Belajar Saham: Seperti Apa Kriteria Saham Indeks LQ45 ?

Belajar Saham: Seperti Apa Kriteria Saham Indeks LQ45 ?

Sering sekali kita mendengar Indeks LQ45, namun tahukah kalian apa yang dimaksud dengan Indeks LQ45? dan kriteria saham seperti apa yang dapat masuk kedalam daftar Indeks LQ45?, berikut ulasannya:

Indeks LQ45 merupakan indeks yang terdiri dari 45 saham terpilih dengan likuiditas (Liquid) tinggi, yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. Selain dari penilaian atas likuiditas, dalam seleksi  tersebut juga mempertimbangkan kapitalisasi pasar. Tujuan dari adanya Indeks LQ45 adalah sebagai pelengkap IHSG dan khususnya untuk menyediakan sarana yang obyektif dan terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan pemerhati pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga dari saham-saham yang aktif diperdagangkan. 

Seperti Apa Kriteria Dalam Pemilihan Saham Indeks LQ45 ?

Sejak diluncurkan pada bulan Februari 1997 ukuran utama likuiditas transaksi adalah nilai transaksi di pasar reguler. Sesuai dengan perkembangan pasar dan untuk mempertajam kriteria likuiditas, maka sejak review bulan Januari 2005, jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi dimasukkan sebagai ukuran likuiditas. Sehingga kriteria suatu emiten untuk dapat masuk ke dalam perhitungan Indeks LQ45 adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

  • Telah tercatat minimal 3 bulan di BEI.

  • Aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume, dan frekuensi transaksi.

  • Jumlah hari perdagangan di pasar reguler.

  • Kapitalisasi pasar pada periode waktu tertentu.

  • Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasipasar tersebut diatas, akan dilihat juga kedaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut. 

Evaluasi Indeks dan Penggantian Saham

Suatu kehormatan bagi sebuah perusahaan bisa duduk dalam jajaran LQ45, dikarenakan perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ45 merupakan perusahaan-perusahaaan yang sudah diakui dan dipercaya oleh para pelaku pasar modal jika tingkat likuiditas serta kapitalisasi pasar dari perusahaan tersebut baik.

Dengan dapat masuknya suatu perusahaan kedalam jajaran Indeks LQ45 bukan berarti lantas perusahaan tersebut bisa bersantai, namun harus tetap bekerja keras untuk dapat mempertahankan posisinya karena Bursa Efek Indonesia akan secara rutin memantau perkembangan kinerja emiten-emiten yang masuk kedalam perhitungan Indeks LQ45.

Evaluasi atas pergerakan saham-saham tersebut akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Apabila ada saham yang sudah tidak masuk kedalam kriteria maka akan digantikan oleh saham lain yang memenuhi syarat.

Dalam Pemilihan saham-saham LQ45 dilakukan secara wajar, untuk itu BEI mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas, dan profesional di bidang pasar modal. Penggantian saham akan dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan Agustus. 

Belajar Saham :Perbedaan Saham Biasa dengan Saham Preferen

Belajar Saham :Perbedaan Saham Biasa dengan Saham Preferen

Seperti yang telah kita ketahui bahwa menurut jenisnya saham dibagi menjadi dua yaitu saham biasa dan saham, namun apa yang membedakan kedua saham ini berikut penjelasannya :

Saham Biasa

Merupakan jenis saham yang ditawarkan dan dapat dimiliki oleh publik. Saham ini memiliki hak suara namun mendapat hak paling akhir terhadap aset bila perusahaan terlikuidasi.

Pemilik saham biasa memiliki hak terlebih dahulu dalam penerbitan saham baru (right issue), namun jika pemegang saham biasa menolak menebusnya, maka dapat ditawarkan kepada pihak lainnya. 

Saham Preferen

Merupakan jenis saham khusus yang biasanya diterbitkan terbatas untuk pemilik atau pendiri perusahaan. Saham ini memiliki klaim khusus terhadap aset perusahaan namun tidak memiliki hak suara.

Pemegang saham preferen mendapat prioritas pertama dalam pembagian aset bila perusahaan dilikuidasi.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan saham biasa dan preferen antara lain:

  1. saham biasa merupakan jenis saham yang dapat ditawarkan dan dapat dimiliki oleh publik sedangkan saham preferen jenis saham yang diterbitkan secara tebatas hanya untuk pemilik atau pendiri perusahaannya saja.
  2. jika dilihat dari hak suara, saham biasa memiliki hak suara dan dapat memberikan suara dalam pemilihan direksi serta menentukan kebijakan tertentu suatu perusahaan, sedangkan pada saham preferen jika dilihat dalam banyak kasus pemegang saham tidak memiliki hak untuk memilih direksi, tetapi hak suara dapat diberikan untuk situasi tertentu. Misalnya, beberapa pemegang saham preferen diberikan hak suara dalam perusahaan jika perusahaan tidak dapat membayar deviden.
  3. apabila perusahaan terlikuidasi, saham biasa mendapat hak paling akhir terhadap aset bila perusahaan terlikuidasi. Hal ini dikarenakan Pemilik saham biasa memiliki hak terlebih dahulu dalam penerbitan saham baru (right issue), namun jika pemegang saham biasa menolak menebusnya, maka dapat ditawarkan kepada pihak lainnya. Sedangkan untuk saham preferen pemegang saham mendapat prioritas pertama dalam pembagian aset bila perusahaan dilikuidasi.
Belajar Saham : Mari Mengenal Reksadana Syariah

Belajar Saham : Mari Mengenal Reksadana Syariah

Seperti yang telah kita ketahui investasi syariah merupakan investasi yang kegiatannya berdasarkan pada syariat agama dimana dalam konsepnya investasi ini menerapkan metode bagi hasil atau nisbah. Salah satu jenis investasi syariah yang kian digandrungi masyarakat adalah reksadana syariah. Apa yang dimaksud dengan reksadana syariah ? berikut ini penjelasannya.

Reksadana syariah merupakan jenis investasi dimana dalam keseluruhan prosesnya memenuhi syariat halal. Dalam reksadana syariah terdapat beberapa istilah seperti istilah rabb al-mal/shabib al-mal yang diartikan sebagai pemilik modal yang kemudian menyetorkan dana dan kemudian dikelola oleh wakil pemilik modal atau dikenal dengan istilah  rabb al-mal. 

Keunggulan utama yang dimiliki dari reksadana syariah adalah, tidak perlu mempersiapkan dana besar untuk memulai investasi. Modal yang diperlukan untuk memulai investasi reksadana syariah tergolong kecil, berkisar antara 100 ribu rupiah serta mudah untuk ditemukan di APERD (Agen Penjual Reksadana), bahkan bisa dibeli dengan cara online tentu bisa jadi sesuatu yang sangat menggiurkan. Tapi sebelum benar-benar memulainya, ada baiknya untuk mengenal ciri-ciri yang membedakan reksdanana syariah ini dengan reksadana konvensional, berikut ini ulasannya:

Tercantum Dalam Daftar Efek Syariah

Tidak seperti reksadana konvensional yang tercantum dalam Daftar Efek Biasa. Reksadana syariah ini dikeluarkan langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Dalam DES ini dicantumkan nama dan jenis perusahaan yang telah dan bisa memperjual belikan reksadana syariah, dengan demikian pemasukan yang akan diterima pemilik modal tentu bisa dipertanggungjawabkan kehalalannya karena perusahaan yang tercantum telah melalui verifikasi dari DPS (Dewan Pengawas Syariah).

 Diawasi Juga Oleh DPS

DPS atau Dewan Pengawas Syariah, ini merupakan badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang bertugas untuk melakukan pengawasan terkait dengan beragam hal dalam fungsinya sebagai investasi syariah. Dimana tentunya menyangkut kehalalan dan lainnya. Tak hanya itu, sebagai kepanjangan tangan pemerintah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga hadir dan terlibat.

Adanya Proses Cleansing

Proses cleansing dalam reksadana syariah ini membawa visi besar syariah. Proses cleansing di sini maksudnya adalah proses pembersihan dari hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari uang yang didapat selama proses investasi berlangsung. Tujuan proses cleansing salah satunya adalah menjaga dan melakukan proses pembersihan produk dari riba. Oleh karena itu di sini fungsi DPS berperan. Dari proses cleansing ini, sebagian besar uang tidak langsung masuk kepada pemilik modal tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal. 

Sekian penjelasan tentang reksadana syariah semoga dapat menanbah pemahaman anda tentang berinvestasi apabila kalian ingin tahu jenis-jenis reksadan silahkan mampir ke -> Kenali Jenis-Jenis Investasi Reksadana Agar Tidak Salah Pilih

Mari Mengenal Reksadana Syariah

nvestasi syariah merupakan investasi yang kegiatannya berdasarkan pada syariat agama dimana dalam konsepnya investasi ini menerapkan metode bagi hasil atau nisbah. Salah satu jenis investasi syariah yang kian digandrungi masyarakat adalah reksadana syariah. Apa itu reksadana syariah dan bagaimana ciri-ciri serta keuntungannya?, berikut ini penjelasannya:

Reksadana syariah merupakan jenis investasi dimana dalam keseluruhan prosesnya memenuhi syariat halal. Pada reksadana syariah ini, dikenal beberapa istilah seperti masyarakat sebagai pemilik modal, yang biasa disebut dengan istilah rabb al-mal/shabib al-mal yang akan menyetorkan dana serta dikelola oleh wakil pemilik modal, yang bertindak sebagai rabb al-mal tersebut.

Belajar Saham : 3 Kemampuan yang Harus Dimiliki Trader

Belajar Saham : 3 Kemampuan yang Harus Dimiliki Trader

Pasti banyak diantara kita menginginkan menjadi trader yang sukses, namun tahukah kalian bahwa untuk menjadi trader tidak ditentukan oleh frekuensi Anda dalam melakukan eksekusi transaksi di pasar modal, namun ditentukan dari seberapa besar profit yang  dapat dihasilkan dari eksekusi transaksi harian yang Anda lakukan.

Untuk itu dalam eksekusi transaksi atau trading di pasar modal membutuhkan kerja keras dan pengetahuan (knowledge), selain itu kemampuan (skills) analisa yang tajam  juga diperlukan dalam eksekusi transaksi ini guna mengantisipasi segala pergerakan nilai harga yang terjadi di pasar modal sehingga dapat menghasilkan profit sebagai imbalannya.

Kemampuan (skills) itu dapat dikatagorikan menjadi 3 bagian antara lain:

Selection Skills

Merupakan kemampuan untuk mencari dan mengintip pergerakan harga dari saham-saham lainnya. Kemampuan menyeleksi saham-saham ini dapat diterapkan dengan menggunakan metode top down approach.

Yaitu dimulai dengan cara menganalisa pergerakan arah indeksnya secara global terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi industri yang sedang berjaya saat ini dalam sektoralnya, kemudian di akhiri dengan pemilihan saham-saham jawara dalam sektoral tersebut yang dapat memberikan indikasi untuk bergerak naik.
Dengan selection skills maka kita dapat terhindar dari saham-saham yang “bobok” alias suka tidur lama tanpa adanya pergerakan nilai harga yang berarti dalam jangka waktu yang panjang.

Timing Skills

Secara TA (Teknikal Analisis) bahwa dari saham-saham yang telah terseleksi kita dapat menentukan saham mana yang sudah saatnya memberikan sinyal untuk dibeli dan saham mana yang sudah waktunya memberikan sinyal untuk dijual sekarangf ?

Dalam hal ini tentu kita akan cenderung memilih posisi asset-aset yang akan bergerak sesegera mungkin 

Sizing Skills

Skills ini merupakan kemampuan untuk secara optimal menentukan berapa rupiah yang harus ditaruh di setiap saham yang akan dimasuki. Dimana termasuk salah satu bagian terpenting dari money management yang essensial namun sering dilupakan. Hal ini dikarenakan banyak dari kita yang terlalu berkonsentrasi dengan cara-cara mendapatkan keuntungan semaksimun mungkin dan sesingkat mungkin. 

Jika Anda belum dapat menentukan Anda itu siapa ? Anda dapat mencari tau di sini -> Belajar Saham antara Trader vs Investor.. galakan siapa ?

