Saham Apa Yang Sebaiknya Dibeli Setelah Pemilu Amerika ?

Saham Apa Yang Sebaiknya Dibeli Setelah Pemilu Amerika ?

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa pemilu Amerika akan berlangsung pada esok hari lebih tepatnya tanggal 03 November 2020, untuk itu sebaiknya Anda telah mempersiapkan portofolio perdagangan untuk momen tersebut. Secara umum akan lebih baik apabila Anda sudah berada dalam pasar sebelum tanggal pemilihan, akan tetapi apabila Anda tidak ingin mengambil resiko yang akan ditimbulkan oleh peningkatan volatilitas pada hari-hari sebelumnya, berikut ini beberapa saham yang kemungkinan akan naik apabila Trump atau Biden menang.

Berdasarkan jejak pendapat yang telah dilakukan baru-baru ini Biden lebih unggul dibandingkan dengan rivalnya yaitu Trump namun, hasil dari jejak pendapat tersebut belum tentu sama dengan hasil resminya nanti. Seperti yang terjadi pada tahun 2016, dimana jejak pendapat memberikan harapan untuk Hillary Clinton untuk menjadi pemenang dan kenyataannya dia dikalahkan dipemungutan suara pada hari pemilu. Ketika kemenangan Trump mulai menjadi kenyataan, pada masa pra pembukaan, SP500 mulai mengalami penurunan 5% dan kemudian menutup sesi dengan penurunan lebih dari 1% dan tak lama setelahnya, kemudian Wall Street mengalami bullish yang hanya berakhir karena merebaknya virus corona.

Lalu seperti apa dampak yang akan ditimbulkan dari kemenangan pemilu 2020 ini terhadap saham baik dari Biden ataupun Trump jika dari mereka menang berikut penjelasannya: 

Dampak Kemenangan Trump Terhadap Saham

Apabila Trump memenangkan pemilu tahun ini maka beberapa saham yang akan diuntungkan yaitu:

1. Perbankan 
Saat Trump kembali tiba di Gedung Putih pada tahun 2016, salah satu reformasi pertama yang dia lakukan yaitu pada sektor keuangan, dengan reformasi Undang-Undang Doss-Frank untuk melonggarkan regulasi entitas menengah dan kecil. Pengendalian entitas besar terus menjadi lebih ketat untuk mencegah terulangnya seperti krisis keuangan di tahun 2008, namun dengan kedatangan Trump ke Gedung Putih, perusahaan-perusahaan besar ini, seperti JP Morgan, diuntungkan dari pemotongan pajak perusahaan, jika Trump menang dalam pemilihan kembali mereka akan dapat terus mengandalkan tekanan fiskal yang rendah.

2. Energi
Bukan rahasia lagi bahwa Donald Trump adalah seorang skeptish terhadap perubahan iklim, pada kenyataannya, begitu dia tiba di Gedung Putih, dia mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan Perjanjia Paris dan hal tersebut masih dalam proses hingga saat ini, jadi apabila Trump menang maka kemungkinan besar hal tersebut akan menjadi kenyataan.
Mengenai kebijakan energinya Trump telah membatalkan hampir seluruh peraturan lingkungan dari pendahulunya Barack Obama, menurunkan batasan emisi gas rumah kaca, memungkinkan lebih banyak pengeboran minyak dan gas, serta melonggarkan peraturan polusi terkait pertambangan. Pembelaan Trump atas bahan bakar fosil dan energi tradisional akan memberi keuntungan daftar perusahaan seperti Chevron Corp, apabila Trump memenangkan pemilihan dalam US election 2020.

3. Pertahanan
Di bulan Februari yang lalu sebelum terjadinya wabah virus corona pasar mengalami guncangan yang lebih besar dibandingkan dengan krisis keuangan terakhir, Donald Trump mempresentasikan anggaran fiskal untuk tahun 2021 (per Oktober) yang mencangkup pemotongan masalah sosial dan peningkatan pengeluaran militer. Namun, terlepas dari kenyataan bahwa virus korona telah mengubah semua perencanaan pemerintah sebagai negara terkemuka didunia, proyek yang disajikan Trump 8 bulan yang lalu ini dapat menjadi dasar bagi beberapa investor untuk berinvestasi pada perusahaan yang berkaitan dengan pertahanan apabila Trump kembali memenangkan pemilu Amerika Serikat tahun ini dan salah satu pilihannya yaitu, Lockheed Martin, seperti yang telah diketahui bahwa saham ini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa era kepemimpinan Trump.

4. Konsumsi
Dalam bidang konsumsi salah satu saham yang diuntungkan apabila Trum menang yaitu raksasa supermarket WalMart dimana perusahaan tersebut telah bekinerja dengan sangat baik ditengah wabah Covid-19 ini dan ketatnya persaingan dengan Amazon. Kebijakan Trump dapat menguntungkan WalMart terutama dalam masalah ketenagakerjaan, karena kecil kemungkinan untuk Trump menyetujui langkah-langkah seperti menaikkan upah minimum atau menuntut peningkatan tunjangan sosial dan kesehatan.

5. Farmasi
Sektor farmasi juga akan merasakan dampak apabila Trump terpilih kembali, dimana farmasi akan memperoleh keuntungan dari administrasi Trump, yang telah berjanji akan mengalokasikan dana yang signifikan untuk membeli vaksin melawan virus corona dan dalam hal ini Kodak karena baru-baru ini, pada musim panas tahun 2020, Trump telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan tersebut, sehingga ia dapat meluncurkan produk farmasi. Berdasarkan perjanjian ini, Kodak akan menerima pinjaman sebesar $765 juta untuk memproduksi aset farmasi generik. Akibat berita tersebut saham Kodak mengalami kenaikkan.

Dampak Kemenangan Biden Terhadap Saham

Biden merupakan kandidat yang lebih fokus pada kebijakan sosial dan mendukung energi terbarukan dan berikut beberapa kemungkinan saham yang akan terkena dampak dari kemenangan Biden. namun perlu diketahui bahwa saham-saham ini hanyalah contoh dan sama sekali tidak mewakili nasihat investasi.

1. Energi Terbarukan
Terlepas dari mayoritas yang dia capai di Kongres dan Senat, yang akan memberi Biden lebih banyak atau lebih sedikit kebebasan untuk menyetujui kebijakannya, kandidat Demokrat ini kemungkinan besar akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk energi hijau. Hal ini akan menguntungkan perusahaan seperti Brookfield Renewable Partners, anak perusahaan dari Brookfield Asset Management.

2. Mobil Listrik
Sesuai dengan tema energi bersih, Tesla juga bisa mendapatkan keuntungan dari kebijakan Biden dan ketertarikannya dalam mempromosikan mobil listrik sehingga Amerika Serikat menjadi kekuatan di bidang ini. Meskipun Tesla telah melakukannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun masa jabatan Trump, bahkan harus melakukan pembagian saham untuk membuat harga saham lebih murah, dengan demikian jika pemerintahan Demokrat menang, hal itu dapat menjadi sebuah konsolidasi yang pasti.

3. Cannabis
Perusahaan mariyuana legal yang diperdagangkan secara publik telah kehilangan sebagian besar nilainya dalam dua tahun terakhir di tengah perselisihan hukum dan politik yang mengakibatkan kebingungan hukum mariyuana AS yang berbeda. Perusahaan seperti Canopy Growth tidak bisa mendapatkan cukup dari pasar Kanada dan telah menunggu selama bertahun-tahun untuk undang-undang yang menguntungkan di Amerika Serikat. Dengan Donald Trump di Gedung Putih, mereka belum menemukan sekutu untuk perjuangan mereka dan hanya kemenangan Biden yang dapat mengubah skenario ini. Mengapa?
Musim panas lalu, Senator Kamala Harris, yang dipilih oleh Biden sebagai calon wakil presiden, memperkenalkan undang-undang yang memungkinkan komersialisasi mariyuana dan penghapusan sanksi terkait penggunaan mariyuana. Persetujuan akan undang-undang ini tidak hanya akan bergantung pada penyewa Gedung Putih, tetapi juga mayoritas di Senat.

4. Kesehatan
Biden memang tidak pernah menjanjikan persetujuan Medicare secara keseluruhan, sistem kesehatan untuk semua, tetapi dia telah menjanjikan model yang membuat asuransi swasta lebih terjangkau. Oleh karena itu, jika kandidat Demokrat memenangkan pemilihan 3 November, perusahaan asuransi kesehatan dapat menerima dorongan di pasar saham, seperti UnitedHealth Group, yang juga berspesialisasi dalam rencana tambahan untuk sistem publik.

5. Real Estate
REIT (Real Estate Investment Trust)
merupakan perusahaan yang memiliki aset real estate dan hipotek, dan publik. Perusahaan-perusahaan ini memiliki kebijakan pajak yang sangat menguntungkan karena mereka tidak diharuskan membayar pajak jika mereka membagikan setidaknya 90% dari pendapatan mereka dalam bentuk dividen. Selama Pemerintahan Trump, mereka menjadi kurang menarik untuk investasi karena pajak perusahaan yang lebih rendah. Apabila Biden memenangkan pemilu Amerika Serikat dan menaikkan pajak real estate, REIT akan sekali lagi menarik investasi karena keuntungan pajaknya. 


Cr : Dari berbagai sumber

 

Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Harga minyak mentah sempat menyentuh level dibawah nol alias berada di zona negatif. Apakah tidak salah? Ya tidak ada yang salah, dikarenakan pasokan berlebihan dan tak tertampung membuat minyak  tak berharga.

Lantas pertanda apa ini? Apa benar sudah memasuki resesi atau karena lockdown yang di lakukan negara-negara didunia yang membuat konsumsi minyak dunia turun signifikan?

Namun sebelum kita membahas apa arti dibalik harga minyak yang negatif dan mengapa bisa terjadi, ada baiknya kita  mengetahui setidaknya tiga hal terlebih dahulu, yaitu:

Pertama-tama yang harus diketahui yaitu harga minyak mentah kontrak berjangka adalah kontrak untuk pengiriman fisik komoditas atau efek tertentu yang mendasarinya. Banyak Spekulan (para pelaku pasar yang mencari keuntungan besar) yang memperjualbelikan kontrak dengan underlying asset berupa minyak mentah untuk meraup keuntungan. Namun, ada juga pihak yang memperjualbelikannya karena menggunakan komoditas tersebut, beberapa contohnya adalah kilang minyak dan industri maskapai pesawat terbang.

Selanjutnya yang harus diketahui, bahwa minyak mentah ada banyak jenisnya, ada Brent, ada West Texas Intermediate (WTI) ada OPEC Reference Basket dan masih banyak lagi. Perbedaan yang mendasari jenis minyak tersebut salah satunya adalah karakteristik minyak.

Nah minyak mentah yang harga kontraknya sampai minus itu adalah minyak jenis WTI atau yang lebih dikenal dengan light sweet dan biasanya jadi acuan Negeri Paman Sam.

Minyak jenis ini memiliki densitas yang lebih rendah (light) dan mengandung sulfur yang lebih rendah dibanding minyak jenis lain seperti Brent. Minyak jenis ini dijadikan underlying aset untuk harga komoditas minyak mentah kontrak New York Merchantile Exchange (NYMEX).

Harga kontrak minyak mentah ini lah yang semalam jatuh signifikan hingga ke teritori negatif. Ya tidak salah lagi, harganya minus. Pada pukul 05.16 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI ditransaksikan di level minus US$ 37,63/barel.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidLho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidak diinginkan alias tidak laku.

Lho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Mobilitas publik dibatasi bahkan dilarang. Orang-orang dikarantina di rumah. Sektor transportasi lumpuh, aktivitas manufaktur terkontraksi dan bisnis di sektor maskapai pesawat terbang terancam gulung tikar lantaran tidak ada orang yang bepergian.

Alhasil permintaan terhadap minyak pun merosot tajam. Di sisi lain ketika permintaan diramal anjlok signifikan, pemangkasan produksi minyak mentah oleh negara-negara produsen dan eksportir (OPEC+) dinilai tak dapat mengimbangi anjloknya permintaan akibat pandemi.

OPEC+ pada 9 Maret sah menyatakan pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd). Angka ini setara dengan nyaris 10% output global. Jika ditambah dengan pemangkasan produksi negara lain maka jumlahnya bisa mencapai 20 juta bpd.

Namun eksekusi pemangkasan produksi baru dimulai bulan Mei nanti. Padahal permintaan minyak sudah anjlok signifikan sejak Maret dan April ketika banyak negara memilih lockdown untuk menghambat penyebaran pandemi. Ini lah faktor utama pemicu anjloknya harga minyak.

Fenomena harga minyak minus memang baru terjadi kali ini dalam sejarah. Baru pandemi COVID-19 yang mampu seret si emas hitam sampai ke level di bawah US$ 0/barel.

Namun kini trader, investor atau bahkan spekulan sudah mulai membeli kontrak untuk pengiriman Juni. Harga minyak mentah WTI kontrak untuk pengiriman Juni walau tertekan masih berada di atas US$ 20/barel.

Cr : Dari berbagai sumber

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai 15,904.50, tentu saja hal ini akan membuat beberapa sektor usaha menjadi kuatir, karena jika pelemahan nilai tukar ini terus dibiarkan maka perusahaan akan mengalami rugi yang diakibatkan karena kenaikkan harga-harga dan bahkan bisa sampai gulung tikar yang akan berdampak pada banyaknya pengangguran.

Namun rupiah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi mengkhawatirkan, mata uang Asia lainnya pun ikut melemah, contoh saja mata uang filipina yaitu peso yang mengalami penurunan ke posisi terlemah sejak 2006, mata uang korea won , mata uang india rupee.

Dengan perlemahan rupiah ini tentu saja membuat harga-harga di pasar melambung dan tentu saja akan berimbas pada keuangan kamu sehari-hari. Namun kamu tidak perlu kuatir karena beberapa bisnis ini bisa menjadi pilihanmu ketika rupiah melemah, bisnis apa saja itu?

 

Saham

 
 
Bisnis saham di kategorikan sebagai salah satu bisnis atau investasi yang menguntungkan, dan bisnis yang satu ini juga sangat cocok menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Namun saat rupiah melemah seperti ini sangat disarankan buat kamu untuk memilih saham dari perusahan yang berbasis ekspor, karena saham perusahaan yang berbasis impor juga di pastikan ikut melemah.
 

Reksadana

 
 
Kamu juga bisa memilih reksadana sebagai bisnis kamu saat rupiah melemah, seperti yang kita ketahui , reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor), dan dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan di investasikan oleh manager investasi ke dalam berbagai macam instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Jadi reksadana sangat cocok menjadi salah satu pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. 
 
Forex
 
 

Selain Saham dan Reksadana , Forex juga bisa menjadi pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. Seperti namanya, forex sangat mengandalkan bagaimana nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya. Saat rupiah melemah tentu saja hal ini menjadi saat yang menguntungkan bagi pembisnis forex, karena mereka dapat memperoleh banyak sekali keuntungan dari selisih harga dollar, tentu saja hal ini berlaku bagi mereka yang memiliki simpanan saldo dollar.

Nah itulah bisnis yang bisa menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Kamu juga bisa belajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Stock Split?

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Stock Split?

Pada Kesempatan kali ini yang akan kita bahas yaitu mengenai yang akan kita bahas yaitu mengenai Stock Split. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut ini:

Berdasarkan pengertiannya Stock Split merupakan sebuah aksi korperasi yang dilakukan oleh emiten atau perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu yang berdampak pada jumlah saham yang beredar yang lebih banyak. 

Namun yang perlu diketahui dari Stock Split ini yaitu tidak mempengaruhi modal saham yang dipegang oleh investor atau pemegang saham. Demikian juga pada valuasi saham tersebut sekalipun nilai rupiahnya tampak lebih rendah, tidak berarti sahamnya menjadi lebih murah dari sebelumnya. Hanya saja, yang sering kali terjadi, saham yang baru mengalami Stock Split biasanya mudah untuk naik. Hal ini dikarenakan harganya yang lebih terjangkau oleh trader ritel kebanyakan atau pun karena banyak yang mengira bahwa harganya menjadi lebih murah.

