Belajar Saham : Cara Menggunakan Indikator Moving Average

Belajar Saham : Cara Menggunakan Indikator Moving Average

SahamPemula.com – Moving Average atau pergerakan harga rata-rata dari suatu saham dapat digunakan sebagai acuan arah market yang akan terjadi selanjutnya.

Bagaimanakah cara menggunakan Indikator Moving Average? Mari kita bahas…

Indikator saham ini tidak memprediksi harga, melainkan mengindentifikasi trend yang sedang terjadi sekarang. Indikator saham Moving Average juga dapat berfungsi sebagai suport & resisten sebagai signal beli dan jual. Namun karena MA adalah trend following indicators maka akan selalu terlambat, jadi jangan berharap untuk menjual di top dan membeli di bottom. MA juga tidak efektif dipakai pada market yg sideways atau bergerak dalam trading ranges.

  • Simple Moving Averages (SMA)
  • dihitung berdasarkan harga rata-rata selama periode tertentu . Pada umumnya  yang dipakai adalah closing prices.  Mencerminkan harga rata-rata yang sesungguhnya dari seluruh periode, sehingga lebih cocok untuk mengidentifikasi level suport dan resisten.Contoh perhitungan SMA 5 hari:Closing prices : 200, 210, 220, 230, 240, 250, 260

    SMA pertama = (200+210+220+230+240) / 5 = 220
    SMA kedua = (210+220+230+240+250) / 5 = 230
    SMA ketiga = (220+230+240+250+260) / 5 = 240

  • Exponential Moving Averages (EMA)
    dihitung dengan memberikan porsi yang lebih besar pada harga terakhir sehingga memberikan respon lebih cepat pada harga terakhir dan mengurangi lag yang terjadi. EMA berbelok lebih cepat dari SMA.Cara Hitung  EMA :

    {Closing price – EMA(hari sebelumnya)} x multiplier + EMA(hari sebelumnya)

    Hitung SMA
    Hitung weighting multiplier : 2 / (periode + 1)

 

Periode Moving Averages

Pilihan periode Moving Averages yang dipakai tergantung dari  gaya trading masing-masing orang.

  • Moving Averages 5-20 hari lebih cocok dipakai untuk trading jangka pendek.
  • Moving Averages 20-60 hari lebih cocok dipakai untuk trading jangka menengah.
  • Investor jangka panjang lebih cocok memakai Moving Averages 100 hari atau lebih.

 

Moving Averages  sebagai Support dan Resistance

Indikator saham Moving Averages juga bisa digunakan sebagai suport & resisten dimana apabila garis moving average berada dibawah harga sekarang maka level moving average tsb akan menjadi level suport demikian pula apabila garis moving average berada diatas harga sekarang maka garis tsb cenderung menjadi resisten.

Moving Average sebagai Signal Beli

Dengan menggunakan MA Crossover kita dapat menjadikannya sebagai signal beli apabila

Price Crossover : Harga memotong ke atas MA (bullish crossover) –> signal beli
Double Crossover : MA pendek memotong ke atas MA panjang (bullish crossover) -> signal beli

 

Moving Average sebagai Signal Jual

Dengan menggunakan MA Crossover kita dapat menjadikannya sebagai signal jual apabila

Price Crossover : Harga memotong ke bawah MA (bearish crossover) –> signal jual
Double Crossover : MA pendek memotong ke bawah MA panjang (bearish crossover) -> signal jual

Signal jual & beli menggunakan Moving Average Price Crossover

Signal jual & beli menggunakan Moving Average Double Crossover

Demikian ulasan kali ini mengenai cara menggunakan indikator moving average. Semoga bermanfaat 🙂

Salam Trading & Investing,

SahamPemula.com (2017, Sept 12)

Comments

comments

%d bloggers like this: