabila ini terkait dengan macetnya likuiditas perusahaan dalam jangka panjang. Hal ini perlu juga disampaikan kepada karyawan dan manajemen.

Jangan sampai, bukannya menikmati keuntungan, tetapi justru karyawan dan manajemen terjerumus untuk memikul tanggung jawab dan beban perusahaan. Belum lagi persoalan ketenagakerjaan yang timbul kemudian.

Ketika karyawan memiliki status ganda. Pekerja sekaligus pemilik dari perusahaan. Hal ini perlu diatur secara rinci agar tidak terjadi benturan kepentingan, dengan memastikan bahwa hak dan kewajiban pada status satu tidak berbenturan dengan status yang lainnya. Contoh kecilnya: apakah karyawan sekaligus pemegang saham perusahaan boleh menjadi anggota serikat pekerja?

Untuk itu, perlu adanya pengaturan syarat dan ketentuan dalam MSOP/ESOP yang matang untuk mengimplementasikan program ini bagi perusahaan Anda.

MSOP dan ESOP Sudah Berada Dalam Pengawasan OJK

Seperti yang kita sudah ketahui bahwa tugas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana keberadaanya tak lain juga berfungsi untuk mengawasi pasar modal di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, OJK sendiri telah mengatur kepemilikan saham bagi karyawan yang disebut Management Stock Option Program (MSOP) dan Employee Stock Option Program (ESOP).

Ketentuan MSOP dan ESOP ini merupakan salah satu dari 3 aturan yang OJK buat sejak tahun 2014 silam. Sebelumnya, ketentuan emiten atau perusahaan publik yang ingin menerapkan MSOP dan ESOP terangkum dalam peraturan IX.D.4, tentang penerbitan saham tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (non-HMETD).

Khusus dalam aturan barunya, OJK mewajibkan kepada setiap emiten secara detail menjelaskan MSOP dan ESOP usungannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jadilah aturan itu dibuat agar emiten lebih perhitungan dalam menerbitkan saham untuk keperluan tersebut. Mempunyai saham perusahaan tanpa biaya pribadi adalah salah satu dari sekian banyak tunjangan yang pastinya menguntungkan. Namun hampir sama dengan jenis investasi lain program MSOP dan ESOP tetap memiliki risiko dimana penjualannya akan selalu bergantung pada nilai saham. Dengan kata lain, kondisi ini agak sulit untuk diprediksi. Ada kalanya sewaktu-waktu harga saham naik namun bisa saja sebaliknya dimana justru mengalami penurunan drastis.

Sesungguhnya program MSOP dan ESOP bukan merupakan suatu kewajiban, dikarenakan MSOP dan ESOP memiliki sifat yang flesibel dan tidak dapat dipaksakan apabila karyawan tak ingin melakukan pembelian. Sehingga karyawan boleh mengambil tawaran tersebut atau tidak. Pun, tidak semua orang tertarik dengan konsep seperti itu. Namun lagi-lagi jika dilihat dari keuntungannya dalam menjamin masa pensiun seseorang kelak, kesempatan ini tentu amat sayang untuk dilewatkan, apalagi kalau dari awal program tersebut diberikan secara gratis.

Belajar Saham: Seperti Apa Kriteria Saham Indeks LQ45 ?

Belajar Saham: Seperti Apa Kriteria Saham Indeks LQ45 ?

Sering sekali kita mendengar Indeks LQ45, namun tahukah kalian apa yang dimaksud dengan Indeks LQ45? dan kriteria saham seperti apa yang dapat masuk kedalam daftar Indeks LQ45?, berikut ulasannya:

Indeks LQ45 merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham terpilih dengan likuiditas (Liquid) tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain dari penilaian atas likuiditas, dalam seleksi  tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Tujuan dari adanya Indeks LQ45 adalah sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana yang obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan. 

Seperti Apa Kriteria Dalam Pemilihan Saham Indeks LQ45 ?

Sejak diluncurkan pada bulan Februari 1997 ukuran utama likuiditas transaksi adalah nilai transaksi di pasar reguler. Sesuai dengan perkembangan pasar dan untuk mempertajam kriteria likuiditas, maka sejak review bulan Januari 2005, jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi dimasukkan sebagai ukuran likuiditas. Sehingga kriteria suatu emiten untuk dapat masuk ke dalam perhitungan Indeks LQ45 adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Telah tercatat minimal 3 bulan di BEI.

  • Aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume, dan frekuensi transaksi.

  • Jumlah hari perdagangan di pasar reguler.

  • Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.

  • Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasipasar tersebut diatas, akan dilihat juga kedaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut. 

Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham

Suatu kehormatan bagi sebuah perusahaan bisa duduk dalam jajaran LQ45, dikarenakan perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ45 merupakan perusahaan-perusahaaan yang sudah diakui dan dipercaya oleh para pelaku pasar modal jika tingkat likuiditas serta kapitalisasi pasar dari perusahaan tersebut baik.

Dengan dapat masuknya suatu perusahaan kedalam jajaran Indeks LQ45 bukan berarti lantas perusahaan tersebut bisa bersantai, namun harus tetap bekerja keras untuk dapat mempertahankan posisinya karena Bursa Efek Indonesia akan secara rutin memantau perkembangan kinerja emiten-emiten yang masuk kedalam perhitungan Indeks LQ45.

Evaluasi atas pergerakan saham-saham tersebut akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Apabila ada saham yang sudah tidak masuk kedalam kriteria maka akan digantikan oleh saham lain yang memenuhi syarat.

Dalam Pemilihan saham-saham LQ45 dilakukan secara wajar, untuk itu BEI mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas, dan profesional di bidang pasar modal. Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus. 

Belajar Saham :Perbedaan Saham Biasa dengan Saham Preferen

Belajar Saham :Perbedaan Saham Biasa dengan Saham Preferen

Seperti yang telah kita ketahui bahwa menurut jenisnya saham dibagi menjadi dua yaitu saham biasa dan saham, namun apa yang membedakan kedua saham ini berikut penjelasannya :

Saham Biasa

Merupakan jenis saham yang ditawarkan dan dapat dimiliki oleh publik. Saham ini memiliki hak suara namun mendapat hak paling akhir terhadap aset bila perusahaan terlikuidasi.

Pemilik saham biasa memiliki hak terlebih dahulu dalam penerbitan saham baru (right issue), namun jika pemegang saham biasa menolak menebusnya, maka dapat ditawarkan kepada pihak lainnya. 

Saham Preferen

Merupakan jenis saham khusus yang biasanya diterbitkan terbatas untuk pemilik atau pendiri perusahaan. Saham ini memiliki klaim khusus terhadap aset perusahaan namun tidak memiliki hak suara.

Pemegang saham preferen mendapat prioritas pertama dalam pembagian aset bila perusahaan dilikuidasi.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan saham biasa dan preferen antara lain:

  1. saham biasa merupakan jenis saham yang dapat ditawarkan dan dapat dimiliki oleh publik sedangkan saham preferen jenis saham yang diterbitkan secara tebatas hanya untuk pemilik atau pendiri perusahaannya saja.
  2. jika dilihat dari hak suara, saham biasa memiliki hak suara dan dapat memberikan suara dalam pemilihan direksi serta menentukan kebijakan tertentu suatu perusahaan, sedangkan pada saham preferen jika dilihat dalam banyak kasus pemegang saham tidak memiliki hak untuk memilih direksi, tetapi hak suara dapat diberikan untuk situasi tertentu. Misalnya, beberapa pemegang saham preferen diberikan hak suara dalam perusahaan jika perusahaan tidak dapat membayar deviden.
  3. apabila perusahaan terlikuidasi, saham biasa mendapat hak paling akhir terhadap aset bila perusahaan terlikuidasi. Hal ini dikarenakan Pemilik saham biasa memiliki hak terlebih dahulu dalam penerbitan saham baru (right issue), namun jika pemegang saham biasa menolak menebusnya, maka dapat ditawarkan kepada pihak lainnya. Sedangkan untuk saham preferen pemegang saham mendapat prioritas pertama dalam pembagian aset bila perusahaan dilikuidasi.
Belajar Saham : Mari Mengenal Reksadana Syariah