Belajar Saham : Jenis Jenis Chart Dalam Analisa Teknikal

Belajar Saham : Jenis Jenis Chart Dalam Analisa Teknikal

Dalam analisa teknikal untuk melihat pergerakan nilai harga suatu saham yang terjadi pada market / bursa yaitu menggunakan chart atau grafik riwayat. Dimana kita dapat melihat pergerakan nilai harganya sesuai dengan periode waktu yang kita hendaki. Dalam hal ini para analis teknikal biasanya akan menggunakan periode waktu yang akan disesuaikan dengan target nilai harga serta rencana transaksi / trading plan masing-masing analis. Periode waktu yang dapat kita lihat yaitu dalam periode waktu per-menit, harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.

Chart/ grafik riwayat yang dapat digunakan dalam analisa teknikal ini ada beberapa jenis antara lain :

Line Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang hanya terbentuk dari nilai harga penutupan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham / market.

Pada line chart tidak ditemukan data-data nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, dan nilai harga terendah, dari suatu gerakan saham. 

Bar Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang hanya terbentuk dari garis-garis pergerakan nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah dan nilai harga penutupan dari gerakan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham/ market. 

Candlestick Chart

Merupakan grafik riwayat data nilai harga suatu saham yang terbentuk dari nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, nilai harga terendah dan nilai harga penutupan dari gerakan suatu saham dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham/ market.

Beda nya dengan Bar chart yaitu terletak pada bentuknya yang secara visual lebih mudah dibaca dan diartikan, serta sangat mudah membedakan kenaikan maupun penurunan harga suatu gerakan saham berdasarkan warnanya, dimana warna hitam menunjukkan kejatuhan harga dari nilai harga pembukaannya sedangkan warna putih menunjukkan kenaikkan harga dari nilai harga pembukaannya. 

Nah itulah pembahasan tentang jenis-jenis chart / grafik riwayat harga yang digunakan dalam analisa teknikal semoga dapat menambah pengetahuan anda, terimakasih…

Belajar Saham : Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Belajar Saham : Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal

Dalam dunia saham pasti banyak dari para trader/investor yang memiliki pertanyaan seperti kapan saat yang tepat harus menjual ataupun membeli saham?. Dalam hal ini ada dua jenis metode analisis yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan analisa secara fundamental dan teknikal.

Apa yang dimaksud dengan analisa fundamental dan analisa teknikal berikut ini penjelasannya

Analisa Fundamental

Metode jenis ini digunakan untuk memperhitungkan nilai wajar dari suatu saham perusahaan guna mengetahui apakah harga saham sudah atau belum diapresiasi secara tepat. Analisa ini dilakukan dengan mempelajari keadaan ekonomi, industri, sertakondisiperusahaandenganmenitiberatkanpada data-data kunci yang ada pada laporan keuangan perusahaan.

Dalam analisa fundamental secara umum ada beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:

Menghitung Kondisi Ekonomi Perusahaan Secara Keseluruhan 

Tahapan ini bertujuan untuk memperhitungkan apakah kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan oleh seorang analis fundamental biasanya tinggi atau rendahnya tingkat inflansi, naik atau turunnya suku bunga, tingkat keyakinan konsumen dalam membelanjakan uangnya, melihat keuntungan dan kerugian dari neraca perdagangan serta melihat dari perputaran perusahaan.

Menghitung Kondisi Industri Secara Keseluruhan

Masa depan perusahaan secara langsung dipengaruhi oleh Industri, sehingga perlu dilakukannya  perhitungan terhadap kondisi industri secara keseluruhan guna melihat kuat atau lemahnya kondisi industri tersebut. Dikarenakan saham yang paling baik pun apabila mereka berada pada industri yang sedang lemah/payah dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan. Hal inilah yang menyebabkan disukainya saham yang lemah dalam suatu sektor industri yang kuat  daripada saham yang kuat dalam sektor industri yang lemah. 

Menghitung Kondisi Perusahaan

Setelah melihat dan menganalisis dari sisi ekonomi dan industri hasilnya baik namun  tidak melakukan perhitungan terhadap kondisi perusahaan tersebut maka sia-sialah analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pada pasar saham, yang diharapkan oleh para pemegang saham yaitu perusahaannya selalu menghasilkan laba yang nantinya dibagikan kepada para pemegang saham. Laba atau keuntungan ini dikenal pula dengan istilah deviden. Selain deviden keuntungan yang dapat diperoleh dari permainan saham ini yaitu capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki jangka waktu yang pendek. Dalam menghitung kondisi perusahaan secara keseluruhan ini menggunakan rasio keuangan seperti profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), efficiency (efisiensi).

AnalisaTeknikal

Analisa jenis ini merupakan analisa paling dasar dalam investasi di dunia saham. Dalam prinsipnya analisa teknikal merupakan studi utama untuk melakukan penelitian yang mendasari kombinasi antara studi nilai harga (nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi/ terendah, dan nilai penutupan) dengan menggunakan grafik-grafik /chart yang terbentuk sebagai peta utama guna menentukan langkah-langkah berikutnya.

Saat ini analisa teknikal  yang digunakan mencangkup prinsip-prinsip seperti pola kecendrungan / trend harga. sedangkan nilai harga dapat merefleksikan pergerakan pada semua informasi yang diketahui, konfirmasi dan penyimpangan (divergence). Sementara volume mencerminkan perubahan harga, dandukungan (support) serta tahanan (resistance) terhadap sebuah nilai harga yang terjadi pada market.

 

Berikut ini contoh gambar grafik atau chart yang digunakan dalam analisa teknikal 

Itulah sedikit artikel tentang analisa fundamental dan analisa teknikal semoga bermanfaat

Beberapa Alasan Yang Membuat Anda Memilih Untuk Berinvestasi Saham

Beberapa Alasan Yang Membuat Anda Memilih Untuk Berinvestasi Saham

Menabung hingga menempatkan dana di instrumen investasi, menjadi pilihan yang tepat dalam merancang finansial lebih baik di masa yang akan datang. Salah satu intrumen investasi yang bisa dipilih adalah investasi saham. Investasi ini dilakukan dengan cara membeli saham di pasar modal dan mendapatkan keuntungan dari saham yang dibeli tersebut. Bermain saham di pasar modal merupakan hal yang praktis dan dapat dilakukan semua orang, bahkan bagi investor pemula sekalipun. 

Nah berikut ini penjelasan dari beberapa alasan-alasan yang menjadikan instrumen saham sebagai pilihan untuk menempatkan dana atau berinvestasi.

Modal Investasi Saham Relatif Kecil

Ketika ingin melakukan investasi tentu yang yang menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah dana yang kita miliki?. Hal ini jangan sampai membuat kita mengurungkan niat untuk beinvestasi hanya karena masalah nilai dan yang ada dikantong. sebab, sejatinya ada banyak instrumen investasi yang bisa dijadikan wadah menempatkan sejumlah dana yang ada. Buang jauh-jauh anggapan bahwa berinvestasi itu membutuhkan modal yang besar, terutama investasi saham.

Anda bisa tetap berinvestasi saham kendati hanya punya modal kecil sekalipun. Saat ini, dengan modal hanya Rp100 ribu saja, Anda sudah bisa membeli beberapa slot saham. Bahkan, bagi Anda yang tidak memiliki modal cukup, sekarang ini juga sudah ada penawaran pembelian saham dengan cara dicicil.

Transaksi Saham Juga Cukup Mudah

Tidak seperti yang dibayangkan, investasi saham sebenarnya relatif sangat mudah dan praktis dalam proses transaksinya. Bila dibandingkan dengan instrumen-instrumen investasi lainnya, dengan investasi saham, maka Anda tidak perlu membawa-bawa selebar sertifikat atau lainnya dalam proses jual-beli.

Bahkan, beberapa investasi lain, selain saham, selalu membutuhkan perjanjian dan perlunya menyewa notaris guna memperlancar proses jual-beli instrumen investasi tersebut. Ini jauh berbeda bila dibandingkan dengan investasi saham, dimana Anda hanya menghubungi broker atau melakukannya secara online untuk melanjutkan proses jual-beli saham.

Investasi Saham Bisa Dilakukan Kapan Saja dan Dimana Saja

Selain tidak butuh modal besar dan transaksinya yang mudah, investasi saham juga bisa dibilang sangat fleksibel, yakni bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bagi Anda yang tidak memiliki cukup banyak waktu melakukan kegiatan yang satu ini, investasi di saham bisa menjadi pilihan yang tepat karena praktis dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Dapat dikatakan, Anda masih bisa berinvestasi namun tidak akan mengganggu kegiatan utama Anda. Sebab, membeli saham tidak mengharuskan anda untuk datang langsung ke bursa saham. Bahkan, dari rumah sekalipun, Anda bisa melakukan transaksi saham, baik itu secara offline ataupun online.

Investasi Saham Bersifat Transparan dan Likuid

Saham memiliki sifat yang transparan karena Anda sebagai investor dapat melihat dengan jelas harga permintaan dan penawaran serta jumlah slot yang diminta maupun ditawarkan oleh masing-masing perusahaan. Ini karena adanya ketentuan dari Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan atas perusahaan yang sudah go public atau menawarkan sahamnya ke masyarakat umum harus bersifat terbuka alias transparan.

Artinya, setiap laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang sudah listing di bursa saham ini bisa diakses oleh publik. Sehingga investor bisa menganalisis kondisi serta prospek perusahaan tersebut.

Tidak hanya itu, investasi saham juga bersifat likuid. Artinya instrumen saham ini mudah dicairkan dan dijual. Sehingga ketika Anda membutuhkan dana secara mendadak, Anda bisa mengandalkan investasi saham ini untuk dicairkan.

Pergerakan Saham juga Mengikuti Laju Inflasi

Berapa nilai saham yang Anda miliki nantinya, pergerakannya akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Misal, jika awalnya Anda hanya memiliki saham yang nilainya sebesar Rp10 juta, nilainya berpotensi bertambah ketika inflasi meningkat. Sehingga Anda bisa mempertimbangkan dengan baik jenis saham yang memang cukup terpengaruh oleh inflasi sebagai pilihan.

Saham Bisa Jadi Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, nilai saham cukup terpengaruh oleh pergerakan inflasi. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan dari awal dana yang diivestasikan pada sebuah saham tersebut.

Dengan memilih saham yang cukup banyak terpengaruh dengan inflasi, maka Anda bisa memprediksikan kemungkinan perkembangan nilai saham yang Anda miliki. Jadi, bisa Anda bayangkan sendiri keuntungan yang akan diperoleh ketika menempatkan dana Anda dalam instrumen saham bertenor jangka panjang.

Ingat, Investasi Saham itu Juga Aman

Keuntungan lain dari investasi di saham adalah Anda bisa menjalankan transaksi instrumen ini secara aman dan nyaman. Bagaimana tidak? Karena investasi di sektor pasar modal juga dibawah pengawasan pihak otoritas keuangan, dalam hal ini OJK.

Artinya, investasi saham juga bersifat legal atau sah secara hukum. Meski demikian, Anda tetap harus waspada dengan penawaran investasi-investasi sejenis lainnya yang memberikan iming-iming alias menggoda untuk memberikan return (keuntungan) yang tinggi. Jelasnya, Anda juga perlu waspadai investasi bodong.

Urusan Pajak di Investasi Saham juga Sederhana

 Dari kesemua itu, yang terpenting juga adalah pajak dari investasi saham ini relatif sederhana dan tidak berbelit-belit, baik secara administrasinya maupun lainnya. Nah, jenis pajak di investasi saham ini ada 2 jenis yang dikenakan kepada investor, yakni pajak dividen sebesar 10% dari nilainya, dan pajak penghasilan atas penjualan saham yang besarnya hanya sebesar 0,1% dari nilai penjualan saham.

Dan yang lebih menariknya lagi, dikatakan sederhana alias tidak berbelit-belit sistem administrasi pajak dividen ini karena kedua jenis pajak saham tersebut bersifat final. Artinya, pajak tersebut sudah dipotong oleh pihak sekuritas, sehingga Anda terima bersih dari penjualan saham atau pembagian dividen karena sudah otomatis dipotong pajak.