Saham Apa Yang Sebaiknya Dibeli Setelah Pemilu Amerika ?

Saham Apa Yang Sebaiknya Dibeli Setelah Pemilu Amerika ?

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa pemilu Amerika akan berlangsung pada esok hari lebih tepatnya tanggal 03 November 2020, untuk itu sebaiknya Anda telah mempersiapkan portofolio perdagangan untuk momen tersebut. Secara umum akan lebih baik apabila Anda sudah berada dalam pasar sebelum tanggal pemilihan, akan tetapi apabila Anda tidak ingin mengambil resiko yang akan ditimbulkan oleh peningkatan volatilitas pada hari-hari sebelumnya, berikut ini beberapa saham yang kemungkinan akan naik apabila Trump atau Biden menang.

Berdasarkan jejak pendapat yang telah dilakukan baru-baru ini Biden lebih unggul dibandingkan dengan rivalnya yaitu Trump namun, hasil dari jejak pendapat tersebut belum tentu sama dengan hasil resminya nanti. Seperti yang terjadi pada tahun 2016, dimana jejak pendapat memberikan harapan untuk Hillary Clinton untuk menjadi pemenang dan kenyataannya dia dikalahkan dipemungutan suara pada hari pemilu. Ketika kemenangan Trump mulai menjadi kenyataan, pada masa pra pembukaan, SP500 mulai mengalami penurunan 5% dan kemudian menutup sesi dengan penurunan lebih dari 1% dan tak lama setelahnya, kemudian Wall Street mengalami bullish yang hanya berakhir karena merebaknya virus corona.

Lalu seperti apa dampak yang akan ditimbulkan dari kemenangan pemilu 2020 ini terhadap saham baik dari Biden ataupun Trump jika dari mereka menang berikut penjelasannya: 

Dampak Kemenangan Trump Terhadap Saham

Apabila Trump memenangkan pemilu tahun ini maka beberapa saham yang akan diuntungkan yaitu:

1. Perbankan 
Saat Trump kembali tiba di Gedung Putih pada tahun 2016, salah satu reformasi pertama yang dia lakukan yaitu pada sektor keuangan, dengan reformasi Undang-Undang Doss-Frank untuk melonggarkan regulasi entitas menengah dan kecil. Pengendalian entitas besar terus menjadi lebih ketat untuk mencegah terulangnya seperti krisis keuangan di tahun 2008, namun dengan kedatangan Trump ke Gedung Putih, perusahaan-perusahaan besar ini, seperti JP Morgan, diuntungkan dari pemotongan pajak perusahaan, jika Trump menang dalam pemilihan kembali mereka akan dapat terus mengandalkan tekanan fiskal yang rendah.

2. Energi
Bukan rahasia lagi bahwa Donald Trump adalah seorang skeptish terhadap perubahan iklim, pada kenyataannya, begitu dia tiba di Gedung Putih, dia mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan Perjanjia Paris dan hal tersebut masih dalam proses hingga saat ini, jadi apabila Trump menang maka kemungkinan besar hal tersebut akan menjadi kenyataan.
Mengenai kebijakan energinya Trump telah membatalkan hampir seluruh peraturan lingkungan dari pendahulunya Barack Obama, menurunkan batasan emisi gas rumah kaca, memungkinkan lebih banyak pengeboran minyak dan gas, serta melonggarkan peraturan polusi terkait pertambangan. Pembelaan Trump atas bahan bakar fosil dan energi tradisional akan memberi keuntungan daftar perusahaan seperti Chevron Corp, apabila Trump memenangkan pemilihan dalam US election 2020.

3. Pertahanan
Di bulan Februari yang lalu sebelum terjadinya wabah virus corona pasar mengalami guncangan yang lebih besar dibandingkan dengan krisis keuangan terakhir, Donald Trump mempresentasikan anggaran fiskal untuk tahun 2021 (per Oktober) yang mencangkup pemotongan masalah sosial dan peningkatan pengeluaran militer. Namun, terlepas dari kenyataan bahwa virus korona telah mengubah semua perencanaan pemerintah sebagai negara terkemuka didunia, proyek yang disajikan Trump 8 bulan yang lalu ini dapat menjadi dasar bagi beberapa investor untuk berinvestasi pada perusahaan yang berkaitan dengan pertahanan apabila Trump kembali memenangkan pemilu Amerika Serikat tahun ini dan salah satu pilihannya yaitu, Lockheed Martin, seperti yang telah diketahui bahwa saham ini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa era kepemimpinan Trump.

4. Konsumsi
Dalam bidang konsumsi salah satu saham yang diuntungkan apabila Trum menang yaitu raksasa supermarket WalMart dimana perusahaan tersebut telah bekinerja dengan sangat baik ditengah wabah Covid-19 ini dan ketatnya persaingan dengan Amazon. Kebijakan Trump dapat menguntungkan WalMart terutama dalam masalah ketenagakerjaan, karena kecil kemungkinan untuk Trump menyetujui langkah-langkah seperti menaikkan upah minimum atau menuntut peningkatan tunjangan sosial dan kesehatan.

5. Farmasi
Sektor farmasi juga akan merasakan dampak apabila Trump terpilih kembali, dimana farmasi akan memperoleh keuntungan dari administrasi Trump, yang telah berjanji akan mengalokasikan dana yang signifikan untuk membeli vaksin melawan virus corona dan dalam hal ini Kodak karena baru-baru ini, pada musim panas tahun 2020, Trump telah mencapai kesepakatan dengan perusahaan tersebut, sehingga ia dapat meluncurkan produk farmasi. Berdasarkan perjanjian ini, Kodak akan menerima pinjaman sebesar $765 juta untuk memproduksi aset farmasi generik. Akibat berita tersebut saham Kodak mengalami kenaikkan.

Dampak Kemenangan Biden Terhadap Saham

Biden merupakan kandidat yang lebih fokus pada kebijakan sosial dan mendukung energi terbarukan dan berikut beberapa kemungkinan saham yang akan terkena dampak dari kemenangan Biden. namun perlu diketahui bahwa saham-saham ini hanyalah contoh dan sama sekali tidak mewakili nasihat investasi.

1. Energi Terbarukan
Terlepas dari mayoritas yang dia capai di Kongres dan Senat, yang akan memberi Biden lebih banyak atau lebih sedikit kebebasan untuk menyetujui kebijakannya, kandidat Demokrat ini kemungkinan besar akan mengalokasikan lebih banyak dana untuk energi hijau. Hal ini akan menguntungkan perusahaan seperti Brookfield Renewable Partners, anak perusahaan dari Brookfield Asset Management.

2. Mobil Listrik
Sesuai dengan tema energi bersih, Tesla juga bisa mendapatkan keuntungan dari kebijakan Biden dan ketertarikannya dalam mempromosikan mobil listrik sehingga Amerika Serikat menjadi kekuatan di bidang ini. Meskipun Tesla telah melakukannya dengan sangat baik selama bertahun-tahun masa jabatan Trump, bahkan harus melakukan pembagian saham untuk membuat harga saham lebih murah, dengan demikian jika pemerintahan Demokrat menang, hal itu dapat menjadi sebuah konsolidasi yang pasti.

3. Cannabis
Perusahaan mariyuana legal yang diperdagangkan secara publik telah kehilangan sebagian besar nilainya dalam dua tahun terakhir di tengah perselisihan hukum dan politik yang mengakibatkan kebingungan hukum mariyuana AS yang berbeda. Perusahaan seperti Canopy Growth tidak bisa mendapatkan cukup dari pasar Kanada dan telah menunggu selama bertahun-tahun untuk undang-undang yang menguntungkan di Amerika Serikat. Dengan Donald Trump di Gedung Putih, mereka belum menemukan sekutu untuk perjuangan mereka dan hanya kemenangan Biden yang dapat mengubah skenario ini. Mengapa?
Musim panas lalu, Senator Kamala Harris, yang dipilih oleh Biden sebagai calon wakil presiden, memperkenalkan undang-undang yang memungkinkan komersialisasi mariyuana dan penghapusan sanksi terkait penggunaan mariyuana. Persetujuan akan undang-undang ini tidak hanya akan bergantung pada penyewa Gedung Putih, tetapi juga mayoritas di Senat.

