Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Mengapa Harga Minyak Dunia Bisa NEGATIF ? Ini Penjelasannya?

Harga minyak mentah sempat menyentuh level dibawah nol alias berada di zona negatif. Apakah tidak salah? Ya tidak ada yang salah, dikarenakan pasokan berlebihan dan tak tertampung membuat minyak  tak berharga.

Lantas pertanda apa ini? Apa benar sudah memasuki resesi atau karena lockdown yang di lakukan negara-negara didunia yang membuat konsumsi minyak dunia turun signifikan?

Namun sebelum kita membahas apa arti dibalik harga minyak yang negatif dan mengapa bisa terjadi, ada baiknya kita  mengetahui setidaknya tiga hal terlebih dahulu, yaitu:

Pertama-tama yang harus diketahui yaitu harga minyak mentah kontrak berjangka adalah kontrak untuk pengiriman fisik komoditas atau efek tertentu yang mendasarinya. Banyak Spekulan (para pelaku pasar yang mencari keuntungan besar) yang memperjualbelikan kontrak dengan underlying asset berupa minyak mentah untuk meraup keuntungan. Namun, ada juga pihak yang memperjualbelikannya karena menggunakan komoditas tersebut, beberapa contohnya adalah kilang minyak dan industri maskapai pesawat terbang.

Selanjutnya yang harus diketahui, bahwa minyak mentah ada banyak jenisnya, ada Brent, ada West Texas Intermediate (WTI) ada OPEC Reference Basket dan masih banyak lagi. Perbedaan yang mendasari jenis minyak tersebut salah satunya adalah karakteristik minyak.

Nah minyak mentah yang harga kontraknya sampai minus itu adalah minyak jenis WTI atau yang lebih dikenal dengan light sweet dan biasanya jadi acuan Negeri Paman Sam.

Minyak jenis ini memiliki densitas yang lebih rendah (light) dan mengandung sulfur yang lebih rendah dibanding minyak jenis lain seperti Brent. Minyak jenis ini dijadikan underlying aset untuk harga komoditas minyak mentah kontrak New York Merchantile Exchange (NYMEX).

Harga kontrak minyak mentah ini lah yang semalam jatuh signifikan hingga ke teritori negatif. Ya tidak salah lagi, harganya minus. Pada pukul 05.16 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI ditransaksikan di level minus US$ 37,63/barel.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidLho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Harga ini adalah harga untuk periode pengiriman bulan Mei yang kontraknya berakhir pada 21 April 2020 waktu AS. pada 08.03 WIB, harga minyak mentah kontrak berjangka WTI sudah mulai naik ke zona positif dan dibanderol US$ 0,6/barel.

Sebenarnya apa arti harga minyak sampai minus sih? Minus mengindikasikan tanda bahwa para trader termasuk para spekulan memberikan secara cuma-cuma atau bahkan membayar bagi siapapun yang ingin kontrak tersebut. Ini semacam praktik memindah tangankan barang atau aset yang tidak diinginkan alias tidak laku.

Lho kok bisa tidak ada yang berniat membeli kontrak pengiriman bulan Mei yang kontraknya diperdagangkan pada April. Jawabannya satu, kelebihan pasokan. Pandemi corona (COVID-19) telah membuat banyak negara menghentikan aktivitas ekonominya.

Mobilitas publik dibatasi bahkan dilarang. Orang-orang dikarantina di rumah. Sektor transportasi lumpuh, aktivitas manufaktur terkontraksi dan bisnis di sektor maskapai pesawat terbang terancam gulung tikar lantaran tidak ada orang yang bepergian.

Alhasil permintaan terhadap minyak pun merosot tajam. Di sisi lain ketika permintaan diramal anjlok signifikan, pemangkasan produksi minyak mentah oleh negara-negara produsen dan eksportir (OPEC+) dinilai tak dapat mengimbangi anjloknya permintaan akibat pandemi.

OPEC+ pada 9 Maret sah menyatakan pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd). Angka ini setara dengan nyaris 10% output global. Jika ditambah dengan pemangkasan produksi negara lain maka jumlahnya bisa mencapai 20 juta bpd.

Namun eksekusi pemangkasan produksi baru dimulai bulan Mei nanti. Padahal permintaan minyak sudah anjlok signifikan sejak Maret dan April ketika banyak negara memilih lockdown untuk menghambat penyebaran pandemi. Ini lah faktor utama pemicu anjloknya harga minyak.

Fenomena harga minyak minus memang baru terjadi kali ini dalam sejarah. Baru pandemi COVID-19 yang mampu seret si emas hitam sampai ke level di bawah US$ 0/barel.

Namun kini trader, investor atau bahkan spekulan sudah mulai membeli kontrak untuk pengiriman Juni. Harga minyak mentah WTI kontrak untuk pengiriman Juni walau tertekan masih berada di atas US$ 20/barel.

Cr : Dari berbagai sumber

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Apa Bisnis Yang Cocok Saat Rupiah Melemah?

Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai 15,904.50, tentu saja hal ini akan membuat beberapa sektor usaha menjadi kuatir, karena jika pelemahan nilai tukar ini terus dibiarkan maka perusahaan akan mengalami rugi yang diakibatkan karena kenaikkan harga-harga dan bahkan bisa sampai gulung tikar yang akan berdampak pada banyaknya pengangguran.

Namun rupiah bukan satu-satunya yang mengalami kondisi mengkhawatirkan, mata uang Asia lainnya pun ikut melemah, contoh saja mata uang filipina yaitu peso yang mengalami penurunan ke posisi terlemah sejak 2006, mata uang korea won , mata uang india rupee.

Dengan perlemahan rupiah ini tentu saja membuat harga-harga di pasar melambung dan tentu saja akan berimbas pada keuangan kamu sehari-hari. Namun kamu tidak perlu kuatir karena beberapa bisnis ini bisa menjadi pilihanmu ketika rupiah melemah, bisnis apa saja itu?

 

Saham

 
 
Bisnis saham di kategorikan sebagai salah satu bisnis atau investasi yang menguntungkan, dan bisnis yang satu ini juga sangat cocok menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Namun saat rupiah melemah seperti ini sangat disarankan buat kamu untuk memilih saham dari perusahan yang berbasis ekspor, karena saham perusahaan yang berbasis impor juga di pastikan ikut melemah.
 

Reksadana

 
 
Kamu juga bisa memilih reksadana sebagai bisnis kamu saat rupiah melemah, seperti yang kita ketahui , reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor), dan dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan di investasikan oleh manager investasi ke dalam berbagai macam instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Jadi reksadana sangat cocok menjadi salah satu pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. 
 
Forex
 
 

Selain Saham dan Reksadana , Forex juga bisa menjadi pilihan bisnis kamu saat rupiah melemah. Seperti namanya, forex sangat mengandalkan bagaimana nilai tukar sebuah mata uang terhadap mata uang lainnya. Saat rupiah melemah tentu saja hal ini menjadi saat yang menguntungkan bagi pembisnis forex, karena mereka dapat memperoleh banyak sekali keuntungan dari selisih harga dollar, tentu saja hal ini berlaku bagi mereka yang memiliki simpanan saldo dollar.

Nah itulah bisnis yang bisa menjadi pilihan kamu saat rupiah melemah. Kamu juga bisa belajar membaca candlestick melalui buku The Stock Market Secret Profit by Santo Vibby yang bisa kamu dapatkan di tokopedia atau order langsung via whatsapp kami.