Sebagai contoh misalkan saham WXYZ berada pada level harga 50.000 per lembarnya. Dengan harga per lembar saham  yang tinggi maka tidak dapat terjangkau oleh investor yang dananya terbatas, hal ini dikarenakan untuk membeli 1 lot nya seorang investor membutuhkan dana Rp. 5 juta.

Setelah saham WXYZ tersebut melakukan Stock Split 1:10, maka harganya akan lebih murah dan terjangkau, dimana untuk 1 lot nya dapat dibeli dengan harga Rp. 5 ribu saham saja, Dengan begitu maka likuiditas untuk saham tersebut akan meningkat.

Tujuan Stock Split

Berikut ini beberapa tujuan suatu perusahaan melakukan Stock Split, antara  lain :

  1.  Menanbah jumlah saham yang beredar agar ada lebih banyak investor yang dapat memiliki saham tersebut.
  2.  Mempertahankan tingkat likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  3. Menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga memberatkan publik untuk membeli/memiliki saham tersebut.
  4.  Agar investor kecil dapat membelinya setelah harganya dipecah menjadi lebih kecil. Jika harga saham terlalu mahal maka dana dari investor kecil tidak akan mampu menjangkaunya.
  5. Mengubah jumlah saham odd lot menjadi round lot. Odd lot merupakan kondisi dimana investor mempunyai saham dibawah 100 lembar (1 lot), sedangkan round lot merupakan suatu kondisi dimana investor membeli saham sejumlah kelipatan 100 lembar (1 lot).
  6.  Memperkecil resiko yang akan terjadi, terutama bagi investor yang ingin memiliki saham tersebut artinya telah terjadi diversifikasi investasi.

Pengaruh Stock Split Terhadap Pergerakan Harga Saham

Secara umum, harga saham yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan investor dalam membeli saham tersebut. Dengan adanya Stock Split, diharapkan akan meningkatkan daya beli investor terhadap saham tersebut. Apabila daya beli investor meningkat, maka harga saham pun bisa makin terkerek naik. 

Namun tidak semua saham perusahaan yang melakukan Stock Split akan mengalami dampak yang positif, memang ada beberapa saham setelah Stock Split mengalami penguatan akan tetapi beberapa lainnya mengalami pelemahan secara signifikan.

Murahnya saham yang dapat dinikmati oleh investor retail memang menambah likuiditas, namun aktivitas pemodal kecil yang sangat aktif bertransaksi justru malah menahan lajunya kenaikan harga.

Selain itu, naik turunnya harga saham setelah Stock Split tentunya juga dipengaruhi oleh faktor lain diluar Stock Split itu sendiri, baik itu dari fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa Stock Split merupakan suatu aksi korperasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu dengan tujuan untuk membuat transaksi perdagangan saham  menjadi lebih likuid. Suatu perusahaan yang melakukan Stock Split tidak selalu harga sahamnya akan naik, karena naik turunnya suatu harga saham juga dipengaruhi oleh faktor lain baik itu dari fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya, oleh karena itu sebaiknya telitilah terlebih dahulu sebelum Anda bertransaksi pada saham yang Stock Split.

Sekian untuk penjelasan tentang Stock Split kali ini dan bagi teman-teman yang tertarik untuk belajar tentang saham melalui buku bisa melalui buku Jual Saham Anda Lebih Mahal by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau dapat juga dengan order langsung via whatsapp kami.

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Swing Trading?

Belajar Saham : Apa Yang Dimaksud Dengan Swing Trading?

Pasti diantara kalian ada yang sudah tau atau mengenal strategi-strategi yang ada atau sering digunakan dalam berinvestasi dari mulai Scalping / Intraday Trade, Swing Trading dan Super Trade. Namun yang akan dibahas pada kesempatan kali ini yaitu Swing Trading, apa itu Swing Traiding berikut ini penjelasannya.

Swing Trading merupakan suatu strategi traiding dalam jangka pendek dengan tujuan memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan gejolak (volatilitas) harga saham di bursa perdagangan. Sebagaimana layaknya bursa perdagangan saham, harga saham senantiasa bergejolak bisa setiap detik, jam maupun hari, hal ini terjadi seiring dengan perubahan yang diakibatkan oleh adanya permintaan (bid) dan penawaran (offer) dari para pelaku pasar.