4. Kesehatan
Biden memang tidak pernah menjanjikan persetujuan Medicare secara keseluruhan, sistem kesehatan untuk semua, tetapi dia telah menjanjikan model yang membuat asuransi swasta lebih terjangkau. Oleh karena itu, jika kandidat Demokrat memenangkan pemilihan 3 November, perusahaan asuransi kesehatan dapat menerima dorongan di pasar saham, seperti UnitedHealth Group, yang juga berspesialisasi dalam rencana tambahan untuk sistem publik.

5. Real Estate
REIT (Real Estate Investment Trust)
merupakan perusahaan yang memiliki aset real estate dan hipotek, dan publik. Perusahaan-perusahaan ini memiliki kebijakan pajak yang sangat menguntungkan karena mereka tidak diharuskan membayar pajak jika mereka membagikan setidaknya 90% dari pendapatan mereka dalam bentuk dividen. Selama Pemerintahan Trump, mereka menjadi kurang menarik untuk investasi karena pajak perusahaan yang lebih rendah. Apabila Biden memenangkan pemilu Amerika Serikat dan menaikkan pajak real estate, REIT akan sekali lagi menarik investasi karena keuntungan pajaknya. 


Cr : Dari berbagai sumber

 

Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Harga minyak mentah sempat menyentuh level dibawah nol alias berada di zona negatif. Apakah tidak salah? Ya tidak ada yang salah, dikarenakan pasokan berlebihan dan tak tertampung membuat minyak  tak berharga.

Lantas pertanda apa ini? Apa benar sudah memasuki resesi atau karena lockdown yang di lakukan negara-negara didunia yang membuat konsumsi minyak dunia turun signifikan?

Namun sebelum kita membahas apa arti dibalik harga minyak yang negatif dan mengapa bisa terjadi, ada baiknya kita  mengetahui setidaknya tiga hal terlebih dahulu, yaitu:

Pertama-tama yang harus diketahui yaitu harga minyak mentah kontrak berjangka adalah kontrak untuk pengiriman fisik komoditas atau efek tertentu yang mendasarinya. Banyak Spekulan (para pelaku pasar yang mencari keuntungan besar) yang memperjualbelikan kontrak dengan underlying asset berupa minyak mentah untuk meraup keuntungan. Namun, ada juga pihak yang memperjualbelikannya karena menggunakan komoditas tersebut, beberapa contohnya adalah kilang minyak dan industri maskapai pesawat terbang.

Selanjutnya yang harus diketahui, bahwa minyak mentah ada banyak jenisnya, ada Brent, ada West Texas Intermediate (WTI) ada OPEC Reference Basket dan masih banyak lagi. Perbedaan yang mendasari jenis minyak tersebut salah satunya adalah karakteristik minyak.

Nah minyak mentah yang harga kontraknya sampai minus itu adalah minyak jenis WTI atau yang lebih dikenal dengan light sweet dan biasanya jadi acuan Negeri Paman Sam.

Minyak jenis ini memiliki densitas yang lebih rendah (light) dan mengandung sulfur yang lebih rendah dibanding minyak jenis lain seperti Brent. Minyak jenis ini dijadikan underlying aset untuk harga komoditas minyak mentah kontrak New York Merchantile Exchange (NYMEX).

Harga kontrak minyak mentah ini lah yang semalam jatuh signifikan hingga ke teritori negatif. Ya tidak salah lagi, harganya minus. Pada pukul 05.16 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI ditransaksikan di level minus US$ 37,63/barel.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidLho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidak diinginkan alias tidak laku.

Lho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Mobilitas publik dibatasi bahkan dilarang. Orang-orang dikarantina di rumah. Sektor transportasi lumpuh, aktivitas manufaktur terkontraksi dan bisnis di sektor maskapai pesawat terbang terancam gulung tikar lantaran tidak ada orang yang bepergian.

Alhasil permintaan terhadap minyak pun merosot tajam. Di sisi lain ketika permintaan diramal anjlok signifikan, pemangkasan produksi minyak mentah oleh negara-negara produsen dan eksportir (OPEC+) dinilai tak dapat mengimbangi anjloknya permintaan akibat pandemi.

OPEC+ pada 9 Maret sah menyatakan pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd). Angka ini setara dengan nyaris 10% output global. Jika ditambah dengan pemangkasan produksi negara lain maka jumlahnya bisa mencapai 20 juta bpd.

Namun eksekusi pemangkasan produksi baru dimulai bulan Mei nanti. Padahal permintaan minyak sudah anjlok signifikan sejak Maret dan April ketika banyak negara memilih lockdown untuk menghambat penyebaran pandemi. Ini lah faktor utama pemicu anjloknya harga minyak.

Fenomena harga minyak minus memang baru terjadi kali ini dalam sejarah. Baru pandemi COVID-19 yang mampu seret si emas hitam sampai ke level di bawah US$ 0/barel.

Namun kini trader, investor atau bahkan spekulan sudah mulai membeli kontrak untuk pengiriman Juni. Harga minyak mentah WTI kontrak untuk pengiriman Juni walau tertekan masih berada di atas US$ 20/barel.

Cr : Dari berbagai sumber

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai 15,904.50, tentu saja hal ini akan membuat beberapa sektor usaha menjadi kuatir, karena jika pelemahan nilai tukar ini terus dibiarkan maka perusahaan akan mengalami rugi yang diakibatkan karena kenaikkan harga-harga dan bahkan bisa sampai gulung tikar yang akan berdampak pada banyaknya pengangguran.

Namun rupiah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi mengkhawatirkan, mata uang Asia lainnya pun ikut melemah, contoh saja mata uang filipina yaitu peso yang mengalami penurunan ke posisi terlemah sejak 2006, mata uang korea won , mata uang india rupee.

Dengan perlemahan rupiah ini tentu saja membuat harga-harga di pasar melambung dan tentu saja akan berimbas pada keuangan kamu sehari-hari. Namun kamu tidak perlu kuatir karena beberapa bisnis ini bisa menjadi pilihanmu ketika rupiah melemah, bisnis apa saja itu?

 

Saham

 
 
Bisnis saham di kategorikan sebagai salah satu bisnis atau investasi yang menguntungkan, dan bisnis yang satu ini juga sangat cocok menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Namun saat rupiah melemah seperti ini sangat disarankan buat kamu untuk memilih saham dari perusahan yang berbasis ekspor, karena saham perusahaan yang berbasis impor juga di pastikan ikut melemah.
 

Reksadana

 
 
Kamu juga bisa memilih reksadana sebagai bisnis kamu saat rupiah melemah, seperti yang kita ketahui , reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor), dan dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan di investasikan oleh manager investasi ke dalam berbagai macam instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Jadi reksadana sangat cocok menjadi salah satu pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. 
 
Forex
 
 

Selain Saham dan Reksadana , Forex juga bisa menjadi pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. Seperti namanya, forex sangat mengandalkan bagaimana nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya. Saat rupiah melemah tentu saja hal ini menjadi saat yang menguntungkan bagi pembisnis forex, karena mereka dapat memperoleh banyak sekali keuntungan dari selisih harga dollar, tentu saja hal ini berlaku bagi mereka yang memiliki simpanan saldo dollar.

Nah itulah bisnis yang bisa menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Kamu juga bisa belajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.