Belajar Saham : Mari Mengenal Reksadana Syariah

Seperti yang telah kita ketahui investasi syariah merupakan investasi yang kegiatannya berdasarkan pada syariat agama dimana dalam konsepnya investasi ini menerapkan metode bagi hasil atau nisbah. Salah satu jenis investasi syariah yang kian digandrungi masyarakat adalah reksadana syariah. Apa yang dimaksud dengan reksadana syariah ? berikut ini penjelasannya.

Reksadana syariah merupakan jenis investasi dimana dalam keseluruhan prosesnya memenuhi syariat halal. Dalam reksadana syariah terdapat beberapa istilah seperti istilah rabb al-mal/shabib al-mal yang diartikan sebagai pemilik modal yang kemudian menyetorkan dana dan kemudian dikelola oleh wakil pemilik modal atau dikenal dengan istilah  rabb al-mal. 

Keunggulan utama yang dimiliki dari reksadana syariah adalah, tidak perlu mempersiapkan dana besar untuk memulai investasi. Modal yang diperlukan untuk memulai investasi reksadana syariah tergolong kecil, berkisar antara 100 ribu rupiah serta mudah untuk ditemukan di APERD (Agen Penjual Reksadana), bahkan bisa dibeli dengan cara online tentu bisa jadi sesuatu yang sangat menggiurkan. Tapi sebelum benar-benar memulainya, ada baiknya untuk mengenal ciri-ciri yang membedakan reksdanana syariah ini dengan reksadana konvensional, berikut ini ulasannya:

Tercantum Dalam Daftar Efek Syariah

Tidak seperti reksadana konvensional yang tercantum dalam Daftar Efek Biasa. Reksadana syariah ini dikeluarkan langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Dalam DES ini dicantumkan nama dan jenis perusahaan yang telah dan bisa memperjual belikan reksadana syariah, dengan demikian pemasukan yang akan diterima pemilik modal tentu bisa dipertanggungjawabkan kehalalannya karena perusahaan yang tercantum telah melalui verifikasi dari DPS (Dewan Pengawas Syariah).

 Diawasi Juga Oleh DPS

DPS atau Dewan Pengawas Syariah, ini merupakan badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang bertugas untuk melakukan pengawasan terkait dengan beragam hal dalam fungsinya sebagai investasi syariah. Dimana tentunya menyangkut kehalalan dan lainnya. Tak hanya itu, sebagai kepanjangan tangan pemerintah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga hadir dan terlibat.

Adanya Proses Cleansing

Proses cleansing dalam reksadana syariah ini membawa visi besar syariah. Proses cleansing di sini maksudnya adalah proses pembersihan dari hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari uang yang didapat selama proses investasi berlangsung. Tujuan proses cleansing salah satunya adalah menjaga dan melakukan proses pembersihan produk dari riba. Oleh karena itu di sini fungsi DPS berperan. Dari proses cleansing ini, sebagian besar uang tidak langsung masuk kepada pemilik modal tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal. 

Sekian penjelasan tentang reksadana syariah semoga dapat menanbah pemahaman anda tentang berinvestasi apabila kalian ingin tahu jenis-jenis reksadan silahkan mampir ke -> Kenali Jenis-Jenis Investasi Reksadana Agar Tidak Salah Pilih

Belajar Saham : 3 Kemampuan yang Harus Dimiliki Trader

Belajar Saham : 3 Kemampuan yang Harus Dimiliki Trader

Pasti banyak diantara kita menginginkan menjadi trader yang sukses, namun tahukah kalian bahwa untuk menjadi trader tidak ditentukan oleh frekuensi Anda dalam melakukan eksekusi transaksi di pasar modal, namun ditentukan dari seberapa besar profit yang  dapat dihasilkan dari eksekusi transaksi harian yang Anda lakukan.

Untuk itu dalam eksekusi transaksi atau trading di pasar modal membutuhkan kerja keras dan pengetahuan (knowledge), selain itu kemampuan (skills) analisa yang tajam  juga diperlukan dalam eksekusi transaksi ini guna mengantisipasi segala pergerakan nilai harga yang terjadi di pasar modal sehingga dapat menghasilkan profit sebagai imbalannya.

Kemampuan (skills) itu dapat dikatagorikan menjadi 3 bagian antara lain:

Selection Skills

Merupakan kemampuan untuk mencari dan mengintip pergerakan harga dari saham-saham lainnya. Kemampuan menyeleksi saham-saham ini dapat diterapkan dengan menggunakan metode top down approach.

Yaitu dimulai dengan cara menganalisa pergerakan arah indeksnya secara global terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi industri yang sedang berjaya saat ini dalam sektoralnya, kemudian di akhiri dengan pemilihan saham-saham jawara dalam sektoral tersebut yang dapat memberikan indikasi untuk bergerak naik.
Dengan selection skills maka kita dapat terhindar dari saham-saham yang “bobok” alias suka tidur lama tanpa adanya pergerakan nilai harga yang berarti dalam jangka waktu yang panjang.

Timing Skills

Secara TA (Teknikal Analisis) bahwa dari saham-saham yang telah terseleksi kita dapat menentukan saham mana yang sudah saatnya memberikan sinyal untuk dibeli dan saham mana yang sudah waktunya memberikan sinyal untuk dijual sekarangf ?

Dalam hal ini tentu kita akan cenderung memilih posisi asset-aset yang akan bergerak sesegera mungkin 

Sizing Skills

Skills ini merupakan kemampuan untuk secara optimal menentukan berapa rupiah yang harus ditaruh di setiap saham yang akan dimasuki. Dimana termasuk salah satu bagian terpenting dari money management yang essensial namun sering dilupakan. Hal ini dikarenakan banyak dari kita yang terlalu berkonsentrasi dengan cara-cara mendapatkan keuntungan semaksimun mungkin dan sesingkat mungkin. 

Jika Anda belum dapat menentukan Anda itu siapa ? Anda dapat mencari tau di sini -> Belajar Saham antara Trader vs Investor.. galakan siapa ?

Belajar Saham : Jenis Jenis Chart Dalam Analisa Teknikal

Belajar Saham : Jenis Jenis Chart Dalam Analisa Teknikal

Dalam analisa teknikal untuk melihat pergerakan nilai harga suatu saham yang terjadi pada market / bursa yaitu menggunakan chart atau grafik riwayat. Dimana kita dapat melihat pergerakan nilai harganya sesuai dengan periode waktu yang kita hendaki. Dalam hal ini para analis teknikal biasanya akan menggunakan periode waktu yang akan disesuaikan dengan target nilai harga serta rencana transaksi / trading plan masing-masing analis. Periode waktu yang dapat kita lihat yaitu dalam periode waktu per-menit, harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.

Chart/ grafik riwayat yang dapat digunakan dalam analisa teknikal ini ada beberapa jenis antara lain :

Line Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang hanya terbentuk dari nilai harga penutupan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham / market.

Pada line chart tidak ditemukan data-data nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, dan nilai harga terendah, dari suatu gerakan saham. 

Bar Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang hanya terbentuk dari garis-garis pergerakan nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah dan nilai harga penutupan dari gerakan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham/ market. 

Candlestick Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang terbentuk dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah dan nilai harga penutupan dari gerakan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham/ market.

Beda nya dengan Bar chart yaitu terletak pada bentuknya yang secara visual lebih mudah dibaca dan diartikan, serta sangat mudah membedakan kenaikan maupun penurunan harga suatu gerakan saham berdasarkan warnanya, dimana warna hitam menunjukkan kejatuhan harga dari nilai harga pembukaannya sedangkan warna putih menunjukkan kenaikkan harga dari nilai harga pembukaannya. 

Nah itulah pembahasan tentang jenis-jenis chart / grafik riwayat harga yang digunakan dalam analisa teknikal semoga dapat menambah pengetahuan anda, terimakasih…

Belajar Saham : Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Belajar Saham : Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Dalam dunia saham pasti banyak dari para trader/investor yang memiliki pertanyaan seperti kapan saat yang tepat harus menjual ataupun membeli saham?. Dalam hal ini ada dua jenis metode analisis yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan analisa secara fundamental dan teknikal.

Apa yang dimaksud dengan analisa fundamental dan analisa teknikal berikut ini penjelasannya

Analisa Fundamental

Metode jenis ini digunakan untuk memperhitungkan nilai wajar dari suatu saham perusahaan guna mengetahui apakah harga saham sudah atau belum diapresiasi secara tepat. Analisa ini dilakukan dengan mempelajari keadaan ekonomi, industri, sertakondisiperusahaandenganmenitiberatkanpada data-data kunci yang ada pada laporan keuangan perusahaan.

Dalam analisa fundamental secara umum ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:

Menghitung Kondisi Ekonomi Perusahaan Secara Keseluruhan 

Tahapan ini bertujuan untuk memperhitungkan apakah kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan oleh seorang analis fundamental biasanya tinggi atau rendahnya tingkat inflansi, naik atau turunnya suku bunga, tingkat keyakinan konsumen dalam membelanjakan uangnya, melihat keuntungan dan kerugian dari neraca perdagangan serta melihat dari perputaran perusahaan.

Menghitung Kondisi Industri Secara Keseluruhan

Masa depan perusahaan secara langsung dipengaruhi oleh Industri, sehingga perlu dilakukannya  perhitungan terhadap kondisi industri secara keseluruhan guna melihat kuat atau lemahnya kondisi industri tersebut. Dikarenakan saham yang paling baik pun apabila mereka berada pada industri yang sedang lemah/payah dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan. Hal inilah yang menyebabkan disukainya saham yang lemah dalam suatu sektor industri yang kuat  daripada saham yang kuat dalam sektor industri yang lemah. 

Menghitung Kondisi Perusahaan

Setelah melihat dan menganalisis dari sisi ekonomi dan industri hasilnya baik namun  tidak melakukan perhitungan terhadap kondisi perusahaan tersebut maka sia-sialah analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pada pasar saham, yang diharapkan oleh para pemegang saham yaitu perusahaannya selalu menghasilkan laba yang nantinya dibagikan kepada para pemegang saham. Laba atau keuntungan ini dikenal pula dengan istilah deviden. Selain deviden keuntungan yang dapat diperoleh dari permainan saham ini yaitu capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki jangka waktu yang pendek. Dalam menghitung kondisi perusahaan secara keseluruhan ini menggunakan rasio keuangan seperti profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), efficiency (efisiensi).

AnalisaTeknikal

Analisa jenis ini merupakan analisa paling dasar dalam investasi di dunia saham. Dalam prinsipnya analisa teknikal merupakan studi utama untuk melakukan penelitian yang mendasari kombinasi antara studi nilai harga (nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi/ terendah, dan nilai penutupan) dengan menggunakan grafik-grafik /chart yang terbentuk sebagai peta utama guna menentukan langkah-langkah berikutnya.

Saat ini analisa teknikal  yang digunakan mencangkup prinsip-prinsip seperti pola kecendrungan / trend harga. sedangkan nilai harga dapat merefleksikan pergerakan pada semua informasi yang diketahui, konfirmasi dan penyimpangan (divergence). Sementara volume mencerminkan perubahan harga, dandukungan (support) serta tahanan (resistance) terhadap sebuah nilai harga yang terjadi pada market.

 

Berikut ini contoh gambar grafik atau chart yang digunakan dalam analisa teknikal 

Itulah sedikit artikel tentang analisa fundamental dan analisa teknikal semoga bermanfaat