Dalam strategi ini, para Swing Trader melakukan pemantauan terhadap saham-saham yang memiliki aktifitas perdagangan tinggi (active stocks) serta kepada saham-saham “Top Gainer” yaitu dengan mengandalkan formasi candle jangka pendek. Namun agar strategi ini dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan sistem trading yang efektif. Sistem trading yang efektif ini paling tidak memuat dua komponen dasar dan penting yaitu indentifikasi tren serta cut / stop loss. Jika seorang Swing Trader gagal mengenali sebuah trend maka dapat menjadi malapetaka yang berujung pada kerugian.

Jadi Swing Trading merupakan strategi yang menuntut para trader untuk lebih sabar dalam traiding saham, karena tren saham tidak selalu bergerak naik ada saatnya harga  saham akan pullback (koreksi sehat) sebelum melanjutkan untuk kembali merangkak naik. Seorang Swing Trader yang cerdik biasanya akan menunggu mereka akan menunggu momen pullback ini untuk melakukan aksi beli atau tambah posisi beli. 

Sekian pembahasan tentang Swing Trading kali ini dan untuk yang mau belajar mengenai saham bisa melalui The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau oder langsung via whatsapp kami.

Belajar Saham : Pola Cup and Handle

Belajar Saham : Pola Cup and Handle

Dalam mempelajari analisa teknikal kita harus mengetahui pola-pola yang ada pada grafik salah satunya yaitu pola cup and handle. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan dibawah ini. 

Pola cup and handle atau pola cangkir dan pegangannya, merupakan sebuah pola bullish berkelanjutan. Pada pola ini terbentuk dengan diawali oleh kejatuhan nilai harga suatu saham yang seolah-olah melengkung dari atas kedasar lengkungan kemudian, kemudian nilai harga mulai berbalik secara melengkung keatas kembali dan terlihat membentuk sebuah cangkir. Setelah itu pergerakan nilai harga akan melanjutkan polanya untuk bergerak kembali seolah-olah membentuk sebuah pegangan cangkir.

Pola cup and handle mempunyai nilai harga tahanan / resistance pada nilai harga dimana pola awal ini mulai terbentuk yang di tarik garis tahanan / resistance menuju titik akhir dari pola cangkirnya yang terbentuk. Setelah mengalami konsolidasi dalam periode waktu tertentu dan membentuk pegangan cangkirnya , pada saatnya pola tersebut akan breakout ke atas garis resistance-nya dengan suatu volume yang signifikan.

Target harga minimal dari pola cup and Handle dapat diperoleh dari mengukur dasar dari cup / cangkirnya ke atas hingga garis resistance-nya dan memproyeksikannya diatas dari garis resistance-nya yang ditembus ke atas dengan suatu volume yang signifikan.

Dalam membentuk pola cup and handle, lama pembentukan pola biasanya berkisar pada periode waktu rata-rata tiga bulanan, namun tidak tertutup kemungkinan untuk terbentuk dalam sebuah periode waktu yang lebih bervariasi.

Sekian pembahasan tentang pola cup and handle kali ini semoga dapat bermanfaat dan untuk yang mau belajar mengenai saham bisa melalui Bundling 3 Buku Saham Terbaik by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau oder langsung via whatsapp kami.

Jenis-Jenis Pasar Modal

Jenis-Jenis Pasar Modal

Pasar modal merupakan pasar untuk memperjual belikan  instrumen keuangan jangka panjang seperti surat-surat berharga berupa obligasi, saham, reksa dana,  yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun perusahaan swasta dan kegiatannya dilaksanakan dibursa dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor.

Berdasarkan fungsinya pasar modal terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa pararel. Untuk pembahasan lebih jelasnya mari kita simak penjelasan dibawah ini :

Pasar Perdana

Pasar perdana merupakan tempat dimana saham pertama kali diperdagangkan, sebelum dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pasar perdana efek biasanya saham pertama kali ditawarkan oleh emiten melalui underwriter kepada investor dengan mekanisme Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering – IPO).

Pasar Sekunder

Pasar sekunder merupakan jenis pasar modal yang melakukan penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.

Bursa pararel

Bursa pararel merupakan jenis pasar modal yaitu sebagai pelengkap dari bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa  pararel.  Bursa pararel diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan EFek-efek (PPUE)

Sekian pembahasan tentang jenis-jenis pasar modal semoga dapat bermanfaat

Belajar Saham : Apa yang Dimaksud Dengan Window Dressing ?

Belajar Saham : Apa yang Dimaksud Dengan Window Dressing ?

Setiap dipenghujung tahun kita pasti selalu mendengar istilah Window Dressing, Apa yang dimaksud dengan Window Dressing ?

Window Dressing merupakan suatau strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham. Dalam  Window Dressing yang biasa dilakukan oleh Manajer Investasi yaitu menjual saham-saham mereka yang mengalami kerugian dan akan membeli saham-saham memiliki kecendrungan untuk menguat . Window Dressing kerap kali dilakukan pada saat mendekati akhir periode kerja ataupun pada akhir tutup buku kuartalan dan tahunan. 

Namun tidak hanya manajer iknvestasi saja yang melakukan Window Dressing, namun perusahaan terbuka juga melakukan hal yang sama supaya dapat meningkatkan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan terbuka atau tercatat di BEI akan mempercantik laporan keuangan mereka supaya banyak investor yang tertarik untuk membeli saham dari perusahaan mereka, hal ini akan menyebabkan kenaikan pada saham yang bersangkutan. Tentu ini akan sangat diminati oleh para trader maupun investor, karena  dengan adanya kenaikan saham tersebut maka akan memberikan capital gain bagi kepada para pemegang sahamnya

Apakah Window Dressing hanya terjadi di akhir tahun ?

Terrnyata untuk Window Dressing ini juga bisa terjadi pada setiap kuartal, atau pada saat laporan keuangan per kuartal keluar. Namun efek paling besar dari Window Dressing ini terjadi pada saat menjelang tutup buku yaitu pada akhir tahun. Bahkan efeknya juga bisa terasa pada saat awal tahun atau dikenal juga dengan January effect. 

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat, teman-teman juga bisa melihat video penjelasan seputar saham dari Pak Santo Vibby  melalui channel youtube kami, namun setelah menonton jangan lupa like, comment dan subscribe serta aktifkan juga loncengnya supaya kalian jadi orang pertama yang bisa melihat video terbaru dari kami.

 

Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Pemindahan Ibukota dan Pengaruhnya Terhadap Saham

Seperti yang kita ketahui bahwa Pemerintah telah mengumumkan pemindahan ibukota yaitu dari Jakarta ke wilayah antara kabupaten Kutai Kertanegara di Provinsi Kalimantan Timur pada 26 Agustus 2019. Lalu bagaiman dampak pemindahan ibukota terhadap investasi saham? Jika dalam jangka pendek hal ini tentu belum ada pengaruhnya, dikarenakan hal tersebut berbeda dengan kebijakan-kebijakaa besar sebelumnya, misalnya pada tahun 2016 terdapat amnesti pajak yang disambut positif oleh para pelaku pasar. Pemindahan ibukota akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional dalam jangka panjang, namun menurut para pengamat analisis prosesnya memakan waktu paling lama sekitar 5-10 tahun.

Dengan adanya pemindahan ibukota ini maka akan ada banyak pembangunan di ibukota baru, dan karena status sebagai ibukota maka harga tanan dan properti akan naik, dalam hal ini emiten yang paling banyak diuntungkan ialah kontruksi dan infrastruktur serta sektor pendukungnya seperti semen. Ada beberapa faktor yang membuat emiten kontruksi dan infrastruktur diperkirakan akan diuntungkan dari adanya pemindahan ibukota ini contohnya seperti Bumi Serpong Damai (BSDE), Ciputra Development (CTRA), dan  PP Properti (PPRO) memiliki landbank di Kalimantan. Waskita Beton Precast (WSBP), Wijaya Karya (WIKA), Wijaya Karya Beton (WTON) memiliki pabrik disana. Jasa Marga (JSMR) mengelola tol Samarinda-Balikpapan. Astra Internasional (ASII) juga memiliki pabrik didaerah Kalimantan.

Rencana pemindahan pusat pemerintahan ini akan mengakibatkan mulai menggeliatnya sektor properti di Kalimantan Timur seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk pindahan dari Jakarta.

Sekian pembahasan kali ini semoga bermanfaat

Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Belajar Saham : Apa Itu Waran? Apa Saja Manfaat dan Resikonya?

Waran merupakan efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk 6 (enam) bulan atau lebih. Biasanya waran melekat pada penawaran umum saham dan berfungsi sebagai daya tarik dan untuk harga biasanya harga pelaksanaan waran lebih rendah dibandingkan harga pasar modal. Waran dapat diperdagangkan secara terpisah setelah saham tersebut tercatat di bursa. Waran memiliki karakteristik sama dengan saham biasa, yaitu right issue (diperdagangkan melalui penawaran umum terbatas kepada pemegang saham lama dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu) dan stock split (dapat diperdagangkan dipasar sekunder).  

Kelemahan Waran

Kelemahan yang dimiliki waran yaitu tidak dapat memperoleh dividen dan tidak memiliki hak suara pada perusahaan publik dikarenakan pemiliknya bukan pemegang saham perseroan. Dilihat dari periode perdagangannya, waran  memiliki periode yang lebih lama dibandingkan bukti right, yaitu 3 tahun sampai 5 tahun. Waran merupakan suatu pilihan, dimana pemilik waran mempunyai pilihan untuk menukarkan atau tidak warannya pada saat jatuh tempo. Pemilik waran dapat menukarkan waran yang dia miliki yaitu saat 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Serta untuk harga waran itu sendiri befluktuasi selama periode perdagangan.

Resiko Memiliki Waran

Segala sesuatu tentu akan ada resikonya, begitu pula waran juga memiliki resiko didalamnya antara lain : 

1.) Jika harga saham pada periode pelaksanaan (exercise period) jatuh dan menjadi lebih rendah daripada harga pelaksanaannya, investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya dengan saham perusahaan, sehingga ia akan mengalami kerugian atas harga beli waran tersebut.

Contohya, seorang investor membeli waran di Pasar Sekunder dengan harga Rp.200,00 serta harga pelaksanaan Rp.1.500,00. Pada tanggal pelaksanaan, harga saham perusahaan yang bersangkutan turun menjadi Rp.1.200,00. Pada saat itu investor tidak akan menukarkan waran yang dimilikinya karena ia harus mengeluarkan Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 harga pelaksanaan + Rp.200,00 harga waran). Jika ia tidak menukarkan waran yang dimilikinya maka kerugian yang ditanggung hanya Rp.200,00 yang merupakan harga beli waran tersebut.

 2.) Karena waran memiliki sifat yang hampir sama dengan saham dan juga bisa diperdagangkan di bursa, maka pemilik waran juga bisa mengalami kerugian (capital loss) jika harga beli waran lebih tinggi daripada harga jualnya.

Manfaat Memiliki Waran

1.) Pemilik waran memiliki hak untuk membeli saham baru perusahaan dengan yang lebih rendah daripada harga saham tersebut di Pasar Sekunder, yaitu dengan cara menukarkan waran yang dimilikinya ketika harga saham tersebut melebihi harga pelaksanaan.

Contohnya, Jika seorang investor membeli waran pada harga Rp.200,00 per lembar dengan harga pelaksanaan Rp.1.500,00 dan pada tanggal pelaksanaan harga saham perusahaan meningkat  menjadi Rp.1.800,00 per saham, maka ia akan membeli saham perusahaan tersebut dengan harga hanya Rp.1.700,00 (Rp.1.500,00 + Rp.200,00). Jika ia langsung membeli saham perusahaan tersebut di Pasar Sekunder, ia harus mengeluarkan Rp.1.800,00 per saham.

2.) Apabila waran diperdagangkan di bursa maka pemilik waran mempunyai kesempatan untuk memperoleh keuntungan (capital gain), yaitu apabila harga jual waran tersebut lebih besar daripada harga beli.

Demikian artikel mengenai waran kali